Istri yang Taat atau Ibu yang Baik?
Dalam kehidupannya, Allah memberikan setiap perempuan muslimah tiga peran utama yang harus bisa diupayakan dengan sebaik-sebaiknya, yaitu
1. Mar’atus Sholihah Perempuan sholihah
2. Zaujatul Muti’ah Istri yang taat
3. Ummul Madrasah Sekolah unutk anak-anaknya
Ketiga poin tersebut adalah tahapan. Untuk bisa mencapai tahap yang satu harus bisa menyelesaikan tahapan yang sebelumnya. Yang paling utama adalah mar’atus sholihah, perempuan shalihah. Ia merupakan pondasi yang akan menentukan keberhasilan dalam berperan sebagai zaujaul muti’ah dan ummul madrasah.
Nah, biasanya masalah muncul pada poin kedua dan ketiga. Sebagaimana nasihat Ust. Hilman Rosyad
Sebagian pasangan suami istri ada yang fokus pernikahannya melompat, langsung fokus ke anak. Jadi mereka belajarnya juga melompat, langsung belajar parenting. Padahal, doanya saja “rabbana hablana min AZWAJINA” setelah itu baru “wa dzurriyatina qurrata a’yun, wa ja’alna muttaqiina imaamaa”
Jadi, keluarga yang bisa menghasilkan pemimpin orang yang bertaqwa itu adalah keluarga yang sang suami dan istrinya, sebelum belajar jadi ibu dan ayah yang baik, mereka belajar dulu jadi suami dan istri yang baik bagi satu sama lain. Setelah itu baru belajar jadi ibu dan ayah yang baik bagi anaknya.
Dipikir-pikir iya juga. Hubungan yang baik antara orang tua dapat menciptakan suasana keluarga yang harmonis, hingga tercipta sakinah mawaddah dan rahmah. Keharmonisan tersebut sangat berperan penting bagi tumbuh kembang anak. Bayangkan sebuah rumah dengan keluarga yang nyaman, yang bisa menjadi tempat pulang dan terbuka pada setiap cerita. Setiap pertanyaan, problema dan suka ria anak diarahkan sesuai dengan koridor agama, hingga setiap anggota keluarganya bermental kokoh dalam menghadapi kehidupan dunia luar yang keras. Lalu terbentuklah seorang pemimpin orang-orang bertaqwa.
Masya Allah.
Beberapa waktu lalu aku pernah denger seorang ibu ditanya, “Kalau harus milih, akan milih suami atau anak?” ditelingaku rasanya kaya lagi nanya “Lebih milih jadi istri yang taat atau ibu yang baik?”
Dari sini aku jadi tau, tentu gak bisa milih. Dan gak mau milih. Sebab, seorang perempuan shalihah harus taat pada suami. Dan salah satu bentuk ketaatan itu diwujudkan dalam bentuk mendidik anak-anaknya dengan baik. Selaras dan berkesinambungan. Istri yang taat dan ibu yang hebat.









