Dalam paham monotheisme, berasal dari kata Yunani monon yang berarti tunggal dan Theos yang berarti Tuhan, manusia memiliki kepercayaan bahwa Tuhan itu Esa. Dalam ajaran islam, kita meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah, dan kitab suci kita Al Qur'an. Tentunya hal itu berlaku bagi pemeluk islam, tapi agama lain tidak meyakini itu. Seperti halnya kita, yang tidak meyakini Tuhan dari agama lain maupun kitab agama lain. Beragama menjadi hak asasi setiap manusia.
Agama adalah sesuatu yang teramat sakral, dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Setiap hari kita melakukan rutinitas, beribadah. Di Indonesia ini, tiap-tiap warga negara berhak memeluk agama/keyakinan masing-masing. Dilindungi oleh landasan idiil sila pertama pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Diharapkan semuanya bisa saling menghargai satu sama lain. Meski kita sebagai mukmin meyakini tiada Tuhan selain Allah dan meyakini islam itu agama paling benar, tapi tak pantas juga kita mengatakan bahwa orang non-islam itu kafir yang akan masuk neraka, karena itu akan menyakiti mereka. Di sini, kita belajar memanusiakan manusia dan menghargai agama lain. Kita punya dasar lagi, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Meski begitu, tetap kita tak meng-iyakan pluralisme agama (yang menganggap semua agama sama). Pada dasarnya, ajaran agama memang baik. Tapi tidak bisa disamakan. Seperti yang kita tau, ada hal-hal halal dan haram. Tentunya hal yg haram bagi kita belum tentu haram bagi agama lain. Jadi? ya, tidak bisa disamakan.
Seharusnya Indonesia menjadi negara yang damai, karena rakyat di dalamnya ber-Ketuhanan dan ber-Kemanusiaan. Tak hanya itu, ada lagi dasar yang lain yaitu Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Kita semua tergabung dalam NKRI, dan dikonsepkan sebagai negara bhinneka tunggal ika. Entah mengapa, melihat kasus-kasus kriminal dan politik setiap hari yang selalu diwartakan dengan seru sekaligus memprihatinkan, dasar-dasar itu jadi seperti memudar. Hukum yang kacau karena dikuasai kaum kapitalis, kasus kejahatan yang meningkat, dan wakil rakyat yang kebanyakan mengecewakan, dan banyak timbul perpecahan antar golongan. Sedih sekali. Nampaknya semakin kesini, semakin lari dari apa yang dicita-citakan bangsa ini.
Kemudian ada yang menyalahkan sistem, ini semua karena sistem yang salah di negara ini. Semakin banyak orang beranggapan bahwa semua ini kesalahan sistem demokrasi. Ya mungkin saja, tapi pada hakikatnya tak hanya itu. Tapi manusia yang sudah melupakan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Sebut saja, Pancasila. Ada yang menawarkan konsep islam di Indonesia. Sebagai umat islam, aku mengatakan sistem islam pasti bagus. Tapi mungkin dalam pandangan agama lain, belum tentu, karena nantinya akan ada yang merasa menjadi minoritas. Tidakkah kita melihat kasus-kasus di negara lain, bilamana ada agama yang menjadi minoritas?
Waktu Rasulullah memimpin Madinah, tentu berbeda sekali dengan masa sekarang. Istilahnya, dulu benar-benar terjadi perseteruan antar suku dan agama, seperti kaum Quraisy yang melarang muslim Madinah masuk ke Mekkah lalu Rasul membuat Perjanjian Hudaibiyah. Piagam Madinah untuk mempersatukan Muslim Muhajirin, Anshar, pemeluk Yahudi dg berbagai suku; Qainuqa`, Nadhir, Quraizhah dan penganut paganisme (penyembah berhala).
Seperti yang kita tau, jaman dulu agama menjadi sesuatu yang diperebutkan, saling memerangi antar agama, lalu yang menang punya kuasa. Jaman itu Rasul berperang dengan pedang.
Tapi di Indonesia ini, tidak ada yang saling serang agama. Kurasa itu hal yang patut disyukuri, karena manusia mungkin belajar dari sejarah. Kafir terdahulu dan kafir sekarang mungkin sudah berbeda. Manusia semakin berpikir, dan sekarang sudah tak jaman perang-perang gempuran senjata. Meskipun ada di teritorial lain yang masih saja berperang, seperti Israel dan Palestina. Itu akan terus berlangsung bukan?
Indonesia. Entah kenapa negeri ini terdengar begitu teduh.
Di sini tidak ada yg menghalang-halangi kita untuk menyembah Allah SWT. Kemudian, apa yang salah dengan NKRI? seringkali aku tak sepaham dengan pemikiran fundamentalis.
aku yakin islam itu agama yang cinta damai dan rahmatan lil 'alamin.
mungkin, ikhtiar ku hanya ingin beragama yang tidak fundamentalis. dalam keberagaman ini, hendaknya kita bisa saling berdialog dengan antar umat beragama, dialog tidak dengan maksud menyamakan ajaran/agama, melainkan berdialog untuk lebih menghargai perbedaan.
semoga islam tidak ditakuti, melainkan disegani karena kedamaian di dalamnya. aku yakin persoalan negeri ini ada jalan keluarnya. wallahu a'lam.