Halo kawan, apa kabar~ 😂 #kknunud #kkn2016 #kemerdekaan #hutri72 #merdeka #panjatpinang #friends #bestfriends

seen from United States

seen from Israel
seen from Türkiye
seen from China
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Paraguay

seen from Australia

seen from Singapore
seen from Macao SAR China

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from China

seen from United States

seen from United States
Halo kawan, apa kabar~ 😂 #kknunud #kkn2016 #kemerdekaan #hutri72 #merdeka #panjatpinang #friends #bestfriends

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
intinya, kami punya gaya dan karakter masing-masing. sejutek, sekalem, sesenyum, dan senyengir-nyengirnya kita, yang penting adalah ada waktu untuk berjumpa. satu institusi jarang bersua, sekalinya dikumpulkan masih ada saja yang kurang. setidaknya bendahara selalu ada, bahkan ketika sewa mobil kemarin pertanyaan yang paling ku ingat adalah “eh ntar dulu, wiwit kita bawa kan?” padahal jelas-jelas wiwit duduk ditengah chaca dan suci. memang, ada ada saja, yang pasti, akan ku susul siti meraih gelar Sarjana dari universitas ini!
Reuni KKN BRTPD XXX, semoga tali silaturahmi tetap terjaga. Aamiin #kknupy #kkn #reuni #BRTPD #kkn2016 #kknbrtpd #silaturahmi #longlastfriendship #longlive
Caught 2 chicks by risking the attack from its mother 😁😁😬🐔🐣🐤🐥 #kkn2016 #exploreindonesia #29072016 #throwback
Hai KKN-ku, apakah kau tenang menjadi sebuah memori?
Sudah hampir 3minggu KKN ku berlalu dengan masa – masa skripsian ku sebagai mahasiswa semester 7 ini, yang terakhir, oke? Siap! Aamiin!!! Eits bukan berarti terakhir kalinya menjadi mahasiswa, namun tahun terakhir di jenjang Strata satu ku ini. Sebelumnya, aku pernah posting kalau aku menjadi seorang dari 14 anak jenderal yang didelegasikan buat duduk di kereta, sampai Jakarta, pergi ke Soetta duduk di pesawat, lalu duduk di kapal ferry, duduk di bus, dan sampailah di Sunrise City Hotel, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Ngapain sih duduk di setiap jenis kendaraan yang ada di Indonesia? Seru ya pasti perjalanannya? Yang pasti ngga muntah kaya pas di Jungleland kan? Kalau yang aku tulis miring ini dibaca sama seseorang pasti dia flashback bagaimana dia ngajak aku ke kamar mandi buat nyuruh ngeluarin muntah yang lenjeh – lenjeh ngga mau keluar itu, daaaan rasanya gak enak.
oKe, kita perjelas aja, ngapain pula duduk selama itu di perjalanan kalau bukan buat mengabdi pada masyarakat. Udah diajarin, udah meneliti, masa iya ngga mau mengabdi? ^^ Sampainya kami disana, kami tersebar masuk pada pleton-pleton yang dibagi oleh panitia bekerja sama dengan TNI AL setempat. Seru loh, makan dibariskan, mau olahraga dibariskan, sebelum mandi apel pagi dulu, diajak jalan-jalan dan teriak-teriak semangat gitu.
Makasih loh Pak Bapak TNI AL yang udah setia nemeni kami selama 4 Hari di Hotel, bangunin kami semua setiap pagi, tapi sayangnya ngga ada sesi greget buat di marah-marahin atau apalah itu, seperti hiu biru kalau pas ospek SMA dulu. Jadi ada yang berkesan dramatis ala ala pesinetron antagonis gimances gitus.
Serunya pas di Hotel itu, banyak yang lucu, kita pertama datang pun berbeda waktu, karena masing-masing universitas punya tiket sendiri dan jam terbangnya sendiri. Kalau kami anak jenderal ini sih otw dari Soetta tgl 21 pagi menjelang siang, dan ternyata naik pesawat rasanya enak, kalau kurang baik pendaratannya terasa kasar banget, kaya naik kora-kora gitu turunnya. Duh, komentar mulu ya aku? Ya, ngasih testimoni lah sedikit, setjara aku pertama kalinya naik pesawat nyobain 2 armada sekaligus, gratis pula, ya bahagianya jadi orang penting, loh? Ngga ini Cuma bagian dari coba-coba yang mengalami keberuntungan.
