“Aku kok kayaknya nggak punya keahlian apa-apa ya?”
“Hidupku mau dibawa kemana ya?”
“Aku nanti kerja apa ya?”
Pertanyaan yang mungkin akan sering menghantui pikiran ketika seseorang beranjak dewasa. Ya... semakin dewasa, kadang semakin sulit menentukan arah, karena tersedianya berbagai macam pilihan atau bahkan karena merasa tidak ada pilihan yang cocok untuk dijalani sebagai kehidupan.
Saya bukan motivator atau ahli psokologis, yang bisa menjabarkan fenomena ini secara detail dan ilmiah. Tapi tak ada salahnya kan memberikan sedikit pandangan yang boleh disepakati ataupun ditolak? Tak ada masalah.
Menurut saya disorientasi diri adalah kondisi dimana kita tidak lagi mengenal diri kita dengan baik, sehingga sulit sekali menentukan arah hidup, atau bahkan sekedar menyebutkan sesuatu yang diingini.
Fenomena disorientasi ini tentunya memiliki banyak sebab yang melatarbelakangi. entah itu akibat dari terlalu lama memaksakan diri berkecimpung dalam hal-hal yang tidak disukai, sehingga mematikan minat dan potensi alami diri. Atau karena rutinitas yang terlampau menguras waktu dan tenaga, sehingga tak ada waktu untuk mengembangkan diri, lalu bosan dan merasa terjebak disituasi yang gitu-gitu aja.
Lantas bagaimana mengatasinya?
Tidak lain dan tidak bukan adalah dengan meluangkan waktu untuk berdialog dengan diri. bukan sekedar me time dengan makan es krim, luluran, jalan-jalan. melainkan memberikan perhatian lebih terhadap apa yang kita rasakan, apa yang kita senangi, apa yang kita benci, apa yang membuat bersemangat , dan lain-lain. Dialog diri ini berfungsi untuk merefresh kembali ingatan kita tentang harapan-harapan yang kita ingini. Juga meluangkan waktu untuk kembali menjajal hobi lama yang terlupakan, atau hal-hal yang selama ini belum pernah dicoba tapi sangat membuat kita penasaran akan menunjukan pada kita hal-hal yang bisa atau tidak bisa kita lakukan. tentunya hal-hal sederhana ini akan membantu kita menata lagi arah hidup kita yang sempat hilang.
Tapi mungkin hal-hal diatas akan sulit dilaksanakan bagi para sibukers. Yang pasti adalah jika kita tidak pernah meluangkan waktu, maka selamanya tak akan pernah ada waktu luang untuk diri kita sendiri. So tunggu apa lagi? Take ur time to focus on you. Jangan sampai waktu kita habis hanya untuk rutinitas tapi kehilangan esensi dari rutinitas itu sendiri. Jangan sampai kita menghabiskan hidup untuk hal yang tidak membuat diri semangat saat bangun pagi.