Thoughts Entah berapa Ramadan aku selalu mengobrolkanmu dengan Tuhan. Selalu dengan harapan agar tidak ada lagi namamu kusebut-sebut di Ramadan berikutnya. Malam sebelum Ramadan, kau kembali datang. Kau tidak mengatakan āSampai ketemu lagi, yaā seperti yang selalu kau lakukan di perjumpaan-perjumpaan sebelumnya. Tampaknya kau ingin bersamaku lebih lama. Tak kau lepas genggaman di sepanjangā¦

















