KoranMandala.com – International Film Festival Rotterdam (IFFR) salah satu festival bergengsi di dunia. Tahun ini, 2025 IFFR diselenggarakan dari tanggal 30 Januari 2025 hingga 9 Februari 2025. 7 film Indonesia turut memeriahkan IFFR 2025. Salah satunya film ‘Gowok’ yang di sutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ‘Gowok’ menceritakan kisah budaya Jawa Banyumas yang berlatar belakang di [...]
Artikel Hadiri International Film Festival Rotterdam 2025, Inilah Potret Para Pemain Film ‘Gowok’ pertama kali tampil pada KoranMandala.com.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sepulang Umroh Sutradara Tenar Hanung Bramantyo Boyong Keluarga Ikut Misa Natal di Vatikan
Jakarta, EDITOR.ID,- Setelah menunaikan ibadah umrah, sutradara kenamaan Hanung Bramantyo dan sang istri Zaskia Adya Mecca memboyong keluarganya menikmati libur akhir tahun di luar negeri. Mereka menyambangi benua Eropa dengan mengunjungi beberapa destinasi.
Dan tepat pada momen malam Natal, Hanung dan keluarganya berada di Kota Vatikan, Roma, Italia. Ia menantikan kemunculan Paus Fransiskus di…
SEKARANG LU PADA NGERTI KAN kenapa gue sengaja botakin rambut, agar kejadian Hanung ribut ama gue gak terulang lagi ... 🤣 #banglims #zaskiaadyamecca #hanungbramantyo https://www.instagram.com/p/CSwt5ghh7uL/?utm_medium=tumblr
Mumpung nang #Jogja, mampir mrene sek, #mamahkejogja. Kelingan pas nang njeroh gedung, mbuh lali gedung opo jeneng'e, pokok'e gedung'e Universitas Negeri Jogja. Nyelitut metu diluk, tuku panganan sing ngehitz lan kekinian iki. Alhamdulillah. Entuk, #mamahkecheese, mbelani ngantri sak suwene. Wong sing tuku yo sak arat-arat. Jan, perjuangan tenan. Pas dirasakno, ancen #istimewarasane! #zaskiaadyamecca #hanungbramantyo #oleholehkekinian #oleholehhitzjogja . . . 📷 : @lizaalida 📍 : @mamahkejogja 🗓 : August 5th, 2017 (at Mamahkejogja)
Selamat dan sukses atas grand opening @mamahkejogja hari ini @zaskiadyamecca @hanungbramantyo . Penasaran pengen tau apa itu @mamahkejogja ? Cuss monggo kepoin IG nya atau bisa baca ulasannya di blog aku ya! (link ada di bio aku) . @mamahkejogja // Jalan Taman KT 1/329 Yogyakarta (selatan Taman Sari) . . #mamahkejogja #zaskiamecca #hanungbramantyo #jogjaistimewa #istimewarasane
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tak semembingungkan judulnya, Surga yang Tak Dirindukan 2 adalah sebuah film mengenai cinta segi banyak (dalam hal ini, segi empat) yang lebih involving dan nyaman ditonton daripada Surga yang Tak Dirindukan. Sedikit berbeda gaya penyajiannya, namun jangan khawatir penonton target, film ini masih dikemas dalam melodrama mendayu-dayu, mengeksploitasi air mata. Just the way you like it.
Sebelumnya, ijinkan saya membahas judulnya terlebih dahulu. Bagaimana anda melafalkan Surga yang Tak Dirindukan 2, mengingat kata "tak" nya yang dicoret? Apakah menjadi Surga yang Dirindukan 2? Kalau iya, surga yang "dirindukan" ini buat siapa, karena sejauh yang saya lihat tak ada satupun kebahagiaan dalam film ini yang tak dibangun atas derita orang lain. Lagipula, mana film Surga yang Dirindukan 1? Judul Surga yang Tak Dirindukan 2 memang lebih tepat, namun apa maksud kata "tak" yang digayakan dengan dicoret? Misteri ini lebih dalam daripada bagaimana cara Meirose (Raline Shah) mengambil kembali anaknya, Akbar dan membawanya ke Budapest, karena kalau saya tidak salah ingat, ia meninggalkan Akbar bersama keluarga Pras di akhir film pertama.
Telah menonton film pertama, saya sudah menyiapkan suspension of disbelief (atau saya sebut juga sebagai Derajat Kepercayaan Semu atas Kemustahilan) dalam dosis besar. You know, in case Pras (Fedi Nuril) berjumpa dengan Meirose untuk keduakalinya lewat sebuah kecelakaan yang lebih kebetulan daripada menabrak tiang listrik di tengah lapangan. Namun mengejutkannya, saya hanya perlu menggunakan dosis suspension of disbelief yang lebih sedikit untuk sekuel ini.
Surga yang Tak Dirindukan 2 (judulnya tak usah diperdebatkan lagi) punya pembangunan plot yang lebih masuk akal --setidaknya dalam konteks opera sabun-- dan memiliki konflik yang membuat saya terikat terhadap pilihan yang harus dibuat para karakternya, karena kali ini, konflik benar-benar memberikan risiko yang rasional bagi hubungan mereka.
