By: Ev. Iin Tjipto Ada saat-saat dimana pelayanan di Mahanaim begitu menekan. Ada saat dimana tidak ada uang sama sekali. Ada saatnya dimana tekanan itu berupa aniaya, ancaman, teror, bahkan rumah saya pun pernah dilempari batu, dilempari kotoran binatang sampai kotoran manusia, kami diguna-guna dengan kuasa gelap. Di awal-awal pelayanan, anak saya tidak bisa tidur sepanjang malam. Mereka berteriak-teriak karena anak-anak melihat kuasa kegelapan terus menyerang. Ada saat dimana tak ada satupun orang yang mengerti apa yang sedang saya lewati, tekanan begitu rupa dari semua orang. Tapi tidak ada cara lain, selain Bertahan. Saya berkata : “Saya tetap ada disini Tuhan, hanya ini yang saya bisa buat, saya tidak akan lari kemana-mana, saya akan tetap dalam panggilan saya.” Ada pula saat dimana saya menggendong anak saya yang waktu itu berumur tiga tahun dan dalam waktu dua jam anak ini menangis karena mendapat penglihatan kuasa kegelapan menyerang. Saya berdoa dan berbahasa roh, menyembah Tuhan dan saya berkata : “Tuhan, aku bertahan.” Iblis terus berkata : “akan ku serang terus Bekasi, kau terus duduki bekasi, kau akan melihat setiap malam.” Ada saat saya tidak bisa lagi berkata : “Kenapa Tuhan ijinkan.” Ada saat dimana saya tidak bisa lagi berkata : “Kenapa Tuhan tidak usir iblis dan hentikan semuanya.” Karena ada saat dimana Tuhan mau melihat sampai seberapa kita bertahan.