sadari bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna, pahami bahwa sifat-sifat yang tidak diinginkan itu perlu diakui namun bukan dibiarkan berkuasa dalam diri, dia perlu diarahkan, bukan diusir atau di abaikan, karena beberapa sifat kurang baik yang ada dalam diri kita tumbuh menemani proses mendewasa, tumbuh dari segala perlakuan orang ke kita, dari ucapan yang kita dengar.
Awali dengan kita berbicara pada diri sendiri, misalnya:
aku mengakui bahwa dalam diriku ada sifat mudah marah, ku akui keberadaanya, ku peluk dengan hangat tanpa menghakimi, aku menyadari sifat itu menghampiri sejak kecil , aku rasakan dalam lingkungan dan akhirnya singgah dalam diri, tak mungkin ku usir dia pergi, aku hanya perlu mengarahkannya untuk belajar tenang agar perlahan mereda, jangan melampiaskan.
Awalnya kurasakan orang-orang disekitarku, yang terkadang melampiaskan marah dengan membanting barang, mengebut, berteriak, kesulitan mengontrol emosi dalam diri, dan aku tidak menginginkannya, aku tak ingin seperti itu.
Aku mulai menyadari bahwa menuruti amarah itu sangat melelahkan hati dan fikiran, melampiaskan dengan perkataan dan perbuatan kasar bisa menyisakan penyesalan, perlahan ku coba diam mengatur nafas, dan tersenyum,kukira itu hal konyol, ternyata itu cara ampuh mendatangkan ketenangan dalam jiwa.
Lanjutpart 2 ➡️
#fafafiori #memaafkandiri #untukdiriku #shadowself #inerchild

