Panjang banget ya, ceritanya, iya abisnya selama sebulan disana aku ngga posting di tumblr, sayang juga sih padahal wifi di balai desa itu kenceng pake banget walau kadang-kadang ilang juga. Hehe...
....
Masa Pembekalan
Di pembekalan ini selama 4 hari, aku senang pakai banget. Di pleton kami, pleton 13, kami bisa bertemu mahasiswa dari berbagai universitas, 1 pleton terdiri dari 2 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 15 orang, jadi 1 pleton sama dengan? 30 orang. Yap benar! Kaya bocah juga /wkwk/
Kami sendiri dapat 2 kamar, kamar 121 untuk wanita dan 122 untuk laki-laki, yang paling bikin shock abis tuh, ketika kami kumpul sementara cuaca hujan, kita kumpul semua buat kenalan di kamarnya cowok. Apa yang terjadi? Kami para perempuan ini terbelalak dan bilang “kamarnya bersih dan rapih pake banged”.
Gilak ngga tuh? Kami yang perempuan pun kalah euy. Ruang tamu mereka itu mengkilap, ruang tamu kami kasur dan barang-barang berserak. Hahaha ini kalau kebayang aku masih bisa ketawa sendiri ngeliatnya.
Pleton 13, dikomando oleh Danton, Pak Kurniawan namanya. Sumpah ya, ini Pak Bapak baiknya pake banged. Waktu itu ada teman kami yang sakit pun dibelikan bubur dengan cepat, ketika ada yang sakit sedikitpun disuruh tidur aja di kamar istirahat, kalau kami tanpa kabar, Bapak ini cepat sekali sms in kita, nelepon kordes, selalu manggilin nama kita tiap malam, kalau ngomong itu alusnyaa ya ampun, Pak Kurniawan ini memang asal Jawa lagi tugas di KepRi, tinggal di perumahan TNI AL, dekat banget sama posko kami di Bintan. Btw, kelompok kami yang tinggal seatap selama 4 hari itu dapat lokasi KKN di Tanjung Berlian, Karimun.
Masa KKN
Kepulauan Riau itu punya beberapa pulau, Riau dan Kepulauan Riau itu beda daerah. Dari Riau ke Kepri itu naik pesawat terbang. Ibu kota Kepri itu Tanjungpinang, Ibu kota Bangka Belitung itu Pangkal Pinang. Banyak orangorang sebut Kepri sama dengan Riau. Padahal lokasinya jauh ughaaa... Kepri punya pulau-pulau besar yang kalau di peta itu terpisahkan oleh jarak yang bernama laut. Bukan LDR kaya yang nulis ini kok, hehe. Dari Bintan ke Tanjung Pinang itu dekat. Bahkan masih bisa dilalui jalur darat ada yang 20 menit juga dari kota, termasuk daerah lokasi KKN kelompok kami, di Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Selain Bintan, ada Batam, Karimun, Lingga, Anambas, dan Natuna. Bintan pun ada pulau kecil terluarnya. Yang pertama menjadi lokasi KKN kami itu adalah Desa Pulau Dendun. Pas pertama kali pembagian kelompok diberitahu oleh panitia, aku sempat bingung, kok nama desa tapi pakai nama pulau, oh ya baru nyadar kalau itu bagian dari provinsi yang notabenenya adalah lautan. Kalau di Desa Pulau Dendun itu agak jauh, kita juga harus nyambung alat transportasi perahu motor yang namanya pompong. Pompong yang kesana itu adanya 2 hari sekali. What a nice moment kan? Kalau mau belanja ya itu 2 hari sekali, pompongnya sistem borongan dan gak setiap hari ada, dan itu adanya pagi sama sore doang.
Kalau desa yang baru, alhamdulillah ngga pernah kekurangan suatu apapun. Bahkan kami disuguhi keindahan alam Tuhan yang asli, bikin aku betah disana. Sebagai seorang scorpion, ngga juga sih, aku memang suka banget sama pantai, laut, kebebasan, dan ketenangan. Pantai di sana terjaga banget keasliaanya. Airnya jernih. Hijau airnya bagus sekali. Nyaman banget sama suasana pantai disana. Terik banget memang sinar mentarinya tapi indahnya pantai akan aku arungi sekalipun kulitku menjadi hitam.
