Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
It’s been a month since my last blog post.
Dan banyak sekali cerita yang saya lewatkan. Luput begitu saja. Kalau pun dibuatkan list-nya, mungkin akan panjang sekali. Tidak tahu lagi harus memulainya darimana.
Intinya,
Semuanya berantakan.
Saya baru meninggalkan Jogja saat H-1 lebaran. Bukan untuk pulang ke Bekasi. Tapi ke Jawa Timur, menemani kakek yang sedang sakit. Juga meninggalkan semua pekerjaan saya, sebab di sana tidak ada internet. Dan kurang pantas rasanya untuk menyelesaikan pekerjaan diantara keluarga besar.
Pulang ke Jogja H+4. Langsung memulai proyek saya untuk Badan Penerbitan dan Publikasi UGM. Melahap habis buku referensi yang lumayan memusingkan. Sebab topik yang saya tulis memang cukup baru buat saya; soal kehutanan. Dan masih belum selesai, sampai hari ini.
Seminggu lalu baru pulang ke Bekasi. Acara keluarga lainnya. Meninggalkan pekerjaan lagi.
Lalu ke Jogja. Lagi. Senang mendengar kabar kalau produk BALKON Spesial yang sudah dikerjakan berbulan-bulan itu sudah dibagikan ke mahasiswa baru. Lalu kaget mendengar kabar kalau buletin itu ditarik peredarannya oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dan lupa kalau saya harus mengisi KRS.
Juga menulis.
Dan tetek bengek lainya.
Sekarang semuanya menumpuk. Dan ada tulisan yang harus saya kirim. Akhir pekan ini. Tapi hari minggu tinggal satu jam lagi.
Kopi adalah senjata terakhir menjelang dateline. Dia juga menjadi doping yang baik di tengah suntuknya rutinitas dan pekerjaan. Saya bukan tipe penikmat kopi yang mencicipi kopi untuk sekedar rekreasi. Peduli setan dengan rasa dan tetek bengek dunia perkopian. Saya cuma butuh kafein.
Tapi malam ini agak berbeda. Untuk pertama kalinya saya mencicipi kopi secara serius. Kopi pilihan yang diracik oleh barista -- bukan aa' burjo. Nama tempatnya Dongeng Kopi. Di daerah Jogja, tempat ini cukup terkenal. Enggak cuma buat penikmat kopi, tapi juga buat pecinta buku, karena memang tepat disebelahnya ada toko buku ajaib, Indie Book Corner. Lain kali mungkin saya akan cerita soal toko buku ini.
Kembali ke kopi. Niat awal ke warung kopi ini sebenarnya buat ketemu managernya, urusan kerjasama iklan. Tapi ternyata, saya lebih tertarik untuk icip-icip salah satu dari sekian banyak jenis kopi yang disediakan. Disimpan dalam toples kaca, tiap jenis biji kopi diberi label berisi nama, asal, dan karakter rasa. Saya yang tidak punya pengetahuan apapun soal kopi diberi penjelasan oleh mas-mas baristanya -- saya lupa namanya siapa.
Dongeng Kopi lebih banyak menyediakan jenis kopi arabika. Jenis kopi yang cukup friendly buat newcomer seperti saya. Cita rasanya sedikit asam dengan after taste rasa manis di lidah. Karakteristik ini cukup berbeda jika dibandingkan dengan saudara jauhnya, robusta, yang lebih kuat dan mengandung kafein dua kali lebih banyak dari jenis kopi arabika. Btw, setelah konsultasi yang cukup panjang, saya direkomendasikan untuk mencicip kopi Mandaeling. Untuk menghasilkan kualitas kopi medium -- tidak terlalu kental -- maka metode penyeduhan V60 digunakan.
Menggunakan filter kopi dan teknik penyiraman -- kurang lebih begitu -- metode ini menghasikan kopi yang tidak terlalu kental tapi juga tidak terlalu encer. Kata baristanya, ini metode paling gampang untuk mengeluarkan karakter rasa fruity dari biji kopi. Saya cuma bisa angguk-angguk blo'on saja, sok paham. Tapi memang, kopi yang dihasilkan ternyata memang tidak terlalu pekat. Warnanya malah seperti teh rumahan. Coklat bening gitu lah. Rasanya sedikit asam. Ada rasa pahit, tapi sangat tipis. Dan after tase manis juga lumayan terasa di sisi lidah. Hmm. Jadi ini rasanya minum kopi beneran. Sayang, hidung saya sedang pilek. Jadi tidak bisa menghirup aroma kopi ini.
