#juz21 #day21 #21 #dailyinspiration #dailyquran #dailyquranverses #dailypic #dailyart (في Lagos, Nigeria) https://www.instagram.com/p/CBXTW4KF9rt/?igshid=1p90dz9fu254x
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from Japan
seen from Japan

seen from United States
seen from Germany
seen from China

seen from Malaysia
seen from Russia
seen from China
seen from United States
seen from Martinique
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Ukraine
seen from United States
seen from United Kingdom
#juz21 #day21 #21 #dailyinspiration #dailyquran #dailyquranverses #dailypic #dailyart (في Lagos, Nigeria) https://www.instagram.com/p/CBXTW4KF9rt/?igshid=1p90dz9fu254x

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Quran Recitation With English Translation Reaction Juz 21 Speech
#day21 #21 #dailyquran #dhulhajj #juz21 (في Agege Stadium, Agege) https://www.instagram.com/p/B1dF8T5FJJH/?igshid=yh5wbpls8su9
Hikmah Luqman. QS Luqman 12-14 (Juz 21)
Hikmah Luqmanul Hakim Pembahasan Qur'an Surat Luqman ayat 12-14
Juz 21
Hikmah adalah perkataan yang diikuti perbuatan. Jika seseorang hanya dapat berkata saja dan tidak dapat melaksanakan perkataannya itu maka dia tidak bisa dikatakan mendapatkan hikmah.
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Surah Luqman (31:12)
“Sesungguhnya Kami (Allah SWT) telah benar-benar memeberikan hikmah kepada Luqman,” Disini Allah swt sendiri secara langsung telah memberikan hikmah kepada Luqman. “Bersyukurlah kepada Allah,” karena itu siapa saja yang mendapatkan nikmat dari Allah swt haruslah mensyukuri nikmat yang telah diberikan tersebut.
Selain itu “bersyukurlah kepada Allah” juga merupakan hikmah tersendiri. Apa hikmah bersyukur kepada Allah swt?
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Surah Ibrahim (14:7)
Hikmahnya adalah Allah swt akan menambah nikmat tersebut jika kita bersyukur. Selanjutnya kata “yasykuru” bersyukur ini berbentuk mudhari’ (berlangsung terus menerus). Jadi semestinya rasa syukur itu dilakukan terus menerus, karena memang nikmat Allah swt itu begitu banyak dan silih berganti , sehingga harus secara terus menerus disyukuri.
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). Surah Ibrahim (14:34)
“Dan jika kamu mengitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya,” Ungkapan syukur orang yang bersyukur tidak akan bisa mencapai kesempurnaan, oleh karena itu Allah swt mengajarkan doa …
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. Surah An-Naml (27:19)
“Robbi auzikni an ansykuro nilmatakallati an amta alayya” Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.
Ayat “fainallaha ghoniyyun khamiid” maka Allah benar Maha Kaya dana Maha Terpuji. Orang kaya belum tentu terpuji, dan Orang terpuji belum tentu kaya. Disini Allah swt menegaskan bahwa Dia(Allah swt) Maha Kaya dan Maha Terpuji.
Ada sedikit perbedaan redaksi dengan lanjutan ayat 26 surah luqman ini
: لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Surah Luqman (31:26)
Disini menggunakan kata “Dialah (Allah swt)” sedangkan diayat sebelumnya (ayat 12) tidak menggunakan kata “Dia,” melainkan langsung “Sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.” Diayat 6 itu pengertiannya adalah: “Tidak Membutuhkan” …. siapa saja mau bersyukur …. seluruh bumi bersyukur …. Allah swt tidak tambah KekuasaanNya. Dan seluruh manusia kufur, Allah swt juga tidak akan berkurang kekuasaanNya, jadi Allah swt tidak butuh syukur, dan tidak rugi dg kufur siapapun. Karena syukur dan kufur itu akan berakibat pada dirinya sendiri.