Kami juga mengunjungi danau-danau dan sand dune yang terbentuk karena adanya penambangan pasir disana. Bagus. Kolam renang terbesar se-Asia Tenggara pun kami singgahi. Tarif masuk yang hanya 100k, kalau mau pakai fasilitas masih ada yang kena charge sih, tapi dijamin enak banget buat honeymoon. Jangan kaget sama harga sewa kamar disana, bisa paling murah itu belasan juta kok. Kami disana banyak bertemu turis dari jepang dan cina. Ada yang dari timur juga tapi kami tak banyak cakap dengan mereka.
Selama KKN, warganya alhamdulillah welcome banget. Aparatur desa baik-baik semua. Pak kades , bu kades, pak rt, pak rw, pak dusun, hah pokoknya semua orang disana welcome banget sama kita. Karena pertama kalinya manusia se-Indonesia didelegasikan Cuma sebulan buat mengabdi mengembangkan ekowisata bahari daerah tersebut. Proker tambahan kami buat untuk masyarakat setempat. Kak wiwit yang suka ngajarin ngaji, selalu ditanya : “Kak wiwit rabun ya gak bisa liat jauh, kok pakai kacamata” aku sih kaget aja hihi, maklum mata minus. Dibilang cantik loh kak kalau pakai kacamata, sebagian lagi bilang cantik loh kak kalau ngga pakai kacamata. Kakak mirip kak sama artis ini. Duh ya ampun!
KKN disana aku terkenal sebagai biduan. Biduan Purwokerto kalau Pak Afrizal selaku DPL desa kami bilang. Awalnya agak risih juga dibilang biduan. Soalnya, pertama, genre lagu aku itu pop klasik, bukan dangdut. Aku penyuka ketenangan, walau ngga galau tetap aja dengerin lagunya ya yang selawselaw gitu. Kedua, aku salah beli jenis bedak. Aku biasa pakai pelembab, foundation, baru bedak. Biasanya aku pakai wardah lightening two way cake(TWC) number 3 yang light feel. Tapi, TWC yang light feel waktu itu aku pergi sama Ndut, adanya yang beige, sementara beige warnanya di aku kurang bagus. Karena si mbanya nawarin yang TWC nomor 3 tapi yang extra cover, alhasil lah aku ngga ngerti teksturnya, ketika aku pakai memang tebal banged. Jadinya harusnya aku tampil natural ini malah tampil menor, karena pakai extra cover tapi sebelumnya aku pakai pelembab dan foundation. Duh muka putih tangan item, asli malu banget. Sekarang karena udah tau teksturnya, aku Cuma pakai sunscreen sama bedaknya aja. Suka banget sama wardah, habisin ini dulu baru back to my light feel series.
Udah, biduan kebanyakan nge-review make up kan jadinya. Haha makeup aku present by wardah semua. Mencari yang halal dan nyaman. Ya! Itulah kosmetikku, sampai sampai maskara sekarang kering karena tiap hari dipakai 8 orang seposko hihi,yang paling sering pakai si Dwi, Dwi suka banget pakai maskara, tapi maskara dia ilang. Aku sering minta lulur balinya dia, asikmjuga ternyata luluran. Loh ini cerita KKN kok, bukan rumah cantik Wiwit. Biduan ini suka banget di panggil Pak RT, RW, Dusun, Kades buat jadi MC ketika ada acara. Teman-teman seposko juga sering banget nunjuk aku buat jadi MC, kadang berdua sama penyiar radio RH Gorontalo yg namanya Ismet. Partner MC yang banget dangdutan!
Aku terkenal karena biduan, loh ngga kok, penyumbang suara false terbaik se desa Toapaya Selatan. Yang penting kan ngajak audience nyanyi, suara gue jelek sih masa bodo, tenang kok, ismet, putu, nanda devi, dwi selalu nemenin aku nyanyi di atas panggung. Karena disana banyak orang jawa juga, jadi aku sama dwi yg dari pulau jawa sering banget diminta lagu jawa. Banyak yang suka lagu didi kempot, tapi aku kurang begitu hafal sama lirik dan nadanya, kecuali stasiun balapan. Alhasil tiap di acara sunatan, hajatan apapun itu, agustusan, dan perpisahan pun nyanyinya cucak rowo terus. Sampai ketika Pak Kades dan tim mempersembahkan permainan alat musik grup band ala ala mereka, aku pula nyanyi cucak rowo, hits banged deh. Si punokawan sampai apal : Ini mbak yang purwokerto kemarin nyanyi cucak rowo kan?”
