#throwback #trip #lovelyplace❤️ #enjoyedalot #fun #blessed #prayer #temple #maontain #amazingview #maihar #mp #madhyapradeshtourism #madhyapradesh #bros (at Maihar)
seen from China
seen from Italy
seen from Hong Kong SAR China
seen from Russia

seen from Ukraine

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Venezuela
seen from United States
seen from Türkiye
seen from China
seen from Türkiye
seen from Indonesia

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
#throwback #trip #lovelyplace❤️ #enjoyedalot #fun #blessed #prayer #temple #maontain #amazingview #maihar #mp #madhyapradeshtourism #madhyapradesh #bros (at Maihar)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Catatan Perjalanan Gunung Papandayan dari Bandung
(ditulis oleh : Galih Dwiyan)
Setelah wacana demi wacana untuk naik gunung benar benar hanya menjadi wacana, akhirnya wacana naik gunung terealisasi. Berawal dari minggu mengerikan menyenangkan UAS Metalurgi 2014 yang akhirnya berakhir. saya ngompor di grup mengajak teman teman untuk naik gunung Prau. Tapi karena gunung Prau yang terlalu jauh, sangat ramai dan akomodasinya yang lumayan banyak ditambah waktu yang agak mepet akhirnya milih gunung yang deket deket aja biar murah. Akhirnya muncullah nama nama cikuray, manglayang dan papandayan. Sebenarnya nama nama gunung tercetus dari chat dengan Nurdedani Agustina a.k.a Nina satu hari sebelum uas Operasi Teknik Metalurgi tanggal 15 Desember malam. Akhirnya setuju deh naik Papandayan karena kebanyakan pada belum pernah naik gunung, apalagi ada Nadia. jadi nyicip gunung yang selow aja biar jadi Funcamp.
Pemilihan gunung udah selesai, akhirnya nyari personil deh. Awalnya yang oke sih Cuma 4 Gua, Nina, Kemal, dan Om Mamat. Karena yang lain lagi hektik UAS pada ga respon gitu deh diajakin. Setelah uas berakhir dan atas hasil bujuk rayu Kemal satu persatu pugnggawa akhirnya bergabung. Jadi deh 8 orang pemberani bergabung Fun Camp Papandayan dengan orang orangnya adalah gua, Om mamat, Kemal, Agung, Syaipul, Andrew, M Ilham, dan Satya. Nina gajadi ikut soalnya disuruh pulang sama mamanya. Hiks :( Isinya batang semua.
Tanggal 18 pada cari pinjeman peralatan naik gunung, peralatan standar naik gunung kaya sepatu, carrier, tenda, kompor, dan pernak pernik mendaki lainnya. Karena rencana berangkat tangal 19 pagi buta tanggal 18 niatnya pada nginep kontrakan gua di Dago Togok Asri buat packing biar paginya ga ngaret, namun karena syaipul yang ditarik sama dpa yang mau foto bareng di Jonas dan berujung pada mundurnya keberangkatan, akhirnya pada balik deh cuma sisa si satya yang nginep.
Tanggal 19 Pagi buta gua pergi kepasar buat beli kangkung, tempe sama bawang putih buat logistik. Terus ngulek bawang putih buat bumbu tempe entar di gunung. Jam 6.30 Kami semua, minus si Syaipul, yg dijanjikan dianter sama bang bagas langsung ke terminal caheum jam 7.30, cao dari kontrakan. Buat jalan jalan siliwangi, itung itung pemanasan wkwk
Kami memutuskan buat naik angkot Caheum-Ciroyom dari Siliwangi ke Terminal Caheum dengan tarif Rp.5.000 perorang sama bapaknya minta tambah Rp.10.000 buat semua carrier karena cariiernya gede2. Gasampe setengah jam kami nyampe Terminal dan nyari makan di sekitar terminal sambal nungguin si Syaipul yang foto ria. Ahirnya makan di warung Tegal yang cukup mengenyangkan dengan tariff 8.000-11.000 tergantung ngambilnya apaan. Setelah selesai makan Syaipulpun datang jam 8.40an. Setelah ketemu Syipul kamipun naik Bus Intan Raya Jabar jam 08.44. Kami penumpang pertama si bus. Jadi si Bus ngetem dulu depan terminal.
