Kaltim Matangkan Investasi Tiongkok Setelah Gagal dengan Rusia
KLIKSAMARINDA - Negara Tiongkok melalui perusahaan China Railway Liuyuan Group (CRLG) berniat melakukan investasi di Kalimantan Timur atau Kaltim. Investasi tersebut berkaitan dengan pembangunan jalur kereta api lintas Kaltim. Rencana ini naik ke permukaan setelah investor dari Rusia gagal melanjutkan investasinya dalam proyek serupa. Menurut Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), proyek kereta api di Kalimantan Timur ini awalnya termasuk dalam proyek priotitas. Lembaga yang menaungi sejumlah kementerian untuk melakukan terobosan jika suatu proyek infrastruktur macet. Dalam situsnya pada Juli 2020 lalu, KPPIP menyebutkan proyek kereta Kalimantan Timur ini membutuhkan investasi RP53,3 triliun. Dana ini untuk membangun lintasan rel sejauh 203 kilometer. Namun, kini investor Tiongkok bukan pembangunan jalur kereta api semata. Tiongkok juga akan melakukan investasi dalam bidang infrastruktur di Kaltim. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tengah mematangkan rencana kerja sama luar negeri dengan CRLG. Satu tahapan demi persiapan investasi Tiongkok itu adalah meminta fasilitasi kerja sama luar negeri ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuannya, menurut Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim Abu Helmi, agar proses kerja sama sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. "Ini harus kita lakukan, karena sebagian pembangunan infrastruktur Kaltim masuk dalam rencana strategis nasional (renstranas) yang m Read the full article












