#selfreminder #museumprasasti #museumtamanprasasti

seen from United States

seen from China
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Kazakhstan

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from Russia
seen from Saudi Arabia
seen from Croatia
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
#selfreminder #museumprasasti #museumtamanprasasti

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya" -Dewi 'Dee' Lestari- #angel#museumprasasti#captionnyaganyambung#photographyindonesia#photooftheday#canonphotography#
Prewedding Flo & Danur. video by @suhandoyo 📷 @nikonindonesia #prewedd #prewedding #videography #gothic #couple #museumprasasti #tamanprasasti #nikon #nikonindonesia #nikond5100 (at Museum Taman Prasati)
Museum Prasasti
Agak teriknya matahari siang ini. Kami agaknya setengah hati buat jalan-jalan setelah mengantarkan Dina teman kami untuk ke rumah salah satu pacarnya karena pacarnya lagi temannya. Agak ribet sih emang kalau dipikir-pikir, eh tapi gak ada juga yang suruh mikirin. YAUDALAH YA HAHAHA. Intinya abis nganterin Dina ke pacarnya, Namaskoro. Iya itu deh pokoknya.
Setelah balik dan ngaso kurang dari lima menit. Aku pun ngajak si Abi karena kepalang nanggung, aku udah siap juga. Sebenernya sih udah pake lipstik warna baru, yang lagi ngehits gitu. Cokelat gelap kemerahan. Yang dibilang Abi: "Kamu gothic banget hari ini?". Aku pun bingung harus merespon apa aku dibilang gothic. Goyang Itichic. Iya, si eneng saskia. Oke, tulisan ini mulai garing. Tapi aku seneng pake lipstik kece.
Another tips from us, please wear shades kalau ke museum yang terbuka. Ini panas teriknya gak santai. Diluar karena pengen gaya dan emang naik motor. Emang mesti banget pake.
Si abi mulai membuka google maps daripada mengandalkan daya inget ku yang sering freeze. Aku pernah ke museum ini dulu pas masih kuliah tapi yah gitu, ya daripada nyasar.. "Udah gausah sotoy, gue pake google maps aja." Aku pun nyengir, nurut. Sadar diri.
Letak museum ini persis disamping Kantor Walikota Jakarta Pusat. Kami pun masuk ke Museum ini. Yang tempat parkirnya agaknya mesti turun tangga literally. Tiket Museumnya pun kami kehabisan. Iya tiketnya abis. Maksudnya gak ada stoknya gitu ya tapi tetep bisa masuk bayar rp 5,000/orang.
Abi sempet nanya pas di rumah. "Museum Prasasti itu museum apa yah?" "Museum kuburan. Kuburan belanda gitu."
Dan sampai sana. "Mana kuburannya?" "Yaaa, ini.."
"Kok gak merinding yah?" Selain ini siang bolong ya ini kan udah dijadiin Taman yah dan semua mayatnya udah dipindahin. Kalau masih ada juga gak dijadiin museum kali yah. Ya kali deh.
Nama dulunya adalah Kebon Jahe Kober sendiri telah ada sejak masa kolonial Belanda, tepatnya tahun 1795. Ketika itu terjadi suatu wabah yang membuat banyak warga belanda di Batavia meninggal. Hal ini membuat kebutuhan lahan penguburan meningkat signifikan. Dari segi tata kota, posisi Makam Kebon Jahe Kober amat strategis karena berada di tepi kali Krukut. Hal ini membuat lalu lintas pengangkutan jenazah beserta keluarga umumnya melalui kali Krukut.
Si abi menyusuri nisan-nisan tersebut dengan membaca satu persatu. dari bagian utara yang pinggir tembok sampai ke pinggir jalan sampai ujung banget. Nawaitu, karena banyak semak belukar bahkan ada kadal yang turun dari pohon rindang situ. Percayalah gunakan celana jeans kesini. Eh ngomong-ngomong ngebatin juga sih.
*eh jangan-jangan si Abi beneran nyari uyutnya yang katanya turunan Portugis.*
Abisnya dia sering banget bilang: "Aku bukan arab. Aku portugis." "Bukaaaaan jamaah, portugis tau!". "Papa ku tuh portugis.."
Bebas aja, mz~
Disini juga tempat peristirahatan terakhir dari beberapa tokoh terkenal di Indonesia.
Pendiri sekolah kedokteran STOVIA, H.F. Roll
Olivia Marianne (istri Thomas Stamford Raffles)
Miss Riboet (pemain Opera terkenal era 1920-an)
Aktivis pergerakan '66, Soe Hok Gie
J.L.A. Brandes, ahli filologi (ahli naskah kuno) penerjemah Kakawin Pararaton dan Nagarakretagama
Sayangnyaaaaaaaaaaaa, banyak banget nisan disini yang dicoret-coret. Beneran deh, ini iseng banget nyet. Berasa ini bangku atau meja sekolah inpress kali. Dari tulisan 'Choedex was here' sampe tanggal jadian, mungkin mereka menganggap ini romantis. Rokok Makan Gratis.
Hal yang paling dinikmati di Museum Prasasti adalah memang bentuk nisannya yang bergaya eropa. Cocok banget buat foto-foto. Ya gak heran kalau Museum Prasasti juga sering dijadikan lokasi syuting video klip, Ungu Demi Waktu, Chrisye, Agnes Monica, Dewa dan masih banyak lagi. Nih spot fave yang sering dijadiin tempat syuting:
Iya intinya Museum Prasasti lebih bagus buat foto-foto daripada belajar sejarah hahahaha. Selain itu hampir semua nisannya pake bahasa belanda :)))
Udah jam4an, belom makan juga tadi karena keburu nganterin si Dina ke rumah temen pacarnya buat ketemuan pacarnya. Yang temen pacarnya itu juga temen aku. Nah temen aku ini juga mantan pacarnya, temen-temennya aku sama Dina. Iya gitu yak. Sip.
"Bi, aku ngebayangin makan sate padang.. Laperrrrrr"
Referensi:
http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/jejak-makam-peninggalan-belanda-di-museum-taman-prasasti