Bangun lebih pagi. Tidur lebih malam. Baca lebih banyak. Berkarya lebih giat.
Pindi Setiawan. Kuliah Desain & Kebudayaan. Pagi tadi.

seen from South Korea
seen from China

seen from Australia
seen from Macao SAR China

seen from Switzerland

seen from Switzerland

seen from Switzerland
seen from Switzerland

seen from Switzerland

seen from United States

seen from Switzerland

seen from Belgium

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Russia
seen from Russia
seen from China
seen from Norway

seen from United States
Bangun lebih pagi. Tidur lebih malam. Baca lebih banyak. Berkarya lebih giat.
Pindi Setiawan. Kuliah Desain & Kebudayaan. Pagi tadi.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Banyak obrolan tentang ‘gimana sih bisa menemukan ciri khas kita tersendiri dalam berkarya?’. Sampai sekarang pun saya masih berkutat dengan pertanyaan yang sama. Serius. Saya juga masih mencari. Tapi setelah berbagai macam obrolan saya tentang hal ini dengan rekan-rekan sejawat, mungkin saya akan coba menjelaskan.
Jadi gini lo rek, kalo mau menemukan ciri khas kita selain butuh latihan disiplin dan rutin, juga butuh yang namanya referensi. Referensi ini sendiri pastinya kita dapatkan dari karya karya orang lain yang kita anggap menjadi panutan. Dari situ kita mulai ngulik, gimana sih cara mereka membuat karya tersebut. Kalau perlu kita tiru karya tersebut, semirip-miripnya. Dengan harapan kita bisa tahu proses pembuatan karya tersebut dari awal-akhir. Austin kleon aja ngomong gini, “start copying what you love. copy copy copy copy. At the end of the copy you will find your self”. TAPI, disini kadang banyak hal yang 'kurang benar’ sering terjadi.
Gapopo kok meniru karya orang lain 100% mirip. Tapi, itu hanya sebatas latihan untuk dirimu sendiri. Gak perlu di publish ke publik lewat medsos. Kalo butuh kritik dan saran, mungkin bisa tanya ke teman-teman sekitar, atau via grup. Bisa kan? Soalnya kalo kita meniru karya orang lain 100% dan kita publish ke publik, itu namanya plagiat, dan ada sanksi hukumnya soal itu. Apalagi kalo main upload karya orang lain tanpa dikasih credit ke si pembuat karya, wah itu udah lebih berat itungannya. Tapi mungkin perasaannya merasa terwakili dengan karya tersebut, jadinya langsung upload sana-sini. Dan karena saking terwakilinya sampe lupa ngasih credit. Positif thinking aja. Ehe.
Jadi, mari kita lebih bijak lagi kalo ingin membuat sebuah karya. Hargailah mereka yang sudah susah payah mencari ide untuk membuat sebuah karya. Jangan semena-mena main upload karya mereka disana-sini tanpa memberikan credit. Gak keren banget rek, beneran. Semacam mengejar eksistensi dengan cara yang bundu. Gak ada yang bisa dibanggakan.
Buat para kreator dan rekan-rekan sejawat yang mengalami plagiasi atas karya kalian, gak usah terlalu diambil pusing. Lalapo se capek-capek nanggepi mereka terus? Kalo mereka bisa dapet profit dari cara itu, ya alhmadulillah aja. Paling tidak kita bisa membantu mereka, kan. Kitanya sendiri yawes tetep fokus berkarya aja. Bikin karya lagi yang baru. Jangan lupa juga buat selalu rajin kasih edukasi tentang plagiasi dan semacamnya ke khalayak ramai. Soalnya tipe-tipe kayak gini tuh biasanya telinganya tawwebell banget, jadi susah kalo mbilangin. Lagian lohya, imajinasi dan motivasi orang yang berkarya dan yang hobi copas pasti jelas beda jauh. Gimanapun, mereka selalu ada membuntuti di belakang kita, tapi gak pernah bisa ada di depan kita.
Dimazfakhr, 19 Januari 2016
Semua orang menginspirasi dengan caranya masing-masing.
Entah disadari atau tidak. Jika kita memang mengejar ingin dianggap menginspirasi, justru pada akhirnya kita tak mendapat apresiasi.
Tapi,
Jika kita berkarya sepenuh hati, tanpa memikirkan bisa menginspirasi atau tidak, malah justru itu yang memberi arti. Kamu tak akan pernah tahu dan tak bisa meminta siapa saja yang terinspirasi olehmu. Yang kamu bisa hanyalah terus berkarya. Sampai pada akhirnya ada yang menghampirimu dan berkata,
"Terima kasih atas semua karya-karyamu. Saya bisa seperti ini, bisa membuat karya sendiri seperti ini, semua terinspirasi olehmu."
Nyoh. Sedetik kemudian semuanya terasa berhenti. Dan kamu akan tersenyum-senyum sendiri.
Hidup ini penuh sarkasme.
Karena yang benar-benar jujur menyuarakan isi hatinya tidak serta merta dianggap baik dan benar kelakuannya.
Apapun cita-cita kalian, belajaro yang rajin dan jangan pernah menyerah. Karena mewujudkan cita-cita itu tak segampang waktu kita menulisnya.
dari saya, untuk kalian adik-adik SD Balesari V.
Tapi belum sempat saya ucapkan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kita hidup dalam label-label yang sesuai dengan citra diri yang ingin kita bentuk.
Dan bodohnya, kita terjebak serta menghamba kepadanya. - kuliah Desain dan Kebudayaan, 2 November 2016
Bermimpilah sebebas-bebasnya. Setingi-tingginya. Seliar-liarnya
Tapi jangan lupa untuk bangun dan segera beraksi.