Hanya secuil bagian dari diri saya yang percaya atas alasan Pras mempoligami Arini (Laudya Cynthia Bella) demi menyelamatkan nyawa Meirose. Sekarang, ketiganya dipertemukan kembali dalam waktu dan situasi yang berbeda. Dikarenakan film sebelumnya adalah tentang pilihan --selain sarana pemeras air mata, tentu saja-- maka bagus juga saat mendapati bahwa saya kesulitan untuk menebak jalan mana yang akan mereka pilih dalam film kedua. Kesampingkan Arini yang sudah punya tekad bulat. Siapa yang akan dipilih Pras? Siapa yang akan dipilih Meirose? Logically and emotionally speaking, saya juga penasaran.
Namun anda juga tak perlu depresi sepanjang film, karena film ini juga menyelipkan komedi melalui karakter Tanta Ginting sebagai Hartono, Kemal Palevi sebagai Amran serta Muhadkly Acho yang berperan sebagi tour guide di Budapest. Persaingan Acho dengan Kemal untuk memperebutkan hati Sheila, manajer Arini bisa dibuatkan menjadi film komedi tersendiri. Ini bakal menjadi rehat bagi anda yang mulai lelah dengan drama terus-terusan.
Sepeninggal Meirose, Arini dan Pras bersama anak semata wayang mereka, Nadia hidup bahagia. Sebagai tambahan, Arini sekarang telah menjadi penulis bestseller dan buku "Putri Bintang"-nya laris sampai ke Eropa Timur, hingga ia pun diundang untuk promo ke Budapest. Kenapa Budapest, anda mungkin bertanya. Karena film ini harus punya lokasi indah di luar negeri, pastinya! Apalagi Amsterdam, London, dan New York sudah pernah dipakai.
Anyway, Arini berangkat ke Budapest bersama Nadia sementara Pras masih harus membereskan kerjaan bersama Hartono dan Amran. Siapa bilang Budapest luas; Arini secara kebetulan bertemu kembali dengan Meirose dan Akbar di sebuah masjid. Mereka pun berbagi cerita.
Jangan terkejut karena film ini punya twist(s) yang alasannya hanya diberikan dalam eksposisi supersingkat via dialog pendek. Meirose ternyata sudah 3 tahun tinggal di Budapest. Ayah Meirose meninggal beberapa tahun yang lalu. Ibu Arini juga meninggal beberapa tahun yang lalu. Dan Arini ternyata pernah operasi kanker rahim beberapa tahun yang lalu juga. That's right guys, kencangkan sabuk pengaman dan siapkan kantung air mata anda karena kita segera akan masuk ke zona baper maksimal.
Kejahilan Nadia mengagetkan sang ibu, membuat Arini pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Dokter lokal yang praktek di Budapest, Dr. Syarief (Reza Rahadian) memvonis kankernya sudah menjalar ke otak dan tak punya waktu hidup yang lama. Ia tak mau menjalani pengobatan karena itu bertentangan dengan takdir Allah. Ia juga tak mau memberitahu Pras sebelum sang suami menyusulnya ke Budapest.
Mungkinkah Pras juga bersua kembali dengan Meirose? Pastinya. Sadar usianya tak panjang, Arini malah berusaha mendekatkan lagi Pras dengan Mairose meski Pras sudah bertekad ingin menceraikan Meirose (iya mereka belum sah bercerai). Naskah pun mengkondisikan momen agar nostalgia mereka bangkit lagi, misalnya saat Akbar alergi gara-gara coklat yang diberikan Nadia (Damn you Nadia. Lagi-lagi kamu), dan Pras menunjukkan refleks ayah idola dengan mengatarnya ke rumah sakit. Yang tidak Pras dan Arini tahu adalah Meirose sudah punya pacar. Pacarnya ini adalah dokter Syarief tadi, yang ternyata sudah berencana akan melamar!
Film ini adalah tentang pengorbanan sejati dari seorang istri demi kebahagiaan suami. Ia rela kehilangan kebahagiaannya sendiri (dan mungkin orang lain juga). Dan fiuh, Bella tahu caranya agar terlihat menderita. Hampir semua penonton yang menonton bersama saya pulang dengan mata sembab. Fedi juga masih lihai sebagai spesialis poligami yang bisa membuat penonton memafhumi apapun perbuatannya. Reza Rahadian? Sorry to say, he's too good to be here.
Naskah yang ditulis Hanung Bramantyo bersama produsernya, Manoj Punjabi mengkulminasi konflik sehingga lumayan pecah di puncak. Untuk urusan dramatisasi, Hanung yang mengambil alih posisi sutradara dari Kuntz Agus, benar-benar tahu tekniknya. Yah, slow motion atau semacamnya. Ia pandai menempatkan musik latar dan trek lagu untuk menggiring emosi penonton mengharu biru. Jika anda belum pernah melihat adegan yang religiously dramatic dalam sebuah film, well Hanung tak tanggung-tanggung gaes; antara ibadah dengan tragedi, antara Sang Pencipta dengan sang istri.
Bagaimana dengan anda? Hati anda memilih antara apa dengan apa? Menyaksikan tragedi Arini, apakah anda ikut menderita atau malah puas? Oh, yeah, I know you so well.