Belajar dan Ilmu
(mengingat kembali adab menuntut ilmu)
“Menuntut ilmu merupakan salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah ilmu dengan cara-cara yang mulia” – Institut Ibu Profesional
Pernahkah diantara kita mendefinisikan arti menuntut ilmu? Jika pernah, apakah arti menuntut ilmu? Saya mendefinisikan menunut ilmu sebagai proses kita belajar di sekolah formal, membaca buku, mengikuti seminar atau workshop. Namun ternyata definisi menuntut ilmu tidak sesempit itu. Menuntut ilmu merupakan sebuah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku kearah lebih baik. karena sifat dasar ilmu adalah menunjukkan pada kebenaran dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan.
Seorang guru berpesan kepada muridnya,
“Jangan sampai apa yang kamu pelajari adalah sebuah kesia-siaan dan tidak membantumu menjadi lebih baik. Sesungguhnya hakikat belajar adalah memperbaiki sikap. Jika masih stagnan tanpa ada perbaikan sikap setelah belajar, maka kamu tidak belajar.”
Seorang teman pernah menyampaikan apa yang diperolehnya setelah menghadiri kajian,
“Jangan sampai kita ini sibuk terus mengejar ilmu tapi hanya untuk menambah pengetahuan dan menambah deretan gelar. Eh ternyata tidak menambah keimanan. Untuk apa kita mengetahui banyak hal jika pengetahuan yang banyak tersebut tidak mendekatkan kita kepada Allah dan memberi cahaya dalam hati kita.”
Jleb! Rasa-rasanya kata-kata tersebut tepat sekali menegur diri ini kembali. Allah ingatkan untuk kembali memperbarui niat dan adab menuntut ilmu untuk diluruskan lagi.
Jika ilmu adalah prasyarat sebuah amal, maka adab adalah hal yang paling didahulukan sebelum ilmu. Adab sebagai sebuah pintu yang menjadi satu-satunya akses yang mempertemukan ilmu dengan para pencarinya. Adab pula yang menjadi tuntunan etika penuntut ilmu agar tercipta pola harmonis antar manusia dengan manusia ataupun manusia dengan Tuhannya. Mengapa adab menuntut ilmu perlu dipahami terlebih dahulu? Sebab adab tak dapat diajarkan tetapi hanya dapat ditularkan. Maka bagaimanakah adab menuntut ilmu tersebut?
Pertama, adab terhadap diri sendiri, yaitu ikhlas dan bersedia membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk, selalu bergegas dengan mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, menghindari sikap ‘merasa’ lebih tahu dan lebih paham, dan menuntaskan ilmu yang sedang dipelajari dengan mengulang dan membuat catatan penting serta bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas diberikan.
Kedua, adab terhadap guru atau penyampai ilmu, adalah dengan mencari ridha guru dengan sepenuh hari disertai dengan mendekatkan diri kepada Allah swt Yang Memiliki Ilmu. Selain itu adab terhadap guru adalah tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan dan memohon ijin jika ingin menyebarkan ilmu.
Ketiga, adab terhadap sumber ilmu, antara lain tidak meletakkan sembarangan (misal buku, tidak diletakkan sembarang tempat), tidak melakukan penggandaan untuk kepentingan komersil, tidak menyebarkan ilmu tanpa sumber yang jelas dan valid dan selalu menerapkan sceptical thinking dalam menerima sebuah informasi.
Maa syaa Allah, sungguh mulia kedudukan ilmu yaa. Yuk, kita amalkan adab menuntut ilmu.
Karena adab menuntut ilmu ini akan erat kaitannya dengan keberkahan sebuah ilmu sehingga akan mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.
Tulisan ini merupakan resume materi perkuliahan Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 5 sebagai salah satu usaha untuk mengingat kembali dan menuliskan kembali ilmu yang telah diperoleh.
Pic Source : Pinterest









