seorang ibu dan gober bebek
alkisah, di sebuah rumah sakit. terdengar teriakan mengerang dari dalam salah satu kamar. sebuah erangan, yang siapapun orang yang melewati kamar tersebut akan ngilu, seolah merasakan sakitnya.
" Aaaaaaarrrrgggggggghhhh.... saaaaaaakit doooookkk!" suara seorang wanita terdengar berteriak
"sabar bu, tarik nafas panjang-panjang ya bu... ya sekarang dorong..."
di satu sisi, seorang lelaki juga ikut mengerang kesakitan. yah, apa daya, dia harus mengorbankan rambutnya di jambak-jambak dengan kuat, rela dicakar-cakar istrinya yang terus saja mengerang, menahan sakit yang amat sangat.
"sedikit lagi bu... semangat!yang kuat ya bu, ayo bu, ibu pasti kuat..."
"Aaaaaaaarrrggggghhhhhh!!!" suara itu mengaung-gaung.
"oaaaa...oaaa..oaaa" ketika itu pula satu jiwa manusia hidup, seorang bayi yang masih tertutup matanya, merah bersimbah darah diangkat oleh seorang suster yang sedari tadi tak kuasa menahan napas, ikut terbawa suasana yang tegang.
suasana kamar itu menjadi damai kembali.
sang bayi di bawa ke kamar terpisah dari ibunya, bersama bayi-bayi lainnya. bulir-bulir peluh yang sebesar biji jagung memenuhi wajah pias sang ibu, wanita itu kelelahan, tapi ada satu getaran yang bahkan tak pernah ia rasakan sebelumnya, atas kebanggaan telah menyandang status gelar ibu, wanita sesungguh-sungguhnya wanita. karena tak sanggup lagi menaham lelahnya, ia terlelap dalam senyum damai.
malam itu sang suami tidur dengan lelapnya di sofa kamar rumah sakit. rasa perih akibat cakaran istrinya tak lagi terasa, atau ngilu di kepala akibat jambakan, hilang begitu saja.
krek! pintu kamar itu terbuka.
sadar bahwa daun telinganya menangkap getaran suara, mata sang ibu terbuka perlahan, masih ada sisa kelelahan ternyata. ia bangun, lalu menoleh ke arah sumber suara.
terbelalak! gemetar! hingga serasa ada yang menyekap mulutnya rapat-rapat. keterkejutannya itu membuat lidahnya kelu, hingga tak mampu membangunkan suaminya yang terlelap.
seekor bebek yang tak biasa, di atas kepalanya bertengger topi bak tukang sulap. tak lupa tongkat yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Gober bebek! ya, gober bebek!
tidak percaya! menganggap cerita ini tidak logis? terserahlah! suka-suka penulis dong mau bikin cerita kayak gimana (he :p)
"a-a-anda... g-g-g-gober...b-b-bebek?"
"iyah tentu saja, masa kau tidak kenal? saya ini begitu terkenal seantero dunia bebek"
"b-b-bagaimana kau bisa masuk ke dunia kami? dunia manusia?"
"tidak tahu tuh, saya hanya mengikuti keinginan penulis untuk menjadi salah satu aktor di cerita ini, tanya saja padanya..."
glek! sang ibu menelan ludah. nafasnya tersengal, seakan ada benda besar yang masuk ke dalam dadanya, menyumbat udara dalam paru-parunya.
"bisakah kau berikan anakmu padaku? anakmu lahir siang tadi bukan?"
sang ibu mengernyitkan dahi, dua alis matanya berdekatan.
"apakah saat kau melahirkan pendengaranmu menjadi terganggu? iya, maukah kau serahkan anakmu padaku?"
sebenarnya pendengaran sang ibu tidak terganggu, terdengar jelas malah, ia hanya terganggu dengan suara becek si bebek tua kikir itu, kedengarannya seperti ada puluhan suara serak puluhan bebek yang bergema.
"kau sudah gila? tidak akan kuberikan..."
"akan aku beri kau uang seratus juta dollar sebagai imbalannya"
"kurang ya? baiklah, aku tambah. dua ratus juta dollar?"
