Kehidupan anak muda belakangan ini sering dihantui dengan perihal cinta, galau, gadget, game, dsb. Ya itu, berkisar dengan hal-hal itu. Hal-hal yang seharusnya diabaikan untuk sementara waktu untuk mengejar, menggapai, mewujudkan (atau apapun itu nama-namanya) cita-cita.
Cinta dan galau. Dua perasaan ini bagaikan dua roda yang berhubungan, entah itu dihubungkan dengan rantai, atau hubungan sepusat. Tapi yang jelas, saat cinta datang, kedatangannya juga diiringi dengan kegalauan. Biasa nya begitu. Dan saat galau menerjang, kebanyakan orang luluh lantak kegiatannya. Tak tau hendak melakukan apa, tak tau hendak berkata apa, sampai-sampai nafsu makan pun melayang entah kemana. Bukan main pengaruhnya, luar biasa. Tapi, itu semua sebenarnya bisa dikendalikan asalkan ada niat dan tekad yang kuat. Cinta dan galau bisa diatasi dengan mengadu pada-Nya dan pasrah atas kehendak-Nya. Pasrah bukan berarti tak berusaha, pasrah berarti berusaha menjadi hebat dengan cinta yang dirasa. Karena cinta itu seharusnya menghebatkan, bukan melemahkan.
Jadi, jika merasa lemah dengan perasaan cinta saat ini, segeralah mengadu pada Allah. Minta petunjuk pada-Nya Sang Maha Membolak-balikkah hati, karena tak ada penolong yang paling hebat selain Dia. Bersabarlah, jodoh tak kan kemana. Kembalilah fokus mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan, biarkan masalah hati Dia yang mengatur. Fokuslah menjadi hebat, kerena setelah menjadi hebat, kau tak lagi jadi pilihan, tapi kau yang memilih.
Gadget . Gadget adalah dunia di dalam dunia. Di dalam gadget ada banyak sekali aplikasi yang menggoda. Jika tak bisa mengendalikan diri, maka penggunanya akan tenggelam ke dalam dunia yang hampir membuat lupa dengan dunia nyata. Padahal hidup yang sesungguhnya berada di dunia nyata, tapi, gadget mengalihkan semuanya, dan sering membuat penggunanya mengabaikan pekerjaan nyata, atau bahkan tidak peka terhadap manusia-manusia hidup di sekeliilngnya. Bersilaturahim via gadget adalah hal yang baik, tapi jangan sampai melalaikan hal-hal prioritas dalam hidup. Bila gadget terasa mengganggu, maka abaikan. Tak apa menangis sekarang karena ketinggalan berita di gadget, dari pada menangis kemudian karena pekerjaan dunia nyata tak selesai.
Game adalah hal mengganggu berikutnya. Game membuat orang lupa makan, lupa waktu, dan entah lupa apalagi. Game itu ibarat zat adiktif yang membuat kecanduan para pemainnya. Banyak ilmu dan pelajaran mungkin yang didapat dari game, tapi jikalau sampai menganiaya kesehatan karena kebablasan bermain, itu bagaimana ceritanya? Bermainlah sekenanya, jangan sampai melalaikan yang seharusnya diutamakan, jangan sampai melalaikan kesehatan. Karena badan ini juga amanah dari Tuhan. Salah satu kunci sukses itu adalah amanah, belajarlah amanah dengan menjaga titipan Tuhan.
Akhirnya, Abaikanlah hal-hal yang mengganggu tercapainya tujuan hidup. Fokuslah menjadi baik, fokuslah menjadi hebat. Jadilah bermanfaat, karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat.
Berubahlah sekarang! Jangan biarkan waktu terus berlari meninggalkanmu, tapi berlarilah bersamanya. Karena tak Ada yang bisa merubah dirimu selain engkau sendiri yang merubahnya.
Jadilah luar biasa dengan semua titipan-Nya !
*sesungguhnya semua nasehat di atas Saya tujukan untuk diri sendiri 😁