Di sebuah tempat penangkaran hewan, terdapat salah satu hewan yang paling istimewa di dunia ini, GAJAH. Gajah memang merupakan hewan yang spesial. Banyak orang mengenal sekali peribahasa
āelephants never forgetā,
dan itu memang benar bahwa seekor gajah memiliki daya ingat yang sangat tinggi terhadap wajah seseorang.
Meet Jenny, seekor gajah yang telah lama tinggal di dalam penangkaran hewan disana. Mereka yang terlibat dalam pemeliharaan tempat penangkaran tersebut bersiap untuk menyambut gajah dari daratan asia bernama Shirley.
Detik-detik sebelum Shirley keluar dari kandangnya yang terbuat dari pipa besi, para pekerja dihebohkan pada sebuah kejadian aneh.
Kedua mata Jenny dan Shirley saling bertemu dari kejauhan. Pada saat yang bersamaan, kedua gajah tersebut tampak sangat bersemangat dan girang di kandang masing-masing. Para pekerja menggambarkan peristiwa tersebut seperti layaknya sepasang sahabat yang telah lama tidak bertemu.
Sebuah euphoria yang dipandang sangat menggembirakan ketika Jenny dan Shirley, keduanya menempelkan gadingnya dan memeriksa bekas luka satu dengan yang lain.
Ternyata, setelah para pekerja memeriksa latar belakang seekor gajah Asia Shirley, mereka menemukan bahwa terdapat kesamaan asal mula dengan Jenny.
Jenny dan Shirley, keduanya pernah bergabung dalam Carson & Barnes Circus, sebuah jasa penyedia hiburan Sirkus yang berpindah tempat dari satu ketempat yang lainnya bahkan hingga antar benua. Mereka berdua menjalin pertemanan hanya dalam hitungan bulan sebelum dipisahkan selama 23 tahun.
Remarkable recall power ⦠Peneliti hewan khususnya bagian gajah menyebutkan bahwa, ingatan yang luar biasa dari seekor gajah tersebut merupakan bagian terbesar cara mereka bertahan hidup.
āTapi, cerita ini bukanlah cerita tentang seekor gajah.
Ini adalah cerita tentang seorang manusia yang tidak pernah lupa, bahkan ketika ajal menjemputnya.
Dia adalah seseorang dengan banyak nama, wajah dan kenangan. Dirinya melakukan perjalanan dari seluruh rentang kehidupan untuk mencari jalan keluar dari kutukan (kesengsaraan), arti sebuah cinta dan inner peace.ā
Chapter 1 : The Beginning (?) Portland, 1993
Di sebuah rumah sakit kecil terdengar suara tangisan bayi yang baru saja datang ke dunia ini. Dunia dengan segalanya yang indah namun terkadang diisi dengan konflik dan kerumitan makna dari kehidupan itu sendiri. Sungguh aneh, sensasi sebuah kedatangan seorang bayi yang membuat kita dapat melupakan sejenak kehidupan kompleks di luar pintu dari sebuah ruangan bersalin itu. Tangisan dan rupa sang bayi tersebut tampak membawa kita ke dunia yang penuh dengan kepolosan, sebuah kertas putih tanpa bercak tinta didalamnya. Bayi tersebut lahir secara normal, dari sepasang kekasih, Patrick Newman dan istrinya Carol.
Patrick dan Carol sudah menikah selama 5 tahun terakhir dan bayi yang baru saja lahir itu, adalah anak pertama mereka. Kepala rumah tangga, Patrick Newman biasa dipanggil Pat adalah seorang pengusaha kayu sukses di daerah mereka tinggal. Sedangkan Carol, istri Pat yang cantik, bekerja sebagai seorang guru musik paruh waktu yang fokus untuk memberikan les kepada anak-anak yang ingin belajar bermain alat musik seperti piano, guitar dan lainnya. Keduanya hidup bahagia bersama di surga dunia yang mereka miliki sendiri, sebuah rumah jauh dari suasana perkotaan. Rumah tersebut memang merupakan rumah idaman bagi hampir semua orang. Bagaimana tidak, cuaca yang sejuk dan damai, jauh dari kebisingan kota dan polusi udara merupakan alasan utama mereka tinggal disana.
