Mestinya aku tau, aku datang baru saja. Kamu sudah lama dengannya. Kesendirianmu. Berdua dengan kesendirianmu adalah kamu. Kalian utuh dalam sebuah gelembung. Sedangkan aku datang ketika kamu tidak bersamanya, aku salah sangka, aku kira kamu sendiri dan kita saling melengkapi. Tapi kamu telah utuh: berdua dengan kesendirianmu kamu berlindung dalam sebuah gelembung yang kamu ciptakan sendiri. Aku melihat matamu yang sendu, pandanganmu yg abu-abu. Kamu salah berlindung, jika kamu tahu. Gelembungmu itu rapuh. Transparan. Tapi kamu bilang kamu butuh ruang. Biar nanti kamu keluar sendiri dari sana, meninggalkan kesendirianmu, datang kepadaku. Jika aku mendekat, aku merusak gelembung itu. Memberi kesempatan kesendirian itu terbebas, semaunya melekat ke kamu. Jika itu yg terjadi, bagaimana bisa aku melengkapi kamu yang telah utuh. Jadi tolonglah. Keluar dari sana. Kepadaku. Lalu kita akan berpetualang. Biar kamu lupa letak gelembung dan kesendirianmu itu. Biar kamu sadar. Hanya denganku kamu utuh.