Malam terlalu malam, tidurlah. Pagi terlalu pagi, tidurlah. Cece (Eneke Asvidita, 8) sing a folk jazz song from band called Payung Teduh. Di sebelah Cece ada Nane (Anane Nasticta, 8) kembaran Cece yang melip-sync lagu ini, kekrop sih gara-gara Instagram aneh-aneh mintanya. Cece hafal lagu Tidurlah, lagu nina bobo yang membuat nightgasm dari baand folk jazz Payung Teduh, setelah Omnya ngasih beberapa lagu easy-listening. Yeah, Omnya nih yang mencandu Paying Teduh. Harmoni antara melodi dan lirik yang membuat cinta datang dari telinga turun ke hati. Sehingga saya Omnya yang gak malah ngajarin ngaji meembuat Cece ngelonin hp-nya untuk muter lagu ini sebagai serenada pengantar tidur. (Mending lah dari pada ngajarin nonton inbok dehsyuat :p) Teringat saat melihat konser Payung Teduh di Surabaya, the crowd was amazing....amazingly hilarious. Pasalnya panitia sudah melapisi lantai dengan karpet aggar penonton duduk manis saat Payung Teduh on stage. Sayang banget kalo musik dan band yang pas banget, penontonnya berdiri kayak konser rock. Gak dapet lah suasana folk-jazz-nya. Tapi sing-a-long-nya the best deh!. Akhir-akhi ini, tepatnya awal tahun ini dan belakangan ini telinga lacur saya lebih suka diperdendangkan musik folk, seperti Payung Teduh ini yang sudah memiliki ruang di hati saya. Bukan from metal to galau. Musik-musik berat sih masih denger tapi kadar beratnya agak turun, sementara folk jazz dan musik slow laonnya sebagai obat penenang. Well, musik apapun sih halal ya. Dont be such a racist lah di hal musik. Musik mirip agama, sebuah hal yang pribadi dan orang lain gak ada hak untuk ngatur harus denger ini itu blah!. #nanecece #sikembar #cumanhasihlagukok #folkzazz #payungteduh #termasukreviewgigsbukanyah #kanudahlama #tuhkantetepajabanyakhesteg #goodmusic