Kelahiran bayi mereka ini, seakan juga menambah Daftar kebahagiaan yang mereka alami selama ini. Peristiwa bersejarah ini tentu membuat mereka sangat bahagia, terlihat ketika carol menggendong bayi tersebut tepat setelah dia dilahirkan, bersama dengan Patrick memeluk Carol dari samping.
Pemandangan penuh cinta yang terlihat saat itu juga, ketika Pat mencium kepala Carol dan Carol mencium kepala seorang bayi yang akhirnya mereka beri nama Thomas. Thomas Newman atau the little Tom, julukan mereka kepada bayi yang baru saja lahir itu.
Di awal kehidupannya, Tom telah menunjukan bahwa dirinya adalah anak yang istimewa. Pat dan Carol tentu saja sangat menyayanginya. Tom memiliki perkembangan yang sangat pesat. Lebih cepat dari anak-anak seumurannya. Pada umumnya, anak balita dapat belajar berdiri dan berjalan diusia 10 hingga 12 bulan, namun Tom telah melakukannya ketika dirinya berusia 8 bulan.Terdapat kejadian yang lucu sekaligus mengherankan bagi Pat dan Carol di saat Tom berusia 4 bulan.
Seperti orangtua pada umumnya, senang sekali bermain peek-a-boo bersama balitanya hanya untuk melihat anaknya tertawa. Kemudian Pat mendekatkan wajahnya ke wajah Tom yang sedang duduk di kursi bayi. Kedua mata Tom tertuju pada wajah Ayahnya yang bersiap menutup dan membuka wajah dengan kedua tangannya. Namun ketika Pat membuka wajahnya dan berteriak, āPeek-a-boo!!ā, Tom sama sekali tidak menunjukan reaksi tertawa maupun senyum. Reaksinya jauh seperti yang dibayangkan oleh Pat, tentu hal tersebut membuat dirinya kecewa. Carol yang melihat kejadian tersebut dari samping hanya tertawa melihat wajah yang kecewa karena ketidakmampuannya untuk membuat anaknya tertawa.
Ketika Tom berulang tahun ke 4, Pat dan Carol mengadakan sebuah pesta dirumahnya yang dihadiri oleh kerabat dan tetangga-tetangganya. Pesta yang meriah dihiasi penuh dengan dekorasi ulang tahun dengan tentu kue ulang tahun untuk beloved Tom. Pada hari itu Tom sangat bahagia, dirinya turut menyambut tamu, menerima kado yang ditujukan untuknya.
āHai paman Alā, sambut Tom sambil memeluk pamannya.
āHei ⦠Lihat anak ini, siapakah yang berulang tahun hari ini Tom?ā
āTentu saja aku, paman Al. Paman pasti sudah tau ituā jawab Tom sambil berwajah menyeringai.
āPaman hanya bercanda Tom, bagaimana paman bisa lupa pada ulang tahun keponakan favorit paman ini.
"Bagaimana kabar Charlie, paman?ā
Pamannya berdiam sejenak, menelan ludah dan berusaha menjawab dengan ekspresi wajah senyum yang dibuat-buat,āCharlie baik, tentu saja. Bahkan dirinya sangat merindukanmu sejak terakhir kamu ke rumah paman Tomā
Charlie adalah seekor anjing kesayangan paman Al. Sedangkan Paman Al sendiri tinggal di pegunungan Montana. Berjarak sekitar 14 jam perjalanan dengan mobil dari tempat tinggal Tom. Disana dirinya hanya tinggal bersama Charlie. Sedikit rahasia tentang paman Al, dirinya menamai anjingnya Charlie seperti nama anaknya yang telah meninggal karena kecelakaan mobil beberapa tahun lalu. Nampaknya itulah juga alasan dirinya tinggal seorang diri bersama dengan anjingnya disebuah pegunungan. Paman Al selalu tampak bahagia ketika berada didekat Tom, namun di balik itu semua, dirinya masih menyembunyikan rasa duka yang mendalam terhadap anaknya. Sepertinya, Tom mengetahui itu semua dan memilih untuk tidak mengungkitnya. Sikap yang dewasa ditunjukan oleh seorang bocah yang baru saja beranjak diusia ke 4 tahun.