Saya mengobrol cukup lama di sana. Bercerita tentang teknik roasting, brewing, bahkan pemilihan biji kopi. Tentang bagaimana satu jenis kopi yang di panen di kebun dan roast bersamaan bisa menghasilkan rasa yang benar-benar berbeda, sesuai dengan teknik brewing yang digunakan. Juga tentang bagaimana Dongeng Kopi mendatangkan biji kopi pilihan mereka langsung dari petani-petani di daerah. Kadang sampai mengharuskan mereka mendatangi perkebunan warga di daerah asalnya. Beberapa kali malah petani ini yang mendatangi Dongeng Kopi, dan menawarkan kopi hasil panen di daerahnya.
Sedikit pula obrolan kami menyinggung kopi Papua, yang ternyata, Freeport juga ada usaha di sana. Kopi yang katanya lumayan bagus. Sebab dirawat dan diproses secara lebih profesional. Berbeda dengan kopi-kopi Indonesia pada umumnya, yang diusahakan oleh petani-petani lokal yang kerjanya lebih tradisional. Citarasanya pun cukup berbeda. Kopi tradisional misalnya, karena dilakukan proses penjemuran di atas rumput, maka menghasilkan citarasa yang grassy -- istilah baru, dan saya masih belum paham juga seperti apa rasanya. Kembali ke kopi Papua, katanya kopi jenis inilah yang sering diborong Starbucks dan pengusaha kopi luar negeri. Selain Papua, beberapa daerah seperti Gayo juga sudah melakukan produksi kopi yang lebih modern.
Obrolan kami berlanjut ke komersialisasi perkebunan kopi. Tentang bagaimana misalnya luwak-luwak liar dijinakkan dan dipaksa untuk menghasilkan kopi luwak dari biji-biji kopi yang masih muda, masih hijau. Ya. Mereka tetap menghasilkan kopi luwak. Tapi kualitasnya tidak terlalu baik, walaupun bisa menghasilkan jumlah kopi luwak yang lebih banyak. Berbeda dengan luwak-luwak liar yang ada di perkebunan kopi, mereka hanya akan memakan biji kopi matang berkualitas baik, sehingga menghasilkan kopi luwak berkualitas baik walau dengan konsekuensi jumlah yang dihasilkan tidak sebanyak cara pertama.
Ada banyak sekali obrolan yang muncul di malam ini. Cukup banyak. Sehingga saya perlu mencernanya baik-baik. Seperti secangkir kopi malam ini. Menyenangkan. Menenangkan.
Terjaring razia, seorang perempuan minta waktu pasang pakaian dalam. “Siapa suruh kamu gak pakai bra di tempat ini,” ujar seorang Polwan yang berusaha membawa wanita tersebut ke luar. -- via Kompas.
Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Jawa Tengah betambah menjadi 35 orang tewas. Tidak hanya itu, 25 orang dinyatakan hilang, 14 orang luka-luka, ratusan rumah rusak. -- via Tempo.
Mengadu ke Kompolnas Bisa Lewat Pesan WhatsApp. Kemungkinan bisa lewat Go Jek. -- via Tempo.
Mancanegara
Rino Sahihara dari HKT48 resmi menjadi anggota Idol Group dengan penggemar paling banyak. Mengutip Tokyo Girls Update, Rino Sahihara berhasil mengumpulkan lebih dari 200.000 dukungan penggemar. -- via Kompas.
Kekinian. Mattel keluarkan barbie edisi game developer. -- via Huffington Post.
Lupakan Super Moon. Minggu ini kita akan melihat Strawberry Moon yang super langka. Katanya. -- via Huffington Post.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Siang tadi, ratusan mahasiswa, dosen, dan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melakukan aksi penolakan keberadaan organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia. Khususnya di lingkungan kampus. Karena dinilai mengganggu kreativitas dan pengembangan keilmuan. Sejumlah pengajar yang berhubungan dengan ormas ini bahkan tidak mau mengampu mata kuliah yang diharuskan menggambar tubuh manusia. -- via Tempo.
Komnas Perlindungan Anak: Mayoritas remaja laki-laki jadi pelaku grepe gengrape. Hampir 16 persen dari pelaku pemerkosaan ini adalah anak berusia 14 tahun. -- via Kompas.
Indosat Ooredoo sindir tarif mahal Telkomsel. -- via CNN Indonesia.
Mancanegara
McCain: Obama bertanggungjawab atas tragedi Orlando. Menurutnya, Obama melakukan kesalahan besar karena terlalu dini dalam mengakhiri perang Iraq. #cringeworthy -- via Huffington Post.
Seorang pria ditangkap karena telah memanjat jembatan pelabuhan Sydney. Polisi masih mencari tahu motif pelaku dalam melakukan tindakan tersebut. -- via BBC.
Mentega pra-sejarah berumur 2000 tahun ditemukan di Irlandia. Beratnya 10 kilogram. Masih layak dimakan. Tertarik? -- via BBC.