Buspun jalan dengan beberpa penumpang. Si sopir bis nyetel dangdut disko remix gitu sepanjang perjalanan salah satu lagu yang bikin NGAKAK baper liriknya:
saripati salah sendiri salah sendiri kenapa pake hati kalau begini terlanjur mencintai ya sakit hati
sudah ku bilang jangan dekat-dekat, ku takut engkau mengharap terlalu jauh kau kepoin aku, makin pusing diriku ujung-ujungnya kau pasti kecewa, cintamu takkan ku balas kau main hati, awas hati-hati, nanti nyesel sendiri
wkwk
Mekipun sedikit macet di Garut kami sampai terminal Guntur jam 12.18. Sesampai terminal Guntur kami langsung cari tempat makan dan salat dhuhur buat temen temen muslim. Makan siang di warteg juga dengan tarif Rp12.000-Rp17.000
Abis makan dan salat kami lanjut perjalanan naik angkot Terminal Guntur-Alun alum CIsurupan. Angkotnya warna Putih-Biru muda (Lupa dokum jadi gaada fotonya) dengan tarif Rp15.000. Abangnya bakal kasih harga Rp20.000 tapi tawar aja gapapa. Kami berangkat jam 13.10 dan sampe Alun-Alun cisurupan 14.05. DItengah perjalanan hujan turun dengan derasnya. Sampai di Alun alun cisurupan juga masih ujan deras. Jadi sebagian dari kami waswas karena bakal menganggu perjalanan
Setelah ditunggu dengan hati waswas hujanpun sedikit reda dan menjadi gerimis. Kamipun segera melanjutkan perjalanan. Ada tiga opsi yang ditawarkan untuk sampai ke pos 1 dari alun alun yaitu naik Ojek dengan tarif dasar 30rb perorang (blm ditawar), Naik Colt dengan tarif borong 250rb(blm ditawar), dan jalan kaki. Opsi Jalan kaki dicoret karena waktu lihat catatan perjalanan di internet pilihan jalan kaki itu Cuma buat 2 golongan yaitu golongan kurang duit sama golongan orang bego kurang pintar karena kalau jalan kaki bisa makan waktu sampe 3 jam. Akhirnya pilihan jatuh ke naik Colt dengan harga Rp220.00 untuk 8 Orang
Dari Alun-Alun ke pos 1 memakan waktu sekitar 30-45 menit. Beberapa meter sebelum pos 1 kami masuk kawasan gunung papandayan ditandai dengan pos ditengan jalan. Pos tersebut juga digunakan sebagai tempat regristrasi. 1 orang dikenai biaya sebesar Rp7500 untuk masuk kawasan papandayan dan biaya Rp.5000 untuk Camp perorang. Jadi perorang dikenakan biaya Rp12.500
Pukul 15.30 Kami sampai di Pos 1 untuk melakukan Regristrasi lagi dan membayar 5.000 perorang untuk uang kebersihan. Di pos pendaftaran ini juga dijelaskan trek gunung papandayan, dan lokasi camp. Setelah melakukan regristrasi kamipun segera naik dengan berdoa terlebih dahulu. Trek awal masih landai dengan trek berbatu. Selama 10 menit kami berjalan kami masuk di kawasan Kawah Papandayan yaitu kawasan kawah sulfur yang indah dengan bau menyengat. Beberapa kali kami berfoto ria di trek kawah ini
Selelah melewati kawah sulfur ada dua jalur yang dapat dilalui, kekiri langsung kearah hutan mati, atau ke kanan kearah pos 2/botherhood lalu ke pondok saladah dan baru ke hutan mati. Kami megambil jalur kanan karena ingin ngecamp, jalur ke kiri Kearah hutan mati hanya diperbolehkan bagi pendaki yang tidak ngecamp/langsung turun. Trek menuju pos 2 ternyata masih cukup landai. Kita aka melwati sekali turunan dan akan mendapati sekali tanjakan. Keluar ke pos 1 menuju pos 2/botherhood hanya memakan waktu 45 mennit tanpa distirahat. Sehingga total waktu yang dibutuhkan dari pos 1 menuju botherhood adalah 1,5 jam. Kami sempat bingung ingin ngecamp di botherhood atau pondok saladdah. tapi setelah mendapat informasi dari akang2 yang jaga di pos 2 ternyata jika kita ngecamp di botherhood kita bisa dapat sunrise dengan view yang bagus. Jam 5 kami bangun tenda di botherhood.
Setelah tenda selesai dibangun,kami beres-beres tenda salat bagi yang menunaikan dan segera menyiapkan kompor dan mempersiapkan makanan karena kami sudah sangat lapar. Menu makanan malam itu oseng kangkung, tempe sama nugget. Sayangnya malam itu mendung sehingga kami tidak dapat malam berbintang. Pukul 22.00 kami mempersiapkan diri untuk tidur supaya keeseokannya bisa dapat sunrise.
Pukul 04.40 kami sudah bangun untuk bisa dapat sunrise, beurntungnya pagi itu sangat cerah dan kami dapat sunrise cantik di botherhood. Cantik! di botherhood kami dapat sunrise, view cikuray, view hutan mati dan kaawh sulfur. Kami sempatkan foto di botherhood sekitar setengah jam. menurut gue keputusan untuk ngecamp di botherhood sangat tepat, selain di pagi itu dapat sunrise tanpa berjalan terlalu jauh, setelah ditelusuri ternyata di pondok saladah, tempat camp selain botherhood, yang ngecamp rame banget! Kaya pasar. Kalau sampai ngecamp dipondok saladah entar judulnya gajadi fun camp haha.
