Menyadari
Jika ditanya, aku ini siapa? Mungkin tak ada yang begitu spesial. Aku, ya hanya diriku. Sering banget bertanya-tanya. Kok bisa ya, serasa ada dua sisi dalam diri sendiri. Kadang, bisa tenang banget menghadapi masalah yang orang lain liat besar. Tapi sering juga berantakan banget, ceroboh sana sini. Dapet hasil yang mengecewakan dll. Tapi separuh perjalanan skripsi kemaren, aku menyadari sesuatu. Karena mendapat emas pasti akan sepaket dengan terkotori oleh tanah. Maka hasil yang mengecewakan barangkali adalah tanah kotor, dan pembelajaran setelahnya emas itu sendiri. Alhamdulillah, bersyukur Lu! Allah masih remind kamu kalau memang kemarin-kemarin kamu salah cara kerjanya. Kamu sadar kan, kalo kemarin kamu memang menumpuk kekhawatiran, tidak mengerahkan segala daya upaya. Inginnya serba cepat, lalu tertekan. Ya ini, ini hasilnya. Tidak, tidak terlambat Lu. Masih ada separuh, mungkin bahkan serangkaian skripsi baru lagi. Wallahua'lam. Kamu bisa, jika menjadi dirimu sendiri. Tenang, banyak mengingat Allah, agar hati menjadi tenang. Bukan cuma mengadu takut, ingat untuk mendekat. Allah kan didekati akan membalasnya dengan berlari. Jadi, kenapa tidak banyak mengingat agar dekat? SEMANGAT! BISMILLAHI TAWAKKALTU 'ALALLAH