Kelompok peretas Anonymous menyerang ratusan akun Twitter pendukung gerakan ISIS terkait tragedi Orlando. Bendera ISIS jadi lebih berwarna. -- via Techly.
Random
Louis Menand, kontributor senior The New Yorker, memaparkan soal preferensi selera pengguna internet. -- via The New Yorker.
Yasraf Amir Piliang menjelaskan soal semiotika puasa. Tentang sistem tanda (sign system), sebagai juru bicara gaya hidup (life style). Tentang relasi posisi sosial dan kopiah atau baju koko. Tentang religiusitas dan sirup Marjan. -- via Tempo.
Di antara kawan-kawan saya. Ada semacam gap pengetahuan, lebih-lebih dalam hal kepenulisan. Jangankan tulisan serius macam laporan jurnalistik atau artikel ilmiah, untuk tulisan blog saja saya masih ketinggalan jauh. Misalnya, yang lain sudah bisa konsisten dengan topik dan bahasannya masing-masing. Saya masih saja kegirangan dan terheran-heran dengan kebahagiaan yang ditawarkan Tumblr. Saat yang lain sudah mulai malang melintang di berbagai forum, saya masih saja nyantai di B21.
Belum lagi soal karya sastra. Wah, saya sudah lebih jauh tertinggal.
Anggaplah tulisan ini semacam bentuk iri. Saya mengakuinya. Dan ini jadi semacam pengakuan dosa. Kemana saja saya selama ini. Kok sepertinya masih jalan di tempat. Jangan-jangan saya sudah terlalu banyak masturbasi -- asik sendiri. Menyepi dalam kamar dan lupa bahwa di luar sana masih banyak hal yang harus saya kerjakan.
Sepertinya harus ada resolusi yang jelas. Buat target tulisan? Bisa jadi. Supaya lebih konsisten dan lebih sering menulis. Harus ada penyemangat juga? Enggak harus-harus banget. Dan saya rasa enggak ada banyak pengaruh. Toh perubahan memang harus dimulai dari diri sendiri.
Sudahlah. Intinya saya harus melakukan sesuatu.
Oh iya. Hari ini saya buat laman baru untuk tautan blog kawan-kawan saya. Bisa dilihat di sini.
Mahasiswa UNSOED demo soal UKT. Sempat mengepung rektorat sejak jam sepuluh pagi. Karena pihak rektor menolak audiensi, maka efektif, sejak jam tujuh malam mereka memutuskan untuk bermalam disana. Sambil nonton Euro. -- via Times Indonesia.
Upaya evakuasi terhadap ikan paus yang terdampar di perairan Probolinggo, Jawa Timur, masih dilakukan. Dari 29 paus yang terdampar, 11 ekor dilaporkan telah mati. -- via BBC Indonesia.
Anies Baswedan sahur dengan tiga buah kurma dan sebutir telur. -- via Tempo.
Tanggal tua menjelang lebaran, seorang mahasiswa di Pematang Siantar, Sumatera Utara, tertipu undian SMS berhadiah. Ironi. -- via Kompas.
Mancanegara
Seorang senator di Pakistan, mengancam akan memperkosa seorang pembawa acara di stasiun televisi setempat. “Saya kehilangan kendali dan sebuah perdebatan sengit terjadi antara saya dan Marvi Sirmed.” katanya. Bukan sebuah jawaban dan pembenaran yang baik. -- via Kompas.
Jadi tersangka kasus pembunuhan. 18 Singa di India terpaksa menjalani hukuman penjara seumur hidup. Di kebun binatang. -- via The Sidney Morning Herald.
Dua hari lalu, salah satu majalah di Inggris memublikasikan foto Taylor Swift sedang berciuman dengan Tom Hiddleston. Dua minggu sebelumnya, Taylor Swift putus dengan Calvin Harris. Dan 4.6 Juta tahun sebelumnya, tabrakan besar di pusat galaksi menciptakan formasi sistem tatasurya kita. -- via NYmag.
Siaran resmi. Mark Zuckerberg bukan seorang kadal. -- via Time.
btw, baru-baru ini Facebook -- secara tidak sengaja -- mendeklarasikan perang terhadap Filipina. Serius. -- via Cnet.
Random
Ahmad Arman Dhani: Selama Anda orang Jawa, laki-laki, Islam, dan kelas menengah, maka Anda akan aman-aman saja. -- via Whiteboard Journal.
DetikX memberi penjelasan yang cukup komprehensif tentang alasan motif kotak-kotak pada sarung. -- via DetikX.
Justin Rohrlich membuat tulisan kontemplatif tentang daging kuda. -- via Roads & Kingdom.