"lima ratus juta dollar?"
sang ibu tidak juga bergeming
kekesalan sang ibu mencuat, ditambah lagi dengkuran suaminya menyadarkannya, menambah kekesalan sang ibu. mengapa dalam situasi genting tak logis seperti saat itu suaminya tak kunjung terjaga? keterlaluan!
"mengapa kau mau anakku?"
sambil mendengus kesal, gober bebek menjawab "karena aku bosan diganggu si mimi hitam..."
sang ibu mengangkat kedua alisnya "apa hubungannya"
"mimi hitam takut pada tangisan bayi!"
"kenapa begitu? dulu pun aku sering membaca komikmu, tapi tak satupun ada keterangan mengenai itu"
"yeah, tidak semua hal patut diketahui dan patut diceritakan bukan? mimi hitam takut pada suara tangisan bayi sungguhan, apalagi suara tawa sang bayi, karena tawa dan tangis mereka akan mengundang kebahagiaan, kebahagiaan karena hadirnya pengharapan akan masa depan, dan hidup yang lebih baik.. lagipula, apapun yang mereka lakukan akan dimaafkan, walau rumah menjadi berantakan dan bau gara-gara ompolnya, atau barang-barang rusak karena rasa ingin tahu mereka yang besar"
"kenapa bukan bayi dari dunia bebek saja?"
"aku belum menemukannya?"
kenapa tak kau suruh saja donal dan desy menikah, lalu mereka punya bayi, dan kau pinta mereka tinggal di rumahmu atau di gudang uangmu itu"
"kau tahu sendiri, dalam cerita, donal lebih banyak di tolak, lagipula ia selalu sial!"
"bayi dari ibu yang lain sajalah!"
"kalau aku gagal membuatmu menyerahkan anakmu, kemungkinan penolakan ini juga akan terjadi pada ibu lainnya..."
"maaf, bahkan kalau kau serahkan semua uang dari gudangmu hingga kau jatuh miskin dan mimi hitam tak lagi berniat mengganggumu dan mencuri uangmu, sampai kapan pun tidak akan aku serahkan..."
"kenapa? anakmu akan lebih baik hidup bersamaku dengan berlimpahnya harta bukan?"
"kau punya harta yang banyak, gudang uangmu bahkan hampir tak muat lagi untuk menampung seluruh keayaanmu. tapi aku tidak mengerti mengenai harta sesungguhnya..."
"eh, eh, eh, jangan coba-coba menceramahi aku ya, aku tahu betul tentang harta, bagaimana mengelolanya agar bisa tumbuh lebih banyak lagi..."
"harta bagi seorang ibu,ayah, orang tua manapun di dunia ini adalah anak-anaknya. walau tak ada yang bisa menebak masa depan akan terjadi seperti apa, itu takkan menjadi masalah, karena mereka tumpu semua harapnya pada anak-anak mereka. dan harta bagi seorang anak adalah orang tuanya, walaupun sudah jelas jaminan apapun untuk memastikan masa depan mereka. karena tidak ada kasih sayang yang lebih diberikan tanpa harap balasan, selain cinta dan kasih orang tua. siapa yang berani mengorbankan harta, jiwa bahkan masa depan tanpa harap balas, meski cinta mereka bertepuk sebelah tangan sekalipun selain orang tua mereka...?"
"ah, ya.. sudahlah... aku menyerah! susah aku bicara pada seorang ibu, cinta kasih kaum kalian berkali-kali membuatku gagal mengerjakan tugas dari bosku, iblis"
Blas! seketika gober bebek berubah menjadi setan yang sengaja datang menggoga keteguhan sang ibu.
ia pun pergi dengan langkah gontai... lalu menghilang, meniggalkan asap memenuhi ruang itu.
"uhuk... uhuk... bau apa ini?"
sang suami terbangun, menatap ruangan dengan nanar, masih setengah sadar.
"bangunnya telat, mas..." sang ibu mendengus kesal.
sang ibu mengatur posisi untuk tidur, untuk kembali terlelap.