Bumpy Ride (Korryn x fem!reader)
CW: suggestive end.

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from China
seen from Estonia
seen from United Kingdom
seen from Poland
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Netherlands
seen from United States
seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Netherlands
Bumpy Ride (Korryn x fem!reader)
CW: suggestive end.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Catching up, here's No Gang's Land.
『Whoa, talk about a welcome party... So you're that legendary hero Chief the little mouse kept talking about, the one who's saved DisCity and the loaded big shot backer? Haha. Cool. Looks like you'll be the one who's got my back in DisCity~』
~Korryn ( path to nowhere)
korryn x fem!reader bokep murah mobil mogok
aku terus-terusan bilang ke papaku bahwa aku nggak mau diberi baleno tuanya. mobil itu sudah tua sekali. tidak terawat pula, naas terlupakan nasibnya sejak papa beli mobil impiannya beberapa tahun lalu.
air conditioner rusak. jok mobil berdebu dan bau apek, bau keringat, bau kaos kaki. belum lagi ada stella jeruk yang malah bikin aura negatif. bengkel tempat mejeng optimus prime sekalipun bakal angkat tangan kalau disuruh nampung mobil ini.
meski begitu, aku lagi-lagi hanya bisa nurut saat disuruh-suruh papa buat belajar nyetir pake baleno kadaluarsanya. sampai-sampai dia manggil orang untuk ngajarin aku nyetir. perempuan, tampak umurnya nggak jauh dariku. tinggi. cantik. kebetulan mantan aku yang putus sebulan lalu.
eh?!
"ih. aku nggak mau duduk di sana." aku berkacak pinggang, memperhatikan dari luar di bawah terik matahari saat korryn lagi manasin mobil. aku nggak ngerti kenapa kok kayaknya dia semangat sekali.
"lho, terus nanti tetehnya belajar nyetirnya gimana? mau aku pangku?" dia terkekeh kecil, meremehkan banget.
aku berdecak, mulai merasa kesal. "nggak gitu..." jujur saja responnya tadi mempengaruhiku. sedikit. meski begitu, aku nggak goyah. "pulang aja kamu, nggak apa-apa. nanti biar aku aja yang bilang ke papa."
korryn menggelengkan kepala. "gak bisa gitu dong teh, aku udah janji tau ke papanya, mau ngajarin nyetir sampe lancar. udah dibayar juga, lho."
melihatku nggak tergerak sedikitpun, korryn menambahi, "yaudah deh, kalo gitu tetehnya duduk aja gak usah dulu pegang setir. nanti dengerin aku aja jelasin ini-itu. dicoba aja dulu teh hari ini sama aku, siapa tau enak. mau ya?"
karena nggak bisa nolak lagi, aku akhirnya memutuskan buat nurut aja. aku duduk di kursi penumpang, dengerin penjelasan panjang lebar dia tentang mesin, tentang mobil, tentang caranya nyalip truk. semuanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri. gimana nggak, dia jelasin kayak video tutorial youtube. ngantuk. apesnya, aku lupa bawa ponsel.
aku tengah melamun dan menahan kantuk saat tiba-tiba jalannya mobil berubah agak tersendat-sendat sampe perlahan berhenti. mesinnya mati. kami berada di jalanan sepi entah di sisi kota yang mana. korryn mengumpat pelan. "anjing. jangan dulu, please..."
dahiku mengerut. "lho, kenapa ini?" aku berpaling ke korryn, meminta jawaban.
korryn membuang nafas gusar, tangannya berkutat membuka pintu mobil. "haduh. sebentar, aku cek dulu."
aku menunggu di dalam, memperhatikan sambil kesal saat korryn membuka kap mobil. aku tidak mau tahu lagi.
udara siang itu kerasa semakin panas. semua hal bikin gusar dan gak nyaman. korryn juga. dia tidak kunjung membuat mesinnya menyala lagi. belum lagi kelakuannya. kenapa dia kok mau nerima job ini dari papaku?!
akhirnya dengan berat hati, aku keluar dari mobil dan menghampiri korryn di balik kap mobil yang terbuka. "udah ketemu masalahnya?"
korryn membelalakkan matanya sekejap, sebelum nyengir tanpa dosa. "eh... sebetulnya udah, tapi aku nggak bisa betulin tanpa alat-alat. tapi tenang, udah telpon temen aku dari bengkel, katanya segera ke sini."
"lama nggak? ini panas banget tau, aku udah nggak betah banget di dalem."
"duh, tahan sebentar atuh geulis, kayaknya tiga puluh menitan baru nyampe orangnya."
