Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan menyadari, perkara "empati" dan "kemanusiaan" sebetulnya bisa di pelajari. Derajat ekonomi seseorang tidak berkolerasi secara langsung dengan tingkat empati yang dimiliki.
Kuharap tidak ada lagi yang membela diri sebab tidak sanggup berempati karna dirinya dalam kondisi beruntung.
Kenyataannya adalah, pola asuh yang kurang. Tidak ada pola asuh yang sempurna, namun kita tetap bisa mengupayakan. Bersyukurlah saat ayah,ibu,dan keluarga lainnya masih sering menasehati pentingnya punya sikap "empatik" terhadap sesama.
Saya punya banyak teman yang lahir dari keluarga berkecukupan, dan mereka tumbuh bersama dengan rasa empati yang diajarkan oleh keluarganya. itulah mengapa kondisi ekonomi tidak berkorelasi secara langsung dengan tingkat empatik seseorang.
Dari sini saya paham bahwa, punya sifat empatik adalah level tertinggi dari--keluarga yang berfungsi, lingkungan yang mendukung, kecerdasan emosional dan intelektual yang berimbang.
pict: Pinterest









