SURAT UNTUK DUNIA
(dan doa di akhir)
Kepada Dunia yang sedang terluka,
Gw menulismu dari sebuah ruang sunyi—bukan karena gw nggak peduli, justru karena gw terlalu peduli sampai sering kali nggak tahu harus gimana. Gw bukan siapa²: bukan pemimpin, bukan bagian dari lingkaran kekuasaan, bukan suara yang bergema di TV atau podium. Gw hanya seorang manusia biasa yang pernah merasa dicurangi, disakiti, dan ditinggalkan. Tapi anehnya, gw masih ingin kamu sembuh.
Dunia, kenapa kamu sering membuat perbedaan warna kulit dan ras menjadi batas kasih?
Kenapa kamu biarkan agama menjadi alasan untuk saling menuding?
Kenapa kamu tempatkan kekuasaan di tangan mereka yang memanipulasi, dan membungkam yang jujur?
Gw nggak ingin banyak—gw hanya ingin anak² bisa tidur tanpa suara ledakan.
Gw ingin perempuan nggak takut berjalan pulang sendirian.
Gw ingin orang tua bisa merawat keluarga tanpa harus korupsi.
Gw ingin manusia saling percaya, bukan saling curiga.
Gw tahu, harapan ini mungkin terdengar naif, tapi...
Kalau lagu "Heal the World" bisa membuat dada gw sesak dan mata gw panas, itu karena jiwa gw belum mati. Dan aku percaya masih banyak jiwa² seperti itu. Kita mungkin sunyi, tapi kita nyata.
Dan ini doa gw:
"Ya Tuhan, yang nggak tergantung nama atau bentuk, pulihkan bumi ini dari luka² yang dibuat oleh ketamakan dan kebencian. Tanamkan belas kasih bahkan di hati yang paling keras. Lindungi anak² yang belum bisa memilih. Peluk mereka yang kehilangan harapan. Jadikan kami bagian kecil dari penyembuh, bukan perusak. Ajarkan kami mencintai bukan karena ajaran dan doktrin, tapi karena kesadaran."
Aamiin.
Dengan segala kejujuran,
Seorang manusia yang masih ingin dunia sembuh.
-iwnst

















