“Jika ingin berinvesi, berinvestasilah dari hidung ke atas.” – Coach Erni Margiono
Selama bertahun-tahun belajar, secara formal, kurang lebih 17 tahun hingga sampai saat ini berada di tahap menggapai gelar sarjana, adalah usaha diri dalam mengoptimalkan potensi akal yang diberikan oleh Sang Pencipta. Namun yang aku rasakan saat ini, masih jauh dari kata cukup. Usaha ini tidak boleh berhenti untuk dimaksimalkan lewat berinvestasi dari hidung ke atas. Ya, belajar dan terus belajar. Belajar bertumbuh. Seperti hari senin lalu aku ikut acara Ganesha Inspiring Forum (GIF) pada tanggal 29 Februari 2016. Lagi-lagi acara free yang keren dan menginspirasi. Masih di tempat yang sama. Acaranya bergantian, seminggu sekali.
Kali ini tema yang akan dibahas adalah High Class Response, dari Kang Harri Firmansyah. Untuk yang penasaran seperti apa ilmu yang di-sharing-kan oleh Kang Harri, bisa juga berinvestasi dengan membeli buku beliau. Karena pertemuan di acara GIF kali ini juga merupakan bedah bukunya beliau. Sekarang, aku mohon izin mau berbagi sedikit yang disampaikan saat itu ya.
Di dalam hidup kita ternyata memiliki Quality of Life (QOL). Ada lima dimensi yang terdiri dari, spiritual (kehadiran ruh dalam diri. Bukan ritual yang dilakukan terus-menerus), intelektual, sosial dan keluarga, finansial, dan health (bukan sekedar memiliki jasad yang sempurna, namun jasad yang optimal digunakan). Semua dimensi ini dimiliki dari masing-masing manusia yang akan berfungsi sesuai dengan apa yang dilakukannya atau response. Response adalah sebuah tindakan yang diambil untuk menanggapi sebuah peristiwa atau kejadian.
QOL ini dapat kita capai sesuai tangga response atau Quality of Response (QOR) yang menjadi sebuah perilaku. Ada lima tingkatan atau level QOR, yaitu:
Pada tingkatan ini, response yang dimiliki oleh orang-orang yang merespons kejadian disekitarnya dengan kemampuan merespons paling dasar yang dimilikinya. Atau perilaku yang nyaris tanpa upaya untuk “memberi” lebih. Bersikap otomatis dan tanpa kesadaran.
Tingkatan response ini dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kesadaran diri, yang memang sudah semestinya, dapat diartikan memberi response sesuai yang diharapkan orang lain. Orang-orang di sini memiliki kesadaran, mau belajar, dan cukup.
Orang-orang yang mampu memberikan response dengan kemampuan merespons yang sudah sesuai bahkan berhasil membuat dirinya dan orang-orang disekitarnya merasa senang. Di tahap ini, orang-orangnya terlatih, mau belajar terus-menerus, dan lebih dari cukup. Level yang berada di atas harapan orang lain.
Ditingkatan ini adalah level mengejutkan. Response yang dimiliki menjadi sebuah perilaku yang mengejutkan, membuat orang-orang yang menerimanya merasa luar biasa senang hingga orang-orang di level ini akan sulit dilupakan. Orang-orang yang mau berbagi, dan berpikirnya bukan hanya “aku” namun sudah “kita”.
Level teratas ini adalah kemampuan merespons sesuatu dengan membuat orang lain terkejut bahagia. Perbedaannya pada level ini adalah sudah tidak hanya dilakukan sesekali, namun sudah menjadi karakter dan konsisten. Orang-orangnya diakui, menginspirasi banyak orang, dan memikirkan “kita dengan Tuhannya.”
QOR yang dimiliki masing-masing akan berdampak pada QOL-nya. Orang yang mencapai tangga ke atas adalah orang yang mampu melakukan QOR semakin meningkat dalam QOL-nya. Sehingga akan mendapatkan High Class Response yaitu response di atas rata-rata, bukan hanya sekedar sampai dari hati ke hati.
Lantas bagaimana cara menaikan kelas atau keberadaan level response kita?
Tantangan terbesarnya adalah ada pada dimensi intelektual. Bagaimana kita terbuka (adanya keterbukaan) terhadap diri dalam kemauan belajar untuk menaikkan kompetensi diri. Adapun prinsip menaikan response dalam dua cara, yaitu:
“Apapun kejadiannya, hasilnya selalu tergantung kepada response yang kita berikan.”
Creates Responsibility (QOL) menjadi sesuatu yang tidak dikatakan sebagai beban.
Selain prinsip menaikan response, ada juga cara menaikan diri dalam QOL, yaitu:
1. Take an off pada emosi diri (berintrospeksi).
2. Design Wow dengan follow up response. Mengurai peran dalam kehidupan, sesuai dengan tangga QOL.
3. Communicate it ! Berkomunikasi sesuai hati.
“Change your response – Change your class. Karena response yang kita berikan berdampak besar pada kehidupan kita. Semakin kita berlatih mendesainnya, semakin cepat kita berjalan menuju titik kesuksesan yang kita tuju. Berubahlah dengan sesuatu yang tidak pernah berubah.” – Kang Harri Firmansyah
Semoga kita termasuk orang-orang yang mau menaiki tangga hingga dapat berkonsistensi di tingkatan teratas. Memang bukan sesuatu yang mudah, namun bukan berarti tidak bisa.