Berbeda dengan ayat … : لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Surah Luqman (31:26)
Disini Allah swt menjelaskan bahwa langit bumi milik Nya , sehingga Dia (Allah swt) Maha Kaya dan Maha Terpuji.
Dan ayat selanjutnya (13) ….
: وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. Surah Luqman (31:13)
Sebelumnya Allah swt memulai ayatnya (12), “Kami (Allah swt) telah memberikan hikmah ….,” sebenarnya bisa saja kalimat itu “dibuang.” Alasanya hikmah memiliki 2 aspek … perkataan dan perbuatan. Dan di ayat 13 tersebut Luqman Al Hakim sedang menasihati anaknya dalam arti sedang mengawasi dan memberikan pelajaran kepada anaknya, jadi kalimat pada ayat 13 ini juga dapat diartikan Luqman telah melaksanakan apa saja yang telah dinasehatkan kepada anaknya, sehingga nasihat itu berpengaruh kepada anaknya. Jadi hikmahnya adalah sebelum menasihati anaknya, Luqman telah lebih dulu menerapkan pada dirinya (hikmah adalah perkataan dan perbuatan).
Selanjutnya …. penggalan ayat “dia sedang memberi nasihat.” Kita semua tau kalau Luqman sedang memberi nasihat kepada anaknya, lalu mengapa harus ada penggalan ayat “dia sedang memberi nasihat?” Hikmahnya adalah Bahwa Luqman memberikan nasihat kepada anaknya di saat dan waktu yang tepat. Tidak dilakukan secara tiba2, pada saat anak tidak siap menerima nasihat atau disampaikan tetapi tidak serius. Jadi mengisyaratkan bahwa nasihat kepada anak dilakukan pada waktu yang tepat.
Selanjutnya … panggilan “yaa bunayya” atau “wahai anakku” panggilan ini menunjukkan kelemah lembutan. “Yaa Bunayya” itu sendiri merupakan kosakata ta'kiid/tasydiid. Tidak menggunakan kata “Yaa Baniyya” yang artinya sama tetapi penggunaannya lain Disini tampak bahwa kalimat Lukman kepada anaknya adalah kalimat yang lemah lembut, penuh kasih sayang. Bukan kalimat yang datar dan monoton. “Yaa Bunayya” lebih pantas digunakan disaat orang tua sedang menimang-nimang anaknya yang masih bayi, sedangkan Yaa Baniyya adalah panggilan orang tua kepada anak pada umumnya. Jadi kesimpulannya, awali nasihat dengan kata2 halus, lembut, dan baik bagi anak. Jangan menggunakan kata2 yang kasar dan keras kepada anak. Kata2 yang keras dapat mengunci pintu hati. Karena itu Allah swt memerintahkan nabi Musa AS berkata yang lemah lembut kepada firaun ketika menasihatinya:
: فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut. Surah Ta Ha (20:44)
Selanjutnya …. inti pesan yang disampaikan kepada anak ….“La tusyrik billah” …. janganlah menyekutukan Allah. Kenapa nasihat tersebut tidak diawali dengan sholat , puasa … wudhu …dll? Karena tauhid adalah hal yang mendasar. Ibadah apapun tidak akan diterima tanpa tauhid yang benar. Selain itu tauhid itu perintah yang lebih mudah ketimbang ibadah. Dan sesuatu yang dipelajari sejak kecil akan sulit dilupakan hingga dewasa.
Selanjutnya kenapa Allah swt berfirman “dzulmun aziim” (syirik) adalah kedholiman yang sangat besar, Bukan “itsmun adzim” dosa besar? Atau kata “kabir” besar? Perlu di ketahui bahwa kata “dzulmun” yang artinya kedholiman … adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya Hal ini diumpamakan, misalnya ada seorang guru yang mengajar anak sd dengan pelajaran mahasiswa, disini guru tersebut telah melakukan kedholiman terhadap anak tsb.
Disini Luqman menasihati anaknya bahwa musyrik, menyamakan berhala-berhala dengan Tuhan yang begitu Agung, adalah perbuat dholim yang teramat sangat besar.
