(Ditulis ketika Bulan Agustus)
Halo Agustus !
Aku kembali merangkai kata lagi, sebab pemicunya tiba-tiba menghubungiku. Tapi aku tidak tahu, apakah kali ini ia masih tetap mampir atau setuju menetap. Aku pernah bersikeras menyuruhnya tinggal, tapi ia malah terlepas dari genggaman.
Agustus, aku ingin mengeluh.
Ia selalu datang tiba-tiba dan pergi tanpa aba-aba. Tapi aku masih saja menerima meskipun sangat lelah. Pernah aku mengabaikan, lalu menyesal berbulan-bulan.
Agustus, aku harus bagaimana?
Aku ingin melepas, tapi hatiku ingin mengikatnya erat-erat. Aku ingin berhenti, tapi setiap kata-katanya bisa membuatku yakin kembali.
Agustus, ini tahun ke-7.
Dan jika memang ia orang yang tepat, kita seharusnya bersama di tahun pertama bukan?












