Bergeraklah!
Ada yang diam-diam berdzikir menyebut kebesaranNya, ada yang diam-diam mengadu keresahan dalam qiyamul lailnya, ada yang diam-diam shaum untuk mengendalikan nafsunya, ada yang diam-diam bersedekah dalam keadaan sulit finansialnya, ada yang diam-diam tersenyum hangat menyapa ibu bapak dan teman temannya. Tiap hari ia lakukan itu.
Ketika ketaatan itu melekat menjadi kebiasaan seseorang, semangat, ghirah untuk bersegera dalam kebaikan akan Allah letakkan selalu dalam hatinya. Lalu mana yang lebih dahulu, datangnya hidayah Allah membuat kita taat atau ketaatan kita yang berujung pada hidayahNya?
Pada kitab petunjuk hidup manusia, surah Yunus:9 "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai."
Maka cahayaNya datang pada orang yang beriman, hidayahNya menyelimuti orang yang tiap detiknya, tiap aktivitasnya, selalu berada dalam ketaatan padaNya, dan selalu mengingatNya.
Sosok Ummi pernah berkata "Hiduplah seperti hiu, tiada hentinya bergerak dalam lautan yang dalam, tiada habisnya energi yang dipunya untuk bergerak, bahkan istirahatnya pun ia juga tetap bergerak"
Namun, ketika kita sulit isitiqomah, sulit mempertahankan semangat untuk mengejar akhirat, dan perlu merangkak untuk menjalankan amanah dakwah.. Maka hiduplah seperti hiu, sibukkanlan tiap waktu berharga di dunia dalam ketaatan, dalam aktivitas yang Ia ridhai.
YaAllah, Bismillah, kami dengar dan kami taat.
Terinspirasi dari tulisan teh Qoonit













