[Makanan] Salah satu tantangan sewaktu di negeri sakura adalah memilih makanan halal. Bagi muslim, tidak semua makanan di Jepang dapat di makan. Menghafal beberapa kanji penting menjadi sebuah keharusan untuk berwaspada, seperti - 豚肉(ぶたにく) babi - 洋酒 arak - 酒 sake Pas disana sebisa mungkin menghindari yg berkuah (walaupun kelihatannya super enak tapi karena ragu ditinggalkan). Alasan menghindari karena biasanya kuah shoyu yg ada dipasaran adalah yg mengandung alkohol walau persentasenya kecil. Shoyu jenis apa pun biasanya pakai alkohol baik koikuchi shoyu, tamari shoyu, shiro shoyu atau shaishikomi shoyu walau dengan kadar alkohol yg berbeda-beda mulai dari 0,001% - 2,2%. Pertama sadar saat makan siang kedua karena ada yg bertanya tentang kecap asinnya halal atau tidak. Saat itu alhamdulillah dapat akses internet jadinya bisa foto tulisannya dan ditranslet ke google translet. Di hati emang udah ragu buat ga makan, pas di cek cukup kaget juga ternyata mengandung sake 99%. 😂 Alhamdulillah ga jadi makan. Ikuti kata hati insyaAllah ga menjerumuskan. Sejak kejadian itu jadi cari aman dengan makan-makanan yg yakin kehalal-annya. Buat yg mau berangkat kesana, buat jajan-jajan atau referensi makanan halal juga bisa lihat di : http://ppi-tokodai.net/zold/informasi/islam-di-jepang/makanan-halal-haram/ Alhamdulillah jajanan yg selama ini di makan halal. 😊 #jenesysexperience #jenesysprogram #exchangeprogram #jenesys2016 #JICE #Japan #Indonesia #MOFU #JenesysBatch5 #food #VisitJapan #explorejapan #infojapan #kulinerjapan (at Tokyo - Japan 東京)














