01 Ramadhan 1447/ 19 Februari 2026
Hilal tampak dan hati seperti bingung untuk mencari defenisi, bahagia, sedih, sendru dan banyak lagi rasa yang tak berkata. Bulan yang disematkan mulia di dalamnya dan kita menjadi bagian dari yang Allah izinkan untuk memasukinya.
Betapa riuh dan gegap gempita iman menanti semua hal tentang ramadhan. Tentang quran yang dibaca, tentang sholat" malam yang dikerjakan dan tentang tangan yang menengadah meminta semua pinta.
Di awal ramadhan ini saya dizinkan untuk memasukinya dengan waktu, tenpat dan status berbeda. Tidak pernah ada dibenak tahun" yang lalu, bahwa saya menjalani peran yang saya pibta ditahun" sebelumnya. Rasa syukur melimpah susah saya lafalkan, hanya air mata dan usapannya yang berbahasa. Terima kasih ya Allah. Engkau sang maha tahu, mengetahui jejak yang akan saya tempati saat ini, namun sungguh masih kurang sabar dan syukur saya hingga berada di titik ini.
Olehnya banyak janji yang terazzamkan, semoga pribadi ini menjadi ptibadi yang lebih baik, lebuh taat, lebih tenang dan yang Engkau ridhoi ya Rabbi.
Dua ayat yang sementara saya ulang dan saya lafalkan.
Yaitu ayat 2 al hasyr, "Allah menanamkan rasa takut". Olehnya atas semua rasa yang diizinkan dan ditanamkan oleh Allah, maka menjadikan kita mendekat pada Rabbil alamin. Dan ayat ke 9 surah yang sama "Barang siapa yang hindarkan dari sifat kikir, maka dia termasuk org beruntung.
Semoga Allah mengizinkan kelembutan dan ketenangan pada hati, hingga yang dirrzekikan olehNya membawa kita pada kebaikan.
Parepare, malam pertama bulan penuh kemuliaan.