Aku masih lemas tolong jangan dulu bangunkan aku,tolong biarkan aku terus bermimpi karna sejatinya mimpi jauh lebih indah di banding apa yang aku hadapi saat ini.
                      ====
 Aku adalah seseorang yang sangat pintar berpura-pura dan berbohong ,itu yang selalu di katakan difa padaku. Difa adalah sahabat ku 4 tahun lalu, dia adalah salah satu yang terbaik bagiku karna dia tak pernah ikut menangis saat aku menangis tapi selalu ikut tertawa bersamaku saat aku bahagia. Dia tau bagaimana cara memahami keinginanku yang sangat rumit, dia selalu jadi pendengar yang baik sekaligus sebagai sumber inspirasi tulisan-tulisan ku yang jujur saja sebagian aku ambil dari isi curhatannya.
Pagi ini difa kelihatan sangat marah sekali padaku, dia sama sekali tidak menyapa ku dan malah tersenyum sinis saat melihat ku. Aku tidak perlu menanyakan kenapa karna aku tau dia marah karna kepura-puraan ku terhadap Rayi.
Rayi, yah sangat sulit untuk menggambarkan tentang dia setahuku rayi adalah seorang pria yang pernah jadi pacarku selama satu bulan,dua tahun yang lalu dan sekarang rayi sepertinya orang yang sangat membenci ku.
Setelah seharian difa tidak menyapa ku disekolah  akhirnya saat kami hendak pulang dia mulai bertanya padaku masih dengan nada sinis, “Lin gue gemes deh sama loh, bisa ga sih loh berhenti pura-pura ga tau apa yang terjadi?”.  “Semua baik-baik aja ah dif “.jawab ku pada difa. Difa menggeleng geleng kepala terlihat sekali dia sangat kesal padaku.”Difa gue tau lu begini karna lu care ke gue,tapi udahlah biarin aja gue baik-baik aja kok”.tambah ku menenangkan difa”. “yaelahh gue pusing lah ngomong sama loh, gue pulang  duluan yah lin ngantuk gue”. “okey gue ada urusan dulu sama kanina”. Aku terpaksa berbohong lagi karna aku tau difa sangat kesal mendengar jawabanku barusan. Selama dua tahun ini setelah aku putus dengan rayi banyak hal yang berubah dalam hidupku, awalnya aku dan rayi berteman sangat akrab tidak pernah terpikir bahwa saat ini kami akan bertingkah seperti musuh ,itulah yang membuat difa sangat menghawatirkan ku,kini setiap bertemu dengan rayi kami selalu bertengkar saling mengejek dan bahkan tak jarang rayi sering mngerjaiku dan sering membuatku menangis setelah bertengkar dan di kerjai rayi.
Selama satu tahun ini aku selalu bingung kenapa rayi sebenci ini padaku ,bukannya kami hanya pacaran selama satu bulan dan putus secara baik-baik,tapi aku tidak pernah mempunyai keberanian untuk menanyakan hal ini aku lebih memilih berpura-pura memang kami saling membenci dari awal dan tidak pernah ada hubungan apa-apa,toh hanya difa,dan kanina yang tau jika kami pernah berpacaran. Aku selalu berusaha menanamkan pikiran bahwa rayi memang tidak pernah benar-benar menyukaiku dan memang dia sangat membenciku dari pertama kita kenal, aku tau itu bohong karna kami pernah benar-benar sangat akrab tapi mau bagaimana aku lebih nyaman berbohong seperti ini.