Selanjutnya … Mengapa Allah swt tidak berfirman “Janganlah kamu menyekutukan Allah” kemudian berhenti? Kenapa dilanjutkan? “Sesungguhnya menyekutukan Allah merupakan kedholiman yang besar?” Hal tersebut merupakan pelajaran bagi orang tua, bahwa setiap nasihat berupa perintah dan larangan hendaknya dengan alasan yang jelas.
Disini Luqman menjelaskan alasan larangan kedholiman itu, yaitu “Sesungguhnya menyekutukan Allah merupakan kedholiman yang besar.”
Perhatikan ayat 14 surah ini dan bandingkan dengan ayat sebelumnya(13)
: وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Surah Luqman (31:14)
Ayat 13 Luqman menasihati anaknya tetapi Ayat 14, Allah swt yang langsung menasihati … Kenapa? …. ini suatu nasihat yang sangat penting … Nasihat berbuat baik kepada kedua orang tuanya Khusus disini Allah SWT sendiri yang mengambil alih nasihat bukan Luqman lagi. Di ayat 16, setelah selesai nasihat Allah SWT tentang berbuat baik kepada kedua orang tua, baru Luqman melanjutkan nasihatnya kepada anaknya. Selain itu juga, seandainya nasihat berbuat baik kepada orang tua, di ucapkan oleh Luqman sendiri apa akibatnya? (Tolong diingat, posisi Luqman saat itu sedang menasihati anaknya). Kalau seperti itu bisa jadi timbul dipikiran anaknya; “wahh bapak nasihatin saya suruh berbuat baik pada kedua orang tua pasti ada ‘maksudnya’ ini,” atau “Jangan2 bapak saya mau ambil keuntungan dari nasihat itu.”
Nasihat disini Allah swt menggunakan kata “wawashshaina” bukan “aushaina.” “Wawashshaina” menggunakan tasdid (double shod-nya). Kalau diperhatikan didalam alquran, bahwa Allah swt menggunakan kata “wawashshina” wasiat itu untuk hal yang sangat penting dalam urusan agama atau yang abstrak, contoh; Wasiat Nabi Ibrahim AS,
: وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya´qub. (Ibrahim berkata): Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. Surah Al-Baqarah (2:132)
Pada ayat tersebut menggunakan istilah “wa washsho,” berbeda jika wasiat itu berkaitan dengan materi (tidak begitu penting), dia menggunakan kata “ausha” bukan “wawashsho,” seperti pembagian harta warisan di surah An Nisa’ ayat 11.
Selanjutnya, dalam pesan luqman diatas Allah swt tidak menggunakan kata “abawain” tapi “walidaihi” yang keduanya berarti “kedua orang tua,” dan kalau diperhatikan juga, nasihat tersebut menjabarkan tentang peran ibu yang telah mengandung dengan susah payah dan juga menyapihnya, bukan peran ayah, “ibunya telah mengandungnya dalam keadaan semakin lemah, dan menyapihnya selama dua tahun.” Penjabaran tentang peran ibu tadi juga diperkuat dari makna kata “Walidaihi” yang berasal dari kata “wiladah” yang artinya “melahirkan,” dan ini peran ibu bukan peran ayah.
Wallahu ‘alam bisawab.