"ih, keburu mateng aku di dalem." aku berdecak kesal, lalu berbalik untuk dengan terpaksa duduk diam di dalam mobil oven.
aku duduk bersandar, kini pindah ke kursi belakang untuk selonjoran kaki. satu tangan mengipasi wajah, satu lagi menarik kerah longgar di baju atasanku yang bersimbah keringat.
tak lama, kap mobil ditutup dan aku bisa melihat korryn. ada noda cemong di satu sisi pipinya. dahinya berkerut, tampaknya dia sama kesalnya denganku meski tadi semangatnya sempat meledak-ledak sekali. dia juga mandi keringat, hanya saja bajunya bebas dari noda basah memalukan karena sudah dia tanggalkan entah sejak kapan. berdiri di depanku, korryn hanya berbalut tank top putih dan celana jeansnya.
ngeselin banget, dia rasa dia mikaela banes.
korryn berkacak pinggang, mengelap keringat di dahinya sambil memandangku yang masih selonjoran kaki di kursi belakang. "punten nya geulis, nunggunya agak lama. mobil ini sempet dibawa dan diurusin sama temen temen aku, sempet nginep lama di bengkel. tapi ternyata sekarang ngadat lagi."
aku menghela nafas, mencoba merespon dengan tenang. biar nggak makin gerah. "iya, nggak apa-apa. nggak ada yang tau juga kok mobilnya bakal gini lagi. kita tunggu aja sampe yang mau urusin dateng."
korryn mengangguk setuju, mungkin lega juga tidak kena semprot. aku pun merasa simpatik sama dia. sedikit. dia cuma pengen bantu mengajariku menyetir, nggak lebih. mungkin. dan mungkin aku tidak usah galak-galak padanya.
"sini ke dalem. agak sempit sih, tapi ga sepanas di depan. pintunya dibuka aja." aku bergeser di kursi belakang, menyisakan ruang untuk korryn. agak kikuk. aku berusaha memalingkan pandangan saat dia bergeser ke arahku, mencari posisi yang nyaman.
"gerah ya." korryn menyeletuk.
anggukan singkat aku beri sebagai respon.
"bajunya dibuka aja sih teh kalo gerah banget, nggak apa-apa." katanya lagi. "nih, aku juga kaosnya dibuka tadi. nggak kuat."
aku menelan ludah. aku paham sih, maksudnya baik. percuma juga kalau bajuku yang terendam keringat masih dipakai terus. tapi kenapa kok bisa dia mengatakan itu dengan santainya? melakukan semua ini dengan santainya?
"kamu tuh kenapa sih aneh banget?" aku merubah posisi, duduk bersila menghadap korryn. "segala manggilnya kayak gitu, aku nggak suka."
lagi-lagi korryn cuma ketawa. amarahku naik lagi.
"dan lagi kok kamu mau aja disuruh papa aku?!" aku menambahi. "sengaja banget. kayak ga pernah bikin aku nangis aja dulu."
korryn mengangkat bahunya. "aku cuma bikin pernah kamu nangis keenakan kok, gak pernah karena sakit hati."
mukaku mungkin makin memerah karena panas. sumbu kesabaranku juga tinggal dua senti. "najis banget. kamu gak tau aja." aku membuang wajah.
"yaudah sekarang coba liatin ke aku. aku emang gak tau." korryn bergeser mendekatiku, tangannya tiba-tiba menopang daguku, memaksa menolehkan kepalaku. "coba nangis lagi depan aku. nangis beneran, bukan nangis yang sambil desah-desah kayak lonte."
eh, edan.
badan kami terlalu dekat. udaranya terlalu panas. aku terlalu gengsi buat bilang kalo aku memang pengen dia bikin nangis lagi.
aku diam seribu bahasa, cuma menghela nafas gusar.
"kenapa? mau nangis yang itu? yang keenakan sampe lupa dunia, jadi tolol minta diewe sampe pagi?"
aku memalingkan wajah lagi. kalau sudah begini, korryn nggak akan berhenti. dia bakal terus-terusan tekan aku. karena dia tahu aku juga pengen. itu yang bikin aku kesal, bikin aku ingin tabrak lari dia pakai mobil ini.
"diem aja, bisa nggak?" aku melipat tangan di dada. wajahku memerah.
korryn mendengus meremehkan tapi dia malah makin mendekat. tangannya yang nggak sopan bertengger di pahaku.
"masih sok jual mahal ternyata. padahal udah becek kan, aku panggil teteh terus dari tadi?" jari-jarinya yang kasar dan panjang mulai menarik-narik ujung celana denim pendekku. "gak inget kamu segampangan apa pas sama aku dulu?"