Padahal mah udah minggu minggu lalu aku nyanyi itu di hajatannya pak RT 10. Inget aje si Bapak bapak yang jadi punokawan waktu itu. Ngga apa-apa yang penting punya kesan yang baik sama warga setempat. Mereka senang banget nyediain makanan buat kami, lalu kami diminta buat berkunjung menemani makan malam mereka. Seru sih, kenyang terus perut. Untuk pelaksanaan proker memang kami terus terang di awal pertemuan kami dengan Kades dan Pak RT RW Dusun setempat, kalau dana proker kami memang tidak diberi dari pihak penyelenggara.
Untuk makan dan tinggal alhamdulillah selalu banyak berkah. Setiap acara pun banyak bantuan dari Kades dan warga setempat. Pokoknya kami banyak dijamu. Proker utama kami ada 6, 4proker tentang ekowisata bahari, yang alhamdulillah sekarang ide kami dilaksanakan oleh desa setempat untuk menjadikan Sungai Mantrus di desa tempat kami KKN menjadi ekowisata bahari desa itu. Kemarin kami sudah membuka akses jalan, pengumuman kepada warga, membentuk lembaga, kerjasama dengan dinpar, beppedas, dan dinhut setempat, responnya baik sekali. 2proker utama tentang menumbuhkan rasa cinta tanah air, itu sudah terlaksana setiap hari melalui bimbel dan mengajar di sekolah dasar. Ada kelas inspirasi kebangsaan yang kami jadikan proker besar kami dengan memberi motivasi kepada mereka semua. Alhamdulillah banyak makanan!! Loh, bukan. Eh bener kok. Makanannya enak – enak, aneka jenis ikan semua. Aku sampai bingung mau makan ikan yang mana, yang pasti aku makan urap, karena kangen banget sama sayuran yang satu itu. Acara proker utama ke6nya berjalan dengan lancar.
Ada 11 proker tambahan yang dilaksanakan selama 1 bulan disana. Terjalani semua. Alhamdulillah feedback warga pun bagus. Melalui Ricky, bendahara desa setempat, kami sering disalami oleh warga setempat, terutama anak-anak didik kami. Kami ajarkan mereka bahasa inggris, komputer, sketsa wajah, angklung, menari, bela diri, sepak bola, mengaji, dan lain-lain. Rasanya seperti mengajari adik sendiri sih, seru, ngga ngerasa di tempat yang beda banget sama rumah. Intinya semua proker have been done dengan maksimalisasi tujuan dan pencapaian.
KKN ku memang hanya 30hari. KKNku memang jauh. KKNku memang beda. KKNku memang punya banyak cerita. KKNku tak cukup waktu menyimpan memorinya dalam hanya satu waktu. KKNku dipertemukan oleh teman dari Sabang sampai Merauke. KKNku memang banyak lika-liku perjalanan santai dan greget ketika kami dikejar deadline press-release buat nerbitin hasil proker kami ke media cetak dan medsos portal berita disana. Seru banget! Kalau kita di grup line, kadang panggilan grup, kadang VN-an, kadang suka bangunin piket, teriakin aerobik, minta wiwit nyanyi, neriakin putu beli galon, teriakan devi nyuruh masak, marah-marahnya syukri kalau kita gak becus, teriakan “woy” nya nanda, panggilan “rek” nya dwi, suara nyanyi “uwiw uwiw” ya ismet, teriakan jafri nyuruh briefing, bercandaan faisal arini yures dan helia, “kau tak tau, aku pun tak tau” hahahah” itu, wiya yang masak nasi tapi Cuma di “warm”, afdhal yang ngga peka kalau aku nuang air terus galonnya jatoh dari kursi, hafis yang kalau ngomong ga ada spasi satupun, suka lama di kamar mandi mainan drum, wiwit yang suka bilang “terserah gue” “orang-orang ayo briefing” “eh kalau uang buat proker ada yang kepake bilang gue ya” . dan ketika orang orang masuk angin “wit kerokin” iya aja, bendahara punya banyak receh bisa bikin punggung kalian merah.
Ah, sudah kok jadi nostalgia. Tahun depan KKN Kebangsaan ada di Gorontalo. Inshaa Allah, kalau Wit udah kerja, ada libur, dan ada rezeki, wit akan kesana. Wit mau mampir ke pulau cinta yang ada di Gorontalo. Asli yaa, bagus banget itu! Patut disinggahi buat destinasi honeymoon, pasti sewanya juga mahal deh (kayaknya). Sekian dulu ceritanya. Ini di word udah page ke 6 loh.
S E E Y O U, MY K K N...
Purwokerto, 23 September 2016
(c) witles

