How I said “Hello!” to 2019
At last, setelah beberapa lama berusaha mencari waktu di tengah hectic-nya persiapan ujian, gue bisa kembali mengetik post yang selalu gue tunda-tunda ini. Kayaknya gue bener-bener harus mulai lebih disiplin lagi sama waktu deh. ternyata libur koas membuat gue mulai lalai dalam menggunakan waktu. *note to self*
Anyway, seperti yang sudah gue bilang di post gue sebelumnya, di post gue yang kedua ini, gue akan membahas tentang rutinitas gue di awal tahun. Lebih tepatnya, sih apa yang gue lakukan untuk mempersiapkan diri memasuki tahun yang baru. Sejak beberapa tahun terakhir ini, gue menyadari bahwa gue adalah orang yang hidupnya butuh guideline. Bukan berarti gue harus fix banget ngikutin guideline itu, sih. Tapi setidaknya ada sesuatu yang mengingatkan gue kalo gue udah mulai melenceng dari tujuan awal gue. Atau kalau gue terlalu berlambat-lambat ria sampe akhirnya kerjaan gue ga selesai sesuai deadline yang gue tentukan. Kesadaran ini akhirnya membuat gue sejak beberapa tahun terakhir ini memutuskan untuk selalu berusaha menyempatkan diri buat mengambil waktu rehat sejenak menjelang akhir tahun. Nah, waktu rehat ini gue gunakan buat lebih banyak merenungkan apa aja yang udah gue lakuin selama setahun ke belakang dan apa yang mau gue lakukan selama setahun ke depannya. Dan tentu saja, semua ini gue lakukan sambil berdoa dan berusaha minta tuntunan Tuhan buat ngasih tau apa mau Tuhan dalam hidup gue selama satu tahun ke depan.
Naahh, hasil dari waktu rehat ini biasanya berupa resolusi dan mungkin beberapa target atau goals yang mau gue selesaikan di tahun yang baru. Untuk tahun 2019 ini, karena gue akan banyak lowong karena masih menunggu selesai UKMPPD dan pemilihan wahana internship, gue memutuskan untuk mengambil tema besar untuk resolusi gue, yaitu Be More Productive.
Kenapa harus lebih produktif?
Karena gue merasa dengan lowongnya waktu gue, gue jadi lebih banyak bersantai. Mungkin juga sebagian karena lelah dengan kesibukan koas di tahun sebelumnya, gue jadi lebih pengen istirahat. Masalahnya, istirahat gue jadi kebanyakan. Makanya gue perlu satu reminder kalo gue harus produktif di tengah tahun 2019 yang terlihat lebih lowong ini. haha.
Salah satu resolusi gue di tahun ini adalah dengan lebih banyak menulis. Nah, makanya lahirlah kembali blog Tumblr ini. haha. Selain itu, gue juga menargetkan untuk lebih banyak membaca, yaitu sekitar 24 buku (2 buku per bulan) dengan 6 di antaranya adalah buku rohani Kristen (yang banyak numpuk di rak tapi masih putih bersih tak bernoda karena belum dibaca). Gue juga menargetkan untuk lebih banyak olahraga (seminggu sekali, which is masih belum kesampean -- reminder!) dan pengen lebih rutin punya waktu pribadi sama Tuhan. Sebenernya masih ada beberapa resolusi lainnya, tapi gue agak-agak malu ya kalo banyak nulis resolusi tapi ujung-ujungnya ngga kesampean. haha.
Tapi resolusi itu emang membantu banget sih. Resolusi bikin gue merasa terdorong untuk menyelesaikan target-target yang udah gue susun di akhir tahun sebelumnya. Kayak tahun 2018, misalnya. Salah satu resolusi yang tercapai dan sangat gue banggakan adalah gue bisa nyetir. #acaunyetirsendiri2018. Puji Tuhan sekarang gue udah bisalah nyetir sendiri kemana-mana, walau gabisa yang jalannya terlalu ekstrim atau terlalu jauh. Jadi buat kalian yang mungkin merasa tahun sebelumnya kayak ngga jelas karena gatau apa yang mau dicapai, mungkin kalian bisa memulai dengan membuat resolusi. Selagi masih bulan Januari. haha.
Selain itu, gue juga menantang diri gue buat melakukan beberapa challenge. Salah satunya adalah reading challenge dari POPSUGAR. Sebenernya challenge ini masih terlalu banyak sih buat gue. Tapi prompts yang ada cukup membantu gue dalam memilih buku mana yang gue harus baca (di antara tumpukan buku yang sudah dibeli namun tidak pernah sempat terbaca itu). Buat kalian yang suka baca buku dan tertarik buat ikut challenge ini juga, daftar kriteria buku yang harus kalian baca ada di link ini. Walau gabisa selesaiin semua, tapi gue selalu ada kebanggaan tersendiri, sih setiap bisa tick-off daftar buku yang harus gue baca. haha.
Nah, selain setting resolutions, goals, dan challenge yang gue ikutin selama setahun ke depan, gue juga punya rutinitas buat ambil waktu untuk bersyukur untuk satu tahun ke belakang. Di tahun 2018 kemaren, gue bersyukur untuk masa-masa koas gue yang akhirnya selesai, bersyukur buat masa-masa KKN waktu bulan Agustus lalu, bersyukur buat setiap pelajaran yang Tuhan kasih selama satu tahun lalu dan gimana Tuhan menunjukkan kasihNya lewat setiap penyelesaian masalah yang ada. Ini juga yang selalu menguatkan gue untuk menjalani hari-hari selama setahun ke depan.
Jadi, di bulan Januari ini, apa yang udah kalian persiapkan untuk tahun 2019 ini? Sudahkah kita sama-sama mempersiapkan yang terbaik untuk satu tahun ke depan?