"korryn, ih..." aku akhirnya berpaling. tanganku bergerak ke bahunya, nggak bermaksud jelas entah untuk dorong dia atau tarik dia lebih dekat.
senyuman dia yang sombong selangit itu hal terakhir yang aku lihat sebelum bibir kami bertemu. korryn nggak sabaran. belum sampai aku tarik nafas, tangannya menelusup masuk ke balik bajuku yang terendam keringat.
tangannya yang kasar namun lihai bertemu dengan kulitku. dari pinggang, bergerak ke atas membingkai dadaku, sampai akhirnya meraih dua gundukan yang dia sangat suka di sana. meremas dengan kasar, lalu memainkan pucuk yang sudah mengeras di antara jari jemarinya.
belum apa-apa, punggungku sudah melengkung ke arahnya.
sebelum kehabisan nafas, aku perlahan menyudahi pagutan bibir kami, menarik seutas tipis saliva entah milik siapa. namun korryn, dengan nafas yang masih memburu, menarik leherku lagi untuk menyesap lapar di bawah rahangku. turun ke bawah meninggalkan jejak yang basah sampai ke dadaku, lalu satu tangannya berpindah melingkari pinggangku erat-erat sementara yang lain masih mengelus dan meremas di tempat yang sama.
aku pegangan ke bahunya, terdorong sampai ke posisi di mana kakiku harus dibuka lebar buat dia.
korryn terkekeh kecil, nafasnya panas membuatku menggelinjang. jelas sekali nafsunya sudah nggak terbendung. "ngangkang juga akhirnya."
aku nggak cukup bertenaga buat nampar mulutnya yang kurang ajar itu. mulutku sendiri cuma bisa aku gigit-gigit, sesekali aku buka malu-malu karena nggak tahan ingin melenguh.
"kemarin pas lagi nggak sama aku, ngangkangin cewek lain gak?" dia bertanya begitu sambil menekan pahanya di antara pahaku. mulutnya masih di leherku, masih membuatku mendongak sambil terpejam nikmat.
"mmh—nggak..."
"kasian banget, memeknya cuma bisa basah kalo sama aku, ya?" sambil bilang begitu, tangan korryn yang semula melingkari pinggangku perlahan masuk ke celanaku. aku menyiapkan mental karena mulutnya pasti mencemooh lagi begitu tau keadaanku di bagian bawah.
korryn menyunggingkan senyum angkuh. dengan mudahnya, jarinya menekan-nekan tonjolan kecil yang menjejak di celana dalamku yang becek.
aku hadiahi dia lenguhan lembut namanya, nggak mungkin lagi ditahan. pinggul bergerak hati-hati mengejar tempo pelan yang menyiksa dari jari korryn.
"mau terus? kalo nanti temen aku dateng dan liat kamu gimana?" korryn tanya, sambil jarinya menekan lebih dalam. mulutnya tepat di telingaku, mengecup dan menggigit-gigit gemas. "mending kalo dia balik arah langsung pergi gitu aja, kalo dia jadinya pengen pake memek kamu juga gimana? mana dia juga cantik banget lagi, nanti kamu desah enaknya pake nama dia, bukan nama aku."
aku menggelengkan kepala, mulai terpengaruh kata-kata korryn yang semakin kurang ajar dan jorok.
"mau korryn aja..." aku melenguh. tangan menggerayang ke belakang lehernya, menarik korryn ke dalam satu ciuman yang lebih dalam dari yang tadi. lidah bersilat di dalam kehangatan mulutku, saliva menetes-netes berantakan di kedua ujung bibir.
aku melepas kontak saat jari korryn berpindah ke balik celana dalamku, tanpa ragu melesakkan dua digit yang lentik dan kasar ke dalam. korryn tau di mana titik yang buat aku lemas, buat aku pegangan makin erat sambil mengalunkan nama dia di tengah kenikmatan. jadi dia nggak buang waktu.
"baru masuk bentar udah keenakan banget." katanya, nafasnya menggelitik telingaku. "saking udah biasanya ya sama aku? udah sering banget aku pake, lama kelamaan bakal longgar juga kamu sama aku."
aku nggak ingat apa lagi yang dia ucapkan, apa lagi hinaan kotor yang dia bisikan di telingaku. yang aku ingat pandanganku memutih begitu korryn mempercepat jarinya, meraih titik yang dia hafal betul letaknya di dalam untuk bikin aku teriakin nama dia sambil megap-megap keenakan.
korryn cuma ketawa kecil. egonya terpenuhi. dia ada di puncak kepuasan yang lebih tinggi daripada aku sendiri.
"besok belajar nyetirnya di paha aku aja ya, aku kangen kontolin kamu sampe pipis."
di siang yang terik itu, setelah aku rapatkan lagi kaki dan jernihkan kepala, aku sadar aku belum bisa lepas dari korryn. sebulan aja nggak mungkin cukup tanpa aku minta dia handle aku lagi kayak mesin baleno yang berisik dan bandel itu.
oh, dan aku juga sadar korryn bohong soal mesinnya.
Yee-haw 🤠
Rehabilitation doodle.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
So, uh, I usually don't write for the new PTN Sinners that are announced (China is 6 months ahead of global updates), but with the reveal of Korryn and Mira, and seeing that they are cowgirls! I had to write something very OOC... @sea-lanterns Angey, come get the cowgirls (Korryn's part is sub!reader). Also a big believer that Korryn has nipple piercings as well as the belly button one... she seems like the type.
CW: NSFW, Smut under the cut
I think this is one of my most personal favorite events, it's just so adorable!