Hitchhike Kopaja, Yeay! . . . 35 menit kami berdiri di depan halte busway Kuningan Timur. Sama, banyak kendaraan euy, tapi ngga mau berhenti. Hhehehhe... Mereka membaca tulisan NUMPANG MENTENG kami. Terlihat dari kaca mobilnya yang tampak dari luar. Ada yang mobilnya berjalan pelan mendekat untuk membaca. Ehh, tak jarang, kendaraan online pun menawarkan kami untuk diantarkan secara gratis. Karena berdua, ya saya menolaknya. Kan harus barengan. Niat di awal bersama, kan? Kami menghabiskan waktu dengan guyon sih biar katom #nyokmlaku ngga bete. Ehh, dari arah depan katom, sebuah kopaja berjalan pelan dan melambaikan tangannya mengajak kami. "Menteng, kan? Ayok naik.." ujarnya. . . "Mau numpang, pak," jawabku. . . "Ayok," ngga usah basa-basi nih. Setelah saling kode dengan katom, akhirnya kami naik kopaja itu. Ehh, berhubung angkot, ngga bisa euy foto plat kendaraannya. Dan saya lupa lihat juga. Nama abangnya Kurnia Tarigan. Asal Medan. Sudah berkeluarga dengan 2 anak (kelas 3 dan 1 SD). Sudah 8 tahun di Jakarta. Sejak lebaran, tarikannya tidak terlalu banyak. Hari ini, sejak kami naik, baru 3 rit dia narik. Biasanya bisa 6-7 rit per harinya. Alhamdulillah, masih banyak orang baik di Jakarta yang mau berbagi kendaraannya dengan pejalan seperti kami ini. Terima kasih, Jakarta ;) . . . Credit to: katom @nyokmlaku . . . . . Cerita lengkapnya nanti di blog yaahh.. Kami berhenti makan di Taman Menteng. Lapar, kak! Haiyaaaahhhh -_- . . . Lets play around, fellas . . . . #ceritaejie #nyokmlaku #maribermain #maindikota #jakartasepi #hitchhikerindonesia