Memang benar, saat ini Tom menanyakan kabar Charlie, Tom tidak mengatakan kata āanjingā atau āpeliharaanā dalam pertanyaannya. Ini adalah sebuah tes yang diberikan oleh Tom kepada pamannya. Dengan melihat reaksi wajah pamannya ketika menjawab, Tom tau akan perasaan sebenarnya yang pamannya rasakan saat itu. Secara tidak sadar seringkali orang merefleksikan orang lain dan perasaannya sendiri dalam kalimat yang diucapkan. Paman Al berkata Charlie baik, hal tersebut dapat diartikan bahwa paman Al berharap Charlie (anaknya) dalam keadaan yang masih baik. Perasaan berkabung yang masih tinggal di diri pamannya, disertai dengan penangkalan bahwa kenyataannya anaknya sudah meninggal. Kata-kata yang muncul setelah itu dari jawaban paman Al adalah kata āmerindukanā. Tom tahu bahwa itulah perasaan yang sebenarnya yang dirasakan oleh paman Al terhadap Charlie anaknya. Bahwa paman Al secara tidak sadar memproyeksikan dirinya sendiri di posisi charlie (anjing) yang merindukan Tom seperti dirinya merindukan anaknya. Mendengar jawaban tersebut, Tom hanya tersenyum, menepuk pundak pamannya yang saat itu duduk sedikit berjongkok agar memiliki tinggi yang sama dengan Tom. Kemudian Tom pergi dan bermain bersama teman-temannya.
Sesaat itu juga, terdapat perasaan aneh yang dirasakan oleh Paman Al. Melihat senyuman Tom, dirinya merasa Tom tahu apa yang dirinya rasakan dan sembunyikan. Namun dirinya memilih untuk mengabaikannya karena menurutnya itu hanya perasaannya saja.
Berbeda dengan anak-anak pada umumnya, Tom tidak hanya menjawab secara singkat ketika di beri pertanyaan oleh tamu. Dirinya menimpali dengan pertanyaan balik.
Pada ulang tahunnya yang ke 4, terdapat suatu kejadian yang membuat para tetangga penasaran akan perkembangan pesat Tom. Meskipun Pat dan Carol hanya ikut bahagia menerima pujian tersebut, sehingga jika mereka ditanya bagaimana cara mereka mendidik Tom, mereka hanya menjawab dengan pengetahuan orang awam. Bahkan seringkali mereka malah membuat jawaban bernada bercanda. Contoh ketika carol ditanya hal yang sama, apa khasiatmu agar anak-anak bisa menjadi sepintar Tom? Carol hanya menjawab, āMozart?ā dengan senyuman.
Namun kecurigaan Carol mulai muncul ketika Tom bermain piano dengan perkembangan yang sangat cepat, bahkan lebih ahli dari seluruh orang yang dia kenal. Terkadang Carol menemukan Tom bermain piano dengan lagu yang belum pernah dia dengar sebelumnya. Alunan nada yang sangat amat sedih bagi anak seusia Tom. Para saat itu juga, ketika Tom tengah memainkan lagu tersebut Carol melontarkan pertanyaan kepada Tom,
ādarimana kamu dengar lagu itu Tom? Terdengar sedih sekaliā.
Kemudian dengan suara lirih, Tom menjawab āaku sering mendengar lagu ini dipikiranku Bu, berulang kaliā.
Itu adalah awal mula keanehan yang terjadi dalam diri Tom. Tanpa alasan yang jelas, Tom berubah menjadi anak yang pendiam, cenderung menarik diri dari ajakan bermain teman-temannya.
{Wait for the next one, chapter 2 : Lost Child}