Hari ini tidak biasanya Ara bangun pagi sekali lalu minta untuk mandi, mendengar itu dengan sigap saya langsung menyalakan heater di kamar mandi. Sembari menunggu airnya siap saya menawari Ara sarapan tetapi dia menolak, akhirnya mengajak Ara bermain.
Ibu : “anak ibu pagi-pagi udah bangun, langsung minta mandi. Pinter!!”
Setelah air panas siap, saya mengajak Ara ke kamar mandi lalu saya hendak membuka bajunya, tiba-tiba dia berkata “Aya bisa lepas sendiyi” sambil menaikkan baju terusan miliknya.
“Wah, anak ibu hebat! Sip!” Pujiku lagi sambil mengacungkan jempol.
Ara lalu mengikutiku mengacungkan jempolnya, “sip!”
Saya minta Ara untuk menggosok gigi terlebih dahulu, kemudian saya sibuk menambahkan air dingin kedalam bak berisi air panas. Setelah siap saya basahi tubuh Ara dan mulai memakaikan sabun. Saya kemudian membilas tubuh Ara dengan air hangat, saya tinggal berbalik untuk mengambil handuk lalu tiba-tiba Ara memanggilku “ibuuuuukkkk..”
Saya menoleh dan mendapati muka Ara penuh dengan sabun, tanpa sepengetahuanku dia mengambil sabun lagi dan mengusapkan ke mukanya.
Ara : “ibu...matanya nggak enak”
“Perih kan? sini dibilas dulu sabunnya”, sambil menyeka wajah wajah Ara
Ara : “iyaa... nggak enak”
“Kan tadi udah disabun ibu, kenapa dipakein sabun lagi? Jadinya perih kan matanya Ara” tungkasku
Tantangan kali ini adalah bagaimana menenangkan Ara yang panik karena merasa tidak nyaman sabun masuk ke matanya dan meminta dia untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Poin komunikasi produktif yang dikerjakan adalah :
🎯 jelas dalam memberikan pujian
🎯 KISS (Keep information short and simple)
Komunikasi produktif besok mau memperbaiki intonasi suara yang hari ini melengking gara2 gemes dengan kelakuan Ara.
Karena hari ini ibu kelepasan “agak meninggikan intonasi suara” ibu cuma dapat 4 bintang deh