ABAH, CINTA PERTAMA HEIDY :)
Sehat sehat terus kan ya,,,
Karena aku disini juga selalu mendoakan mu dalam tiap sujudku agar kamu selalu sehat terus
Orang-orang punya panggilan sayang tersendiri untuk cinta pertamanya seperti sosok dirimu,
Aku tidak tau bagaimana sejarahnya, tiba-tiba aku terlahir kedunia ini dan jatuh cinta padamu, kau cinta pertamaku dan aku memanggilmu “Abah”
Selamat ulang Tahun yang ke 59 Tahun Bah,
Hmmm banyak sih panggilan yang lain “ayah, papa, papi, abi, abuya, daddy, bapak, atau apapun lah, tapi aku terlahir sudah dengan panggilan untukmu Abah”
Kalau ada panggilan yang lebih mulia lagi dari sekedar abah, aku pasti sudah menggunakan panggilan itu untuk memanggil mu.
Tahun ini, tahun terakhirmu diusia 50an, tahun depan abah sudah masuk usia dimana sudah seharusnya dirumah saja, menua bersama anak cucumu, 59 tahun bukan umur yang singkat, abah sudah harus pensiun bekerja, biarkan aku yang kini mengabdi padamu, 26 tahun sudah cukup abah memberikan penghidupan yang sangat layak untukku.
walaupun dari segi wajah, aku gak ada sama sekali mirip denganmu, aku bahkan sangat mirip sama mama, tapi kata mama untuk urusan sifat aku sangat mewarisi watak abah banged yang keras kepala, susah dibilangin, baik sama orang gak pandang bulu, temannya banyak dimana, suka petualangan, gak ada kata capeknya, suka lupa waktu kalau maen dan kerja, bawel banged, dan mandiri.
tapi untuk urusan mandiri ini, memang aku akuin aku belajar dari abah. sejak dulu kau mendidik aku menjadi perempuan yang mandiri tidak bergantung dengan orang lain terutama laki-laki. karena memang tidak ada laki-laki lain yang bisa kuandalkan selain dirimu bah. kadang aku iri dengan teman-temanku yang sampai usianya saat ini ayah mereka masih suka antar jemput mereka kemana-mana, hmmm kalo aku??? aku gak pernah merasakan sekolah diantar jemput olehmu, kalaupun dijemput itu saat aku kelas 1 SMP karena masuk sekolah siang dan langsung lanjud Les sampai malam, kau mendidik aku menjadi pribadi yang mandiri sekali, katamu itu bukan karena kau malas mengantarkan aku, tapi karena berhentilah jadi anak manja yang bergantung sama orang lain, karena orang lain tidak ada setiap saat untu kita.
aku tau kau sangat menginginkan anak laki-laki, menjadi anak laki-laki bagimu rasanya sulit, aku memang suka ikud denganmu bekerja dipasar sedari kecil, membantu memotong daging, menemanimu ke pemotongan daging, mengantarkannya ke restorant dan catering ternama di kota kelahiranku palembang. kau sering menganggapku seperti anak laki-laki bagimu, karena kelakuanku yang sedikit tomboy, nakal, lebih suka bermain dengan laki-laki, kadang kau memperlakukan aku seperti anak laki-laki, menemanimu begadang tengah malam menonton bola sampai pagi, menghafal seluruh club dan pemain bolanya, membantumu mencuci mobil atau motor, menemanimu ke bengkel, semua aku lakukan karena aku menyukai menjadi tangguh seperti dirimu abah. tapi pada akhirnya aku tetap anak perempuanmu yang lemah, ringkih, butuh perlindunganmu. Kadang kau cuek sekali tapi ternyata diam-diam kau perhatian bahkan khawatir sekali kepadaku.
Heidy ingat bah, waktu heidy tiap semester ngasih tunjuk nilai IPK abah terkesan cuek dan cuma oh aja, padahal untuk dapat nilai IP sebagus itu susah bah dijurusanku, Aku fikir abah beneran cuek ternyata pada saat heidy ngasih laporan IP semester 4 abah bilang gini “kok IP kamu turun 0,25 dari semester lalu” iiiihhhh seneng tau bah, ternyata abah inget dan merhatiin hal-hal kecil seperti itu. atau saat kau sangat mengkhawatirkan kesehatanku yang semakin memburuk, aku ingat abah adalah orang yang paling semangat membawaku berobat kesana sini waktu penyakit kelumpuhan syaraf muka itu menimpaku. Seluruh macam teknik pengobatan baik medis, herbal, tradisional semua abah bawa aku kesana demi aku segera pulih dari penyakit itu. aku bahkan malu karena aku yang punya penyakit malah gak semangat, tapi kau menyemangatiku dengan cintamu, pun begitu dengan penyakit-penyakit yang aku derita ditahun-tahun berikutnya, kau penyemangatku no.1.
Bah untuk usiamu yang sudah menginjak 59 tahun tak banyak doaku untukmu, aku cuma pengen abah panjang umur dan sehat terus aja udah. aku gak mau lagi dengar kabar via telepon pagi hari kalau abah dibawa ke ICU karena serangan jantung lagi. Itu pagi yang sangat kalut buat heidy bah, tanpa banyak kata hanya air mata menuju bandara mencari penerbangan untuk pulang ke palembang hari itu juga. jaga kesehatan ya bah, diet rendah kolestrol dan diet jantungnya dijalani, anakmu ini ahli gizi loh, kenapa sih abah cuma nurutnya sama aku, gak sama mama, padahal anakmu ini sudah melimpahkan ilmunya sama mama untuk mengatur makananmu setiap harinya, jadi nurut ya sama mama. karena Mama itu adalah wakil aku yang memantau kesehatan abah. Heidy masih ingin mewujudkan keinginan abah waktu abah sakit dulu, inget kan abah bilang apa? “Heidy, masih mau kan nikahnya diwaliin sama abah”. Tiap ingat kata-kata itu aku menangis, ya aku tau kau sangat mengkhawatirkan anak perempuanmu ini yang belum mendapatkan orang yang akan menggantikanmu sebagai penjagaku dan pelindungku. karena tak mudah mencari yang sepertimu, yang selalu mencintaiku tulus dan tak pernah menyakiti aku. tapi heidy percaya doa dari abah dan mama buat heidy sepanjang waktu tak pernah putus akan segera dikabulkan sama Allah. makasi ya bah untuk sudah menjadi abah terbaik selam 26 tahun hidupku. untuk usia mu yang kini sudah 59 tahun, aku harap akan ada 59 tahun 59 tahun berikutnya bersamamu. kado dari heidy nanti heidy bawa pada saat pulang kerumah ya, Kau tau tiap kali kau bilang “pulang nak, yang abah butuh itu kamu bukan uangmu” aku selalu menangis, rinduku mencapai puncaknya saat kau mengatakan itu padaku. heidy akan pulang segera bah, buat abah, kepelukan abah, bawa kado terbaik untuk ulang tahunmu,,,
selamat ulang tahun ke 59 tahun ya Sayyid Isa Husin Alkaff, Abah juara no.1 didunia, I love you my first love :*