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
(via https://www.youtube.com/watch?v=-Hvq6HrCvgU)
#46hariditanahkei Salah satu program tim KKN PPM UGM 2016 dalam pembuatan Icon Wisata Pantai Ohoidertawun. Dirancang oleh arsitek kami @fadhilrizky , ini adalah sebuah ayunan di tengah laut. Yang istimewa dari pantai ini adalah ketika surut (meti) airnya bisa menjorok hampir 2 kilometer sehingga kita seakan - akan bisa berjalan di tengah - tengah lautan. Dari sini kami berinisiatif untuk membuat rekreasi di pantai surut. Pada akhir pidato saya di acara penarikan KKN dengan bangga berkata, "suatu hari nanti Ayunan ini akan MENDUNIA! " ... Dan alhamdulillah berkat kerjasama dan kontribusi tim dan warga setempat kini ayunan tersebut menjadi icon bagi desa wisata mandiri ohoidertawun #kkn2016 #ugm #kknlyfe • • • #Repost @tripindonesiatimur with @repostapp ・・・ Hello from ohoidertawun beach 😀 .............. Come join with us. Still available next trip 30 sept- 3 oct kei island 🙋🏾 ............. Pict by : @dianaisyawati 💃🏻 #opentripkei #keiisland #ohoidertawun #tripindonesiatimur
(Masih) Prolog
Wangi daun bawang menyeruak dari arah dapur. Harum yang aku rindukan selama 2 bulan terakhir ini. Suasana yang seharusnya kunikmati setiap harinya dua bulan yang lalu. Rinduku seperti terbayar tuntas, tetapi juga memunculkan rindu-rindu yang lain.
Kesederhanaan yang selalu ditawarkan di tempat bernama rumah ini justru selalu memuaskanku atas semua hal, memberikan kelegaan yang entah datang darimana. Tanpa perlu melakukan apapun, hanya tidur, makan, dan kembali merantau sudah cukup asalkan dilakukan di sini.
Tetapi sore ini, aroma masakan rumah menyambut waktu berbuka justru memunculkan kenangan lain, memori yang ditinggalkan oleh rutinitas 2 bulan lalu. Aku ingat, ketika waktu menunjukkan pukul 16.00, kami mulai kelimpungan memasak untuk menu berbuka. Belum lagi jika bahan makanan ternyata habis, belum lagi jika masakan yang direncanakan gagal. Belum lagi kami harus menghidangkan makanan untuk 22 orang. Ribet... tapi rindu.
Anggap saja ini prolog lanjutan sebelum aku mulai menceritakan personal dari setiap orang.
Minggu-minggu awal sebenarnya tidak begitu kentara oleh kegiatan. Kegiatan kami ya, tura-turu berjadwal, sebagaimana mahasiwa sedang libur semester di rumah. Pagi buta saling membangunkan, baik untuk memasak sahur, mencuci, atau menyantap hidangan yang telah tersaji. Kemudian dilanjutkan dengan tidur berjamaah setelah sholat subuh. Bangun tidur kemudian untuk sekadar beberes halaman dan rumah, kemudian berbelanja untuk menu buka dan sahur kembali. Sementara, para lelaki mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain. Sungguh, seperti membina rumah tangga dalam skala besar ya *vinaalay*
Secara acak, aku juga merindukan suara-suara berisik kalian yang tengah malam belum juga tidur, justru memekikkan suara keras-keras karena obrolan kalian terhalang tembok penyekat tempat tidur para laki-laki dengan perempuan. Tapi ya gimana lagi, masih pengen ngobrol ya...
Mati lampu yang satu hari bisa 3x atau lebih, sudah seperti minum obat ya. Kejadian ‘ke-padam-an’ tiba-tiba yang tidak kenal waktu karena kita semua yang bandel menggunakan listrik melebihi kapasitas. Dan seringkali terjadi saat malam telah larut, menghasilkan jeritan-jeritan ketakutan dari macam-macam ruang, yang paling sering dari kamar mandi.
Tinggal bersama-sama membuatku juga hapal kebiasaan masing-masing dari kalian, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Mulai dari pose-pose dan kebiasaan tidur yang aneh, pola makan, kebiasaan mandi, kemalasan, hobi, sifat jorok, sifat rajin, dan lain sebagainya.
Banyak hal yang aku rindukan, honestly.
Pertama membuka pintu kost-kost-an be like... “Aku dimana? Aku siapa? Kok sepi?...”