Tik.. Tok..
Angin di luar sepertinya berhembus dengan sangat kencang, hujannya juga sangat deras. Cerita hari ini akan berbeda jika aku masih menunda kepulanganku barang 5 menit saja. Mungkin saat ini aku masih berdiam di bawah halte, meneduh. Menunggu hujan reda untuk kemudian berlari segera ke rumah.
Tapi waktu memang begitu. Selalu punya kejutan. Dan malam ini aku sendirian bersama dengan detak detik jam dinding yang terpaku di sudut ruangan. Bersama waktu, yang selalu punya kejutan. Membawa semua rahasianya dalam bunyi yang konsisten; hanya satu detak dalam satu detik.
Aku selalu percaya bahwa di balik semua misteri ada hadiah istimewa yang sedang dipersiapkan Tuhan. Di balik semua kejutan, baik ataupun buruk, Tuhan sedang siapkan ragam upaya pendewasaan.
Kadang kita kesal dengan keadaan. Kenapa ini datang sekarang? Kenapa itu tidak datang tadi? Kenapa bukan yang ini yang datang? Tapi seringkali juga kita memutuskan untuk menunggu sejenak dengan sabar; atau segera mengambil keputusan untuk bergerak; lalu kejutannya datang. Tanpa diduga, tapi tetap saja bahagia.
Dan semua memang akan ada waktunya. Seperti handphone yang akan meminta untuk dicharge sebelum mati. Seperti tubuh yang meminta air dalam dahaga. Seperti bunga yang meminta dipetik, sebelum layu. Semua sudah ada waktunya, yang berbeda adalah bagaimana kita manusia menyikapinya ketika waktunya tiba.
Pada akhirnya semua adalah tentang bagaimana kita bisa memelihara pola hubungan kita dengan waktu dan Pemiliknya. Tik.. Tok.. Waktu terus berlalu. Hujan reda. Beristirahatlah; ingatkan pagi tentang mimpi yang terjeda itu.
Malam Minggu, atau Minggu pagi. Di tengah badai skripsi.













