My personal–private mood booster
Ini tentang mereka; mereka yang pandai sekali membangkitkan selera hidup. Mereka yang mampu mengembangkan senyum-senyum kecil dan menuntaskan tumpukan-tumpukan kelelahan yang sudah menggunung oleh aktifititas seharian.
Aku bukan seorang guru formal professional yang mau dan rela mendedikasikan segala kemampuan untuk mencerdaskan anak bangsa. Aku tidak seperti mereka yang sabar dan tekun menghadapi murid yang seenaknya sendiri. Aku hanyalah seorang mahasiswa biasa yang dialihfungsikan oleh mamaku menjadi guru privat bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah dasar disekitar kampung kami.
Sebenarnya aku tidak suka mengajar, karena aku bukan tipe orang yang suka berbagi ilmu. Bahkan ketika teman kampus bertanya tentang sesuatu seringnya aku menjawab “baca sendiri sajalah nanti juga mengerti.” Aku bukannya pelit, tidak juga sombong, aku hanya takut caraku memahami sesuatu berbeda dengan cara mereka. Aku takut mereka salah dalam mengartikan apa yang aku ajarkan.
Menjadi seorang guru itu sulit. Seperti yang sekarang aku lakoni—seorang guru privat bahasa Inggris. Tapi lama-kelamaan aku menikmati pekerjaan ini, dikelilingi oleh anak-anak kecil. Mereka seperti pembangkit selera hidup; My personal—private mood booster; suara riuh yang memenuhi ruangan, celetukkan polos khas anak-anak, dan wajah penuh tanda tanya ketika tidak paham dengan penjelasanku. Tidak jarang kelakuan mereka membuatku geram; sulit sekali memahami apa yang aku jelaskan, selalu membuat kesalahan meski berkali-kali diajarkan dan seringnya lupa dengan arti beberapa kosa kata.
Disinilah seni nya menjadi seorang guru, tidak hanya mengajar tapi juga belajar. Aku mengajarkan mereka berbahasa dan mereka mengajarkan aku untuk sabar, ikhlas dan tekun. Tidak pernah ada kursus yang mengajarkan tiga ilmu tersebut, maka saat inilah aku belajar sembari mengajar.
http://30harimenulissuratcinta.poscinta.com/?p=3132Â