Sebenarnya, Aku Tidak Baik-Baik Saja.
Aku berpura-pura baik-baik saja, karena tidak ingin mengecewakan orang-orang sekitarku. Aku berpura-pura baik-baik saja, karena tidak ingin menunjukkan kelemahanku. Aku berpura-pura baik-baik saja, karena takut ditinggal sendirian. Aku berpura-pura baik-baik saja, karena tidak mau menerima kesedihan. Aku berpura-pura baik-baik saja, karena takut tidak bisa bangun lagi jika terjatuh. Aku sering berpura-pura baik-baik saja, karena tidak punya tempat untuk bersandar. Aku berpura-pura baik-baik saja: Meski sakit, aku berpura-pura sehat. Meski sedih, aku berpura-pura senang. Meski sulit, aku berpura-pura menganggapnya mudah karena kupikir tidak akan ada orang yang membantuku jika aku jatuh terpuruk.
Ada waktu ketika aku membuat diriku sendiri sangat kesulitan. Aku tidak bisa mengistirahatkan pikiranku. Aku selalu berusaha tidak menunjukkan kekuranganku di hadapan orang lain. Meskipun tampaknya tidak kesulitan, kuat, dan bisa mengatasi semua dengan baik, sebenarnya aku sering merasa tidak baik-baik saja.
Saat itu terus terulang, hatiku perlahan-lahan cemas.
Aku berusaha menjalani hidup yang kumiliki saat ini. Namun, aku sering cemas ketika tidak bahagia meski sudah berusaha keras menjalani hidup. Bahkan aku tidak tahu harus ke mana sekarang.
Aku seperti tersesat. Aku tidak tahu harus berbuat apa agar bisa bahagia.
Pada saat seperti itu, aku dihadapkan dengan kehampaan dan kesepian.
Orang yang berpura-pura baik-baik saja sepertiku membutuhkan tempat untuk bersandar. Akan menjadi kekuatan besar jika ada satu orang saja bisa memahami perasaanku. Aku juga bisa menunjukkan diriku apa adanya dengan tenang.
Jika kau juga sering merasa tidak baik-baik saja,tapi berpura-pura baik-baik saja,kau sedang benar-benar berusaha keras menjalanihidup yang sangat berat.












