Olahrag(s)a
Dari judulnya aja udah buat bingung ya, mau olahraga atau olah rasa, hehe. Gimana kalau kita tuangkan olahraga dalam sebuah rasa, apacoba.
Kali ini aku mau agak banyak bercerita tentang olahraga yang lagi hits di kota-kota besar. Yup, lari/running. Dua tahun belakangan ini, lari sedang berada di puncak ketenarannya.Pertama kali aku ikutan even lari ini sekitar akhir tahun 2015, (kalau gak salah ya). Saat itu memang ada salah satu mata kuliah yang mengharuskan kami, para mahasiswa memiliki catatan kemampuan fisik gitu. Dan pas banget, himpunan mahasiswa bikin acara itu. Alhasil kami harus ikut acara tersebut, padahal saat itu aku berada di dalam kelas karyawan, bukan reguler. Bisa dibayangkan? Saat itu jarak yang dilombakan hanya 5 km. Tapi bagi yang ga pernah ikut lari sebelumnya, bahkan sudah lupa cara berlari seperti apa, lebay sih ini, jarak segitu adalah sebuah petaka baru. Dengan hati yang tak sepenuhnya ikhlas akupun berlari semampuku. Cape ga? Jangan tanya. Kebayang dong lari sambil ngedumel kaya apa, haha.
Yap, sampai finish kita dapat medali, semua finisher. Itu medali pertamaku di lari.
Kesan pertama tak terlupa, begitu adanya. Semenjak ikutan lari di acara kampus itu kok jadi nagih buat ikutan acara-acara lari lain. Akhirnya ketika ada acara lomba lari gitu, kalau waktu dan budgetnya memenuhi, aku suka menyempatkan diri jadi bagiannya. Loh? Bayar? Iya, haha. Makanya gak sedikit yang komentar “Udah bayar, disuruh lari cape-cape, ngapain juga coba ikut.” Itu komentarku dulu saat belum mencoba ikutan acara lari ini. Coba deh satu kali aja ikutan, pasti nagih.
Awal tahun 2016 akhirnya aku pun banyak belajar untuk berlari dengan baik. Tak perlu menjadi pemenang, yang penting selamat sampai finish. Kebetulan saat itu ada mata kuliah gizi olahraga yang sedang kuambil, jadi ya kalau jodoh pasti bertemu tuh bener banget.
Salah satu yang penting banget saat melakukan olahraga, gak cuma lari ya, adalah pemanasan dan pendinginan. Emang kelihatannya sepele sih, tapi manfaatnya luar biasa. Itu dimaksudkan agar otot kita ga kaget.
Kalau kalian suka ikutan acara lomba lari gitu pasti ga aneh dengan adanya water station. Yup, di kilometer-kilometer tertentu (biasanya di 2,5 km dan berlanjur kelipatannya) panitia telah menyiapkan air putih ataupun minuman isotonik. Ini penting banget loh dan sejalan dengan teorinya. Ketika kita melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, kita harum minum air putih atau minuman isotonik sebanyak 100-150 ml dalam tiap 15 atau 20 menit. Hal itu dimaksudkan agar tubuh kita tidak dehidrasi atau kekurangan cairan. Jangan terlalu banyak juga untuk minumnya, takut kembung. Secara garis finish aja belum kelihatan hilalnya, apalagi jodoh.
Emang ada berapa jarak yang suka dijadiin lomba sih? Biasanya, setauku ya, ada jarak 5 km, 10 km, hm (half marathon 21 km) dan fm (full marathon 42 km). Tapi itu tergantung panitianya juga sih. Dan sampai saat ini aku belum berani mencoba jarak diluar 5 km, haha
Intinya lakukanlah semua dengan hati, termasuk olahraga. Dan olahraga gak cuma lari kok, bisa apapun, yang penting kita membiasakan tubuh kita bergerak secara teratur. Akupun gak pernah dapat finish dengan waktu yang bagus kok, yang penting sampai finish dengan selamat, itu aja. Karena kemampuan diri setiap individu itu berbeda.
Apapun itu, kalau kita lakukan dengan hati akan mendapat hasil yang terbaik. Gitu juga dengan olahraga, selain badan sehat, kitapun jadi bahagia. Jadi silahkan tentukan olahraga yang bisa buat kita bahagia.
ps: Buat #jumatcurhat kali ini ceritanya tentang lari secara umum aja dulu ya, besok-besok aku cerita lagi tentang masa latihan atau masa recovery.












