Surprising them with a pet (OT7)
---------------------------------------------------------
Mark
Renjun
Jeno
Haechan
Jaemin
Chenle
Jisung
seen from United States
seen from South Africa
seen from France
seen from United States

seen from Indonesia
seen from Philippines

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from China
seen from United Kingdom
seen from Kuwait
Surprising them with a pet (OT7)
---------------------------------------------------------
Mark
Renjun
Jeno
Haechan
Jaemin
Chenle
Jisung

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Let me blab...
Since it's probably too late for EU timezones, and still not late enough for US/latam timezones... I'll blab...
And by blab I mean give fic recs? Ish.
I have so many fav fics maybe the next few days you'll see me reblog a few of them with a review, coz they are supper important to my nightly delusional sessions...
So this is in no particular order: Pussy Fiend, oh this fic, is AMAZING, like Haechan is a bias, but after this fic? MAN BECAME A WRECKER.
He eats like no other and I think this author is by far the one that gets right mix between his annoying-ish, attention seeker, loud moaning mess that he is, and fuck is SEXY.
Never thought I would like a little dom side from the MC and a sub-turns-dom pleasure hunter L.D.H. Also if you're on the web version, the author's tumblr is PERFECTION. Watch out for the delicious content warning:
NEXT NEXT NEXT NEXT
you’re so golden: the olympic collection
This collection it's by my favourite author, specially bc she writes the BEST JOHNNY SUH ON EARTH.
I thought I didn't needed more than his voice, laugh, communication skills and smile to have Johnny as my ultimate bias, but then... SHE WROTE A DAMN FIC ABOUT HIM BEING A SWIMMER
AND I'M A TERRIBLE SWIMMER
BUT BOY
DID I SWIM IN THAT FICTION!!! Just thinking about THAT version of Johnny out there in the delusional world I got inspired for WEEEKS...
The amount of details author gives is just *chefs kiss* and even me, a self proclaimed gripper of the pool edge, felt like a pro.
LAST ONE FOR THIS POST: I was okay in life minding my own business, living a quiet life with Johnny, Jaehyun and Jisung in neocity, until the biggest markzen the world has ever seen dropped this fic: 𝗧𝗛𝗘 𝗪𝗔𝗬 𝗟𝗜𝗙𝗘 𝗚𝗢𝗘𝗦
AFTER THIS DROPED MY LIFE WAS NEVER THE SAME.
jAEMIN, got added to my neobong just before the concert for TDS bc of this story.
It's a agnst, smut, toe curling six part series, and it's a complete one, there's mood boards, playlists, behind the writing, and bonus parts written with Jaemin's POV...
that's for today guys...
And JUST IN CASE YOU MISSED, I dropped my fic's first Chapter last week and will be posting the Chapter 2 on friday! For the Promissa Redux > Preview < For > Chapter 1 <
𝐜𝐨𝐮𝐠𝐡 𝐬𝐲𝐫𝐮𝐩 ━ 𝐧.𝐣𝐦
pairing. na jaemin x fem!oc starring. na jaemin, ahn dami (oc) genre. soulmate // idol au warnings. none?? word count. 2.7k
synopsis. where a kpop idol finds his soulmate but the two can't stand each other ☆ :: from cough syrup — na jaemin (on wp)
Dami felt absolutely sick to her stomach that morning. The apartment was quiet, which told her that the members had already left for their schedules. A schedule that Dami should have also gone to but quickly found herself too bedridden to do anything.
Nct Dream ✨ // Season greeting 2021
📦 Entrega de Pedido Pessoal
📖 Fanfic Blood por jaeminna no Spirit Fanfiction
📃 Créditos: PNGs 1, PNG 2

