Part2
KAMPUS JADI TEMPAT WISATA, MEMANGNYA BISA?
Pada part ini, saya akan mencoba membahas mengenai beberapa hal yang mungkin akan menjadi pertanyaan dan perdebatan.
Kegiatan wisata berlabel study tour yang lazim rutin dilakukan pelajar SMP dan SMA, mungkin pelajar SD juga sudah melakukan kegiatan tersebut. Dalam study tour biasanya pihak sekolah memasukkan kampus sebagai salah satu lokasi yang mereka kunjungi supaya kata study tidak hanya sekedar label saja.
Ya itulah candaan saya beserta teman-teman saat melihat banyaknya bus pariwisata yang banyak masuk ke Yogyakarta.
Oke kembali ke pembahasan...
Jadi tanpa bermaksud lancang, dengan melihat tradisi study tour diatas sebetulnya kampus sudah menjadi lokasi wisata sejak lama.
Ya itu tadi, namun posisinya hanya sebagai pelengkap saja, hanya setengah jam sampai satu jam berada di kampus sudah melengkapi kewajiban study tour.
Karena buat apa lama-lama dikampus? mereka pelajar pasti bosan dengan kegiatan belajar di kelas.
Pelajar yang melakukan study tour pasti akan berontak dalam hati mereka
“ih ngapain sih kita ke kampus, kita disuruh duduk ngedengerin dosen ngomong, kayak di sekolahan aja”
Wajar kalau pelajar yang melakukan study tour mempunyai tanggapan seperti itu, karena essensi berwisata adalah keluar dari rutinitas, mencari pengalaman dan kegiatan yang baru.
Laaaah kan kampus memang sewajarnya sebagai tempat belajar.
Nah itu yang akan coba saya bahas.. melihat potensi UAD dari sudut pandang pariwisata.
“Eh lancang kamu ya mau menjadikan kampus, sebagai tempat wisata!!
Sekali lagi saya mohon maaf atas kelancangan saya, mohon jangan bully dan hujat saya sampai tulisan ini tuntas.
Saya lanjutkan lagi tulisannya next time ya..
Jam masuk kelas food photography sudah memanggil
Fuadi Afif (hanya pemerhati pariwisata dan fotografi)