Kereta Ramah Ibu dan Anak
Kereta api (KA) adalah salah satu transportasi kegemaran publik. Berdasarkan catatan PT. KAI (Kereta Api Indonesia) yang dikutip dariĀ company profile tahun 2016, selama tahun lalu saja jumlah penumpang KA tembus angka 352,31 juta orang, jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 7,82 % jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang total penumpangnya mencapai angka 327.12 juta penumpang.Ā
Dengan angka tersebut, menurut laman kumparan.com, KA merupakan angkutan publik yang paling diminati dibandingkan dengan angkutan laut dan angkutan udara pada tahun 2016. Dari total angka 351,8 juta tersebut, penumpang KA pelaju (commuter) Jabodetabek adalah penyumbang terbesar dengan total penumpang 24,8 juta orang yang setara dengan 77,27 % dari total penumpang KA.
Sebagai perusahan perseroan milik negara yang serius mengimplementasikan Good Governance, KAI sudah terbilang sukses dan terus berada dijalur yang tepat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini. Capaian-capain mereka tercermin dari banyaknya reformasi pelayanan yang terus menuju arah paripurna. Mulai dari terus bertambahnya channel penjualan tiket KA jarak jauh yang memutus rantai pembelian tiket di stasiun yang lebih memakan waktu dan upaya. Hingga fasilitasĀ self serviceĀ melalui mesin e-kiosk yang sudah banyak tersedia di mayoritas stasiun KA. Bukan hanya KA jarak jauh, para penumpang KRL juga sudah bisa membeli tiket sendiri melalu vending ticket machine. Perlahan namun pasti, PT. KAI berbenah agar efisiensi pembelian tiket terus berjalan.
Ticket Vending Machine di St. Bogor (sumber: tribun bogor)
Jika melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan KA, penumpang tidak lagi harus repot-repot memilih makanan saat para prami dan prama menawarkan makanan di dalam KA. Layanan Meals Pre-order online bisa digunakan sehingga saat dalam perjalanan, para penumpang hanya tinggal duduk manis menunggu pesanan makannya. Menu yang tersedia juga beragam dan dengan harga yang bersaing. Sistem check-inĀ dan boarding passĀ juga inovasi lain yang dilakukan PT. KAI agar perjalanan menggunakan KA semakin nyaman dan aman.Ā
Selain yang sudah dijabarakan di atas, masih banyak inovasi lain yang sudah dilakukan PT. KAI, sepertiĀ Rail Pay, sejenis kartu yang bisa digunakan untuk pembayaran kereta dan moda lainnya, peremajaan kereta yang sudah berusia lebih dari 30 tahun, perbaikan toilet dan granitisasi stasiun serta penambahan pengoperasin relasi baru KA.
Namun, sebagai BUMN yang memiliki tujuan besar untukĀ āMenjadi Solusi Terbaik Transportasi di Indonesiaā sebagaimana yang didengungkan pada laporan tahunan PT.KAI tahun 2015, sudahkah PT.KAI menyediakan layanan KA atau stasiun yang ramah ibu dan anak?
Sayangnya, selain gerbong khusus perempuan yang hanya ada pada KRL, fasilitas lain yang berpihak kepada ibu dan anak masih jauh dari kata terbaik. Dari total 539 stasiun kereta yang beroperasi, belum sampai seperempatnya yang memiliki ruang laktasi memadai. Ada beberapa stasiun yang ruang laktasinya masih digabung dengan posko kesehatan, padahal jelas fungsi keduanya berbeda. Beberapa stasiun besar di Jakarta memang sudah memiliki ruang laktasi, seperti St. Gambir, St. Pasar Senen dan S. Jakarta Kota. Namun masih kurang luas dan minim sosialisasi.
Ruang laktasi Stasiun Gambir (sumber instagram @keretaapikita)
Sebenarnya selain menyediakan ruang laktasi, pihak PT. KAI pada tahun 2014 juga pernah melakukan kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) menyediakan kabin laktasi di St. Jakarta Kota dan St. Depok Baru. Kabin tersebut didesain seukuran bilik toilet namun dengan interior yang berbeda. Akan tetapi, inovasi ini seperti hilang ditelan jaman, tidak berkelanjutan.
Kabin laktasi (sumber detik.com)
Beberapa cuitan ibu-ibu yang kesusahan saat memerah ASI (Air Susu Ibu) dalam perjalanan jarak jauh juga sebenarnya sudah disampaikan melalui sosial media PT. KAI pada akun instagram @keretaapikita seperti pada foto-foto berikut:
Apabila dikaji lebih serius lagi, penulis yakin masih banyak aspirasi lain dari para ibu yang merasakan sulitnya melakukan perjalanan KA jarak jauh tanpa ruang laktasi yang memadai. Untuk itu, sebagai transportasi publik yang amat diminati dan paling nyaman untuk perjalanan ibu dan anak, sangat diharapkan sekali setidaknya dalam rangkain KA jarak jauh ada 1 ruang laktasi yang lengkap dengan fasilitas toilet khusus balita.
Memang bukan suatu perkara mudah untuk mewujudkan harapan tersebut. Namun, apabila komitmen PT. KAIĀ āMenjadi Solusi Transportasi Terbaik di Indonesiaā serius, tentunya fasilitas yang satu ini harus diperhatikan. Melihat tren positif perbaikan layanan dan fasilitas yang digalakkan oleh PT. KAI, penulis optimis harapan memiliki ruang laktasi yang memadai baik di stasiun maupun di gerbong KA bisa direalisasikan oleh PT. KAI dalam beberapa tahun kedepan.
Selamat ulang tahun ke 72 transportasi publik yang paling dicintai. Kami bangga memiliki PT. KAI!