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
HAPPY JAEMIN DAY our lovely nana 🐰💚🐰💚🐰💚🐰
So smol 🥺
[Story #3]
"Na Jaemin"
Pemuda itu berbalik, tangannya kemudian terangkat menyapa gadis berkacamata dibelakangnya.
"Tumben pulang" gadis itu berjalan mendekat, dengan langkah lambat dan kerlingan heran di wajah.
"Lagi libur.. Kau tumben tidak kuliah" tanya Jaemin.
Gadis itu mendesis miris setelah berhenti selangkah di depan pria berambut pink itu. Semakin diperhatikan, Na Jaemin semakin tampan, tapi juga semakin aneh.
"Tidak ada kuliah di hari minggu" jawabnya sarkas.
Jaemin mengerjap, lalu tertawa ringan. Dia lupa kalau ini hari minggu. Hari libur semua orang, bukan cuma dia.
"Lama tidak jumpa, Choi Ara"
Gadis menggumam sebagai balasan, kemudian berlalu pergi. Iya, berlalu tanpa kalimat pamit.
Jaemin tertawa kecil menggaruk kening sambil menatap kepergian temannya itu.
Lingkungan rumahnya tak berubah banyak, selalu sepi. Tapi yang paling Jaemin syukuri adalah gadis itu, si Choi Ara, tetangga sebelah rumahnya dari lahir. Sejak dulu Ara memang anak yang judes, selalu tajam dan tak pedulian.
Na Jaemin menjadi idol pun sikapnya tetap sama. Kadang dia malah tak suka melihat Jaemin tampil di TV, muncul di artikel, atau di sosial media. Lalu Choi Ara akan mengirim komentar pedas pada Na Jaemin di Line.
Ya, mereka berteman, teman sejak kecil tapi tidak akrab. Notabenenya Choi Ara kurang suka bergaul dengan anak seperti Jaemin, karena Jaemin itu ceria, anaknya ramai, cerewet dan ramah. Tipe yang tak cocok jadi teman si anak judes. Tapi mereka itu tetap teman, atau lebih tepatnya tetangga.
"Kamu mau kemana?"
Ara berhenti melangkah, "kenapa ikut aku?" Dia menoleh, menatap Jaemin penuh selidik.
"Yaa yaa, hentikan wajah itu. Kamu kira aku ingin menculikmu?"
Ara menggeleng datar, "kau mungkin akan mati duluan sebelum berhasil menculikku"
Jaemin mendengus, "kau mau kemana sih? Kan sudah aku tanya dari tadi"
"Mini market depan. Beli yakult"
"Gara-gara kau suka minum itu, aku jadi ikutan tau"
"Lah salahku??" Decaknya, "lagian kenapa ikut sih? Pulang saja sana! Apa kau lupa jalan ke rumah ya?"
Jaemin tak menggubris gadis itu, dia berjalan duluan. Ara diam-diam memperhatikan pemuda itu dari belakang.
Sosok Na Jaemin berbeda sekali dengan dulu. Tubuhnya proposional, lebih mirip orang dewasa ketimbang anak seumurannya. Ara ingat dulu Jaemin lebih kecil darinya, tapi sekarang Na Jaemin lebih besar darinya.
Pundaknya lebar, dia tinggi besar walaupun badannya malah kurus. Jaemin semakin putih, semakin tampan, senyumnya semakin lebar dan dia suka sekali tertawa sekarang.
Dulu dia tidak begitu kok. Dia lebih suka adu debat dengan Ara, sekarang dia lebih suka tertawa menanggapi komentar sinis Ara bukan membalasnya seperti dulu.
"Banyak tetangga baru ya?" Tanya Jaemin. Mini market masih jauh di depan, keduanya harus menyebrang jalan dulu baru sampai.
"Banyak. Tapi tidak ada yang tau kau tinggal di lingkungan kita"
"Kok begitu?"
"Ya kami tidak ada yang pernah bilang. Lagian kamu jarang pulang, untuk apa menjelaskan keberadaan orang yg tidak ada"
"Hey, aku kan tinggal di dorm, bukan berarti aku mati dong"
"Untung saja kau pulang. Kalau tidak, aku sudah lupa mukamu"
"Aku cukup sering muncul di TV kalau kamu lupa. Ah iyaaa, seringan baca buku sih dari nonton tv"
"Biar tidak putus sekolah.. Kayak seseorang"
"Sindir teruusssss. Suka sekali ya sindir aku?"
"Ck! Kepedeanmu itu loh, makin menjadi"
Keduanya menyebrang jalan saat lampu menyebrang menyala hijau.
Mereka tetap berjalan santai memasuki mini market. Keduanya menuju kulkas belakang, mengambil beberapa pak yakult lalu menuju ke kasir.
"Loh, Jaemin ya?" Tebak seorang pria penjaga kasir, Sulong namanya.
"Hallo hyung. Lama nih nggak ketemu"
Sulong dan Jaemin saling menanyakan kabar sebelum akhirnya menjumlah total belanja kedua anak itu.
"Kamu bayarin lah! Masa aku yang bayar"
"Kan punyaku ini. Untuk apa bayar punya kamu??"
"Eh kamu artis kere ya? Ini Sulong oppa gabung totalan belanja kita, sana bayar"
Jaemin mendecak, lalu merogoh uang dalam saku celananya kemudian membayar belanjaan keduanya.
"Besok-besok gantian bayarin"
"Udah kere, pelit lagi.. Serius kamu artis nih?? Anak NCT? Ayah ibu kamu kaya loh.. Kamu kalau jadi idol tidak dibayar mending tinggal dirumah aja bantu orangtua"
Jaemin mengecapkan lidah, menatap Ara sinis. Sekarang malas membalas, lagi tak mau berdebat.
Meskipun tetap saja, keduanya pulang kembali ke rumah sambil adu mulut saling tidak mau kalah. Kebiasaan dulu yang tidak hilang, dan sepertinya selamanya akan selalu begitu. Jaemin bersyukur, setidaknya, diantara semua hal dalam hidupnya yang berubah, Choi Ara tidak berubah.
Tetap jadi tetangga, teman, dan si Ara yang menyebalkan.