Setelah matahari udah mulai tinggi kami lanjutkan perjalanan menuju hutan mati dengan membawa beberapa logistik seperti air minum dan makanan ringan seta meninggalkan tenda kami di botherhood.
Perjalanan menuju hutan mati masih cenderung landai, kami sampai di hutan mati pukul 06.32. hanya butuh waktu 30-45 menit dari botherhood. Di hutan mati viewnya bagus, dengan aura agak mecekam. Dinamai hutan mati karena bekas kebakaran jadi pohonnya masih belum tumbuh, menyisakan sisa isa batang yang mati namun masih berdiri. View yang cantik kami dapat di tebing di ujung hutam mati. Dapat samudra awan! Dengan latar belakang gunung ciuray. Beruntung sekali kami hari itu karena cuaca sangat cerah.
Setelah dari hutan mati kami lanjutkan perjalanan, ada dua jalur yang bisa dilalui, bisa lewat kiri dan bisa sampai ke tegal alun dulu baru ke puncak atau jalur lurus untuk ke puncak dulu lalu baru turun ke tegal alun. Dari semua anggota belum ada yang pernah naik papandayan sehingga blm tahu rute, dengan polosnya kami ambil jalur lurus yaitu lewat puncak dulu. Jalur lurus agak menantang, kemiringan sekitar 70o dan sangat licin, sering juga ditemui bebatuan jadi kami harus hati hati lewat jalur ini. Buat yang mau mendaki, jalur ini tidak disarankan, mending ambil jalur kiri karena landai dan lebih menyenangkan. Jalur kiri memang agak tidak kelihatan dan tidak ada penunjuk jalan, jadi harus lebih jeli. Sekitar 30 menit kami sampai di puncak, kami sempat bingung dimana puncaknya, tapi untung kamibertemu rombongan yang juga sedang dipuncak. Puncak papandayan berupa pepohonan rindang dan tidak nampak seperti puncak pada umumnya. Hanya ada plang bertuliskan puncak papandayan.
Setelah dari puncak kami lanjut menuju tegal alun, dari puncak ke tegal alun hanya ditempuh dalam waktu 5 menit. Tegal alun merupakan lapangan luas yang ditumbuhi edelweiss. Di tegal alun juga dapat dilihat sisa sisa kebakaran papandayan bulan September, untung saja kebakaran tidak merembet ke hutan edelweiss. Di tegal alun kami beristirahat, berfoto-foto sambal menikmati hamparan edelweiss yang cantik.
Puas dari tegal alun, kami turun lewat jalur hutan mati (jalur kiri), kembali melewati hutan mati, camp saladah dan kembai ke tempat kami mendirikan tenda. Dari tegal alun ke tenda membutuhkan waktu 1jam 30 menit. Di tenda kami masak dengan menu spaggethi dan sarden sebelum turun. Kami berkemas, membereskan tenda dan turun pukul 11.42. Kami sampai pos 1 pukul 12.40 dan kembali ke Bandung dengan tansportasi yang hampir sama seperti keberangkatan.
Timeline Lengkap keberangkatan – kepulangan
Hari 1
6.30 – 07.00 Berangkat dari kontrakan dago asri ke terminal caheum
08.44 – 12.18 Naik Bus Intan raya jabar menuju terminal Guntur garut
12.18 – 13.10 Istirahat, salat, makan
13.10 – 14.05 Terminal Guntur ke Alun-Alun cisurupan
14.05 – 15.30 Alun-Alun cisurupan ke pos 1 (pos pendaftaran)
15.30 – 17.00 Pos 1 ke pos 2(camp Botherhood)
Hari 2
04.40 – 05.45 Sunrise di botherhood
05.45 – 06.32 Botherhood ke hutan mati
06.32 – 7.44 DI hutan mati
7.44 – 8.10 Hutan mati – Puncak – Tegal alun
8.10 – 11.42 Tegal alun ke camp Botherhood dan masak untuk makan siang
11.42 – 12.40 Botherhood – pos 1
12.40 – 17.55 Pos 1 – Kontrakan dago asri Bandung
Biaya perorang
Logistik makanan Rp.104.500 (pasta, sarden, nugget, kangkung dll)
Tenda 2 Biji 2 hari Rp.140.000
Gas 2 biji Rp.14.000
Angkot Dago Asri-Caheum Rp.40.000 + Rp.10.000 (biaya carrier) (@Rp.5000)
Bis Intan Raya Jabar (PP) Rp.400.000 (@Rp25.000)
Angkot Terminal Guntur-alunalun Rp.180.000 (@Rp.15.000)
Colt Alunalun – pos 1 Rp.220.000
Pendaftaran + Camp Rp.100.000 (@12.500)
Ojek Turun Pos 1 – Alunalun Rp.180.000
Angkot Alunalun-terminal guntur Rp.180.000 (@Rp.15.000)
Angkot Caheum – Dago Asri Rp. 40.000
TOTAL Rp.1.608.500/8orang = +- Rp.201.000