Kesimpulan Luqman ayat 12-14: 1. Hikmah adalah kebaikan yang datang dari Allah dan diamalkan melalui perkataan dan perbuatan. Seseorang belum mendapatkan hikmah jika hanya dapat berkata saja tetapi tidak dapat melaksanakan perkataannya tersebut. 2. Hikmah adalah sesuatu yang harus disyukuri. Dan bersyukur juga merupakan hikmah. 3. Perintah bersyukur haruslah dilakukan terus menerus, dan Allah akan menambahkan nikmat dan anugerah bagi hamba-hamba Nya yang bersyukur. 4. Allah SWT mencontohkan bersyukur terkait dengan pembahasan ini seperti bersyukurnya Nabiullah Sulaiman AS di surat An-Naml ayat 19. 5. Luqman Al Hakim adalah salah satu.hamba Allah yang dianugerahi “hikmah.” 6. Point ke-5 diartikan, apa yang Luqman katakan kepada anaknya otomatis juga sudah dia kerjakan sebelumnya. 7. Berikan nasihat kepada anak di saat dan waktu yang tepat. Tidak dilakukan secara tiba2 atau pada saat anak tidak siap menerima nasihat atau disampaikan tetapi tidak serius. 8. Panggil lah anak-anak kita dengan panggilan yang halus dan bertutur lah dengan cara yang halus juga. 9. Ajarkan dan tanamkan lah Ilmu Tauhid ke anak-anak kita dari sedini mungkin, karena Tauhid adalah dasar atau awal dari segala ibadah. 10. Jangan lah berlaku dzulmun atau memaksakan anak sesuatu yang bukan pada waktunya atau kapasitasnya. Perlakukan dan didik lah anak-anak sesuai dengan usia dan kapasitasnya. 11. Luqman menasihati anaknya bahwa musyrik, menyamakan berhala-berhala dengan Tuhan yang begitu Agung, adalah perbuat dholim yang teramat sangat besar. 12. Ayat 14 Allah yang berkata Allah SWT, bukan Luqman. 13. Allah memerintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua. 14. Seringkali Qur'an berbicara tentang “berbuat baik kepada kedua orang tua” setelah perintah larangan syirik. 15. Ayat 14 ini bermakna penting karena selain Allah yang bicara langsung, ayat ini.juga menggunakan kosa kata yang bersifat khusus, yaitu “wawashshina.” 16. Penjabaran tentang peran ibu tadi juga diperkuat dari makna kata “Walidaihi” yang berasal dari kata “wiladah” yang artinya “melahirkan,” dan ini peran ibu bukan peran ayah. 17. Kedudukan orang tua ditinggikan oleh Allah dalam Islam. 18. Jadi lah Ayah atau orang tua yang menjalankan-“hikmah.” Jadi lah contoh yang baik atau sauri tauladan bagi anak-anak kita, karena mereka adalah juga salah satu hikmah dari Allah yang harus kita syukuri.
In the taraweeh covering Juz 21, we cover the rest of Surah Ankabut, Surah Rum, Surah Luqman, Surah Sajdah, and start Surah Ahzab. One thing that I loved in this portion is when Allah reminds us in Surah Luqman: "And whoever submits his face to Allah while he is a doer of good - then he has grasped the most trustworthy handhold. And to Allah will be the outcome of [all] matters." [31:22] This verse is so so powerful. In talking about this ayah, Yasmin Mogahed says: "There is a crucial lesson in this verse: that there is only one handhold that never breaks. There is only one place where we can lay our dependencies. There is only one relationship that should define our self-worth and only one source from which to seek our ultimate happiness, fulfillment, and security. That place is God." We cannot depend on anyone else but Allah and this is a reminder that Allah is giving us- He is the one that is that is in charge of all our affairs; He is the one that is the most trustworthy handhold; the one that will never let us down. Everyone but Allah will fade away, will maybe disappoint us, will maybe let us down. There are so many people that we could probably even on a personal level think of who have either placed all their hopes in money, in people, in their possessions, drugs, in their relationships etc but when something happens and those disappear...that person crumbles and sometimes to the point of no return. How many people when a relationship crumbles, completely just are unrepairable and may attempt suicide, their seems to be no point in their lives anymore. But we as Muslims, we as people who should submit to no one but Allah are reminded to put our full trust, and faith, and hope only in Allah. Who could help us besides Allah if we are in need? Who could we turn to that could change our situation besides Allah? Who is the one that answers the call of the one that desperately calls out to Him? Only Allah. And realizing that we are in Allah's hands is one of the best and most calming things in the world- no matter what, if we maintain our relationship with Allah, if we put our hopes and trust only in Allah..."then he has grasped the most trustworthy handhold that never breaks".

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming