Kita, Wanda, dan Keinginan
Sebuah TV Series yang tayang di platform streaming disney+.
Karya dari Semesta Marvel Cinematic Universe dan sebuah terobosan dari Marvel untuk membuat series original MCU untuk pertama kali.
Bagi yang mengikuti MCU tentu mengetahui dua karakter ini, Wanda dan Vision.
Singkatnya, Wanda adalah seorang perempuan asal eropa yang memiliki kekuatan semacam sihir, khususnya untuk memanipulasi pikiran, telekinesis, dan beberapa kekuatan lain yang belum terungkapkan. kemudian Vision, robot yang sudah seperti manusia. dua makhluk ini sama sama memiliki kekuatan dari sebuah batu yang dinamakan mindstone.
Tapi yang menarik adalah dari serial wandavision ini, kisah dua insan berbeda jenis ini dikemas menarik dan lebih mendalam. kita tidak akan membahas ceritanya, namun sisi lain yang menjadi inti dari serial ini.
Wanda membentuk sebuah realita, sebuah dunia sendiri sebagaimana yang ia inginkan menggunakan sihirnya. sihir yang ia tak sadari ternyata mampu membuat sebuah dunia sendiri yang terpisah dari dunia nyata.
Ternyata sesederhana manusia yang mengalami patah hati. Manusia yang memiliki angannya sendiri. Manusia yang tak senang dengan takdir dari Tuhan dan mengharap naskahnya sendiri yang ia ingin wujudkan sebagaimana maunya.
Rupanya tak hanya Wanda, kita semua adalah Wanda di dunia kita masing-masing. Realita yang kita ciptakan. Sebuah ilusi dimana kita membayangkan bahwa kita pemilik panggung dan manusia lain adalah pemeran pendukung.
Imaginary Audience, orang-orang yang kita anggap sebagai pendukung dari kisah yang kita bangun. Kita punya fairytale kita masing-masing. Sebagaimana tokoh protagonis yang kita saksikan di film film kesukaan kita, yang kemudian mendapat pasangan yang ideal sesuai yang diharapkan. kisah manis seperti dongeng yang juga punya istilah ilmiah, personal fable.
Wanda mampu membuat orang orang di sekitar lokasi tempat ia membangun realita itu sebagai pemeran pendukung dari kisahnya.
Maka serial ini amat konkret memperlihatkan betapa bahayanya ketika kita terlarut dalam dongeng yang kita percayai sebagai takdir kita.
Di episode ke sekian, akhirnya serial ini menunjukan bahwa ternyata para tetangga wanda yang dimanipulasi pikirannya untuk bisa menjadi figuran di realita ciptaan wanda tersebut tidak bahagia. mereka punya kehidupan masing-masing. mereka terpaksa terbawa dalam rasa sakit wanda yang juga ditekan dalam dalam dengan ditipu menggunakan naskah indah dalam realitanya.
Bahkan ketika akhirnya satu karakter lain yaitu Monica Rambeau berhasil sadar dan menemui Wanda secara langsung, Monica berkata
“Aku juga kehilangan orang yang dekat denganmu. hal terburuk yang pernah kubayangkan sudah terjadi.. dan aku tak bisa mengubahnya, aku tak bisa membatalkannya. aku tak bisa lagi mengendalikan rasa sakit ini.. aku tak ingin lagi mengendalikannya karena inilah realitaku”
Maka itulah, gambaran dalam hidup kita.
Monica menggambarkan seseorang yang sudah lelah dengan membohongi kenyataan. bukan karena ia tak ingin mengubahnya. Melainkan karena ia sudah menyadari bahwa terus menolak kenyataan dan berusaha mengubahnya itu melelahkan. semua harus didekor sedemikian rupa seperti yang kita inginkan padahal itu tidak memberi manfaat apapun sama sekali bagi kita.
Bukankah kita juga demikian?
Seringkali berusaha menjadi Wanda, namun menolak menjadi Monica.
Jadi, sudahkah kita melepaskan hari ini?
Sudahkah kita menyadarkan diri kita bahwa kita tak pernah punya sesuatu yang kekal di dunia ini?