Aku tidak pergi, Tapi aku dilepaskan.
Aku tidak menulis ini untuk mengajakmu kembali. Tidak juga untuk membuatmu merasa bersalah atas keputusan yang sudah kamu pilih. Aku hanya ingin menyimpan satu hal terakhir di antara kita: Menerima. Bahwa aku pernah bertahan sejauh yang aku mampu. Walau pada akhirnya kita sudah tidak bisa lagi bersatu. Aku datang, aku bertahan tanpa diminta, aku merendahkan egoku, bahkan aku memohon tanpa harga diri-semua karena aku percaya, cinta layak diperjuangkan sampai titik terakhir. Dan ketika semua cara sudah kucoba, ketika semua kata sudah kuucapkan, aku akhirnya mengerti: ada perjuangan yang tidak gagal, ia hanya cukup. Aku mengumpulkan diriku pelan-pelan, dari pagi yang terasa berat, dari malam yang terlalu panjang, dari kenangan yang masih sering datang menyapa. Tidak mudah, tapi aku bertahan. Bukan untuk membuktikan apa pun, hanya karena hidup harus tetap berjalan. Ada bagian hatiku yang tertinggal di hari-hari bersamamu, dan sampai hari ini belum sepenuhnya kembali. Aku belajar bernapas di antara sesak, belajar tersenyum di tengah runtuh, belajar berjalan sambil menahan gemetar. Tidak ada yang tahu betapa sunyinya perjuangan ini-bahkan kamu, yang menjadi alasannya. Jika suatu hari nanti, entah di keramaian atau di kesunyian yang tidak kamu rencanakan, kamu mengingatku-ingatlah aku sebagai seseorang yang tidak pernah pergi sampai benar-benar tidak lagi minta tinggal. Tidak perlu menyesal, tidak perlu kembali Doakan aku dalam diam. Semoga kelak kamu akan menemukan damai yang dulu gagal kau temukan bersamaku. Aku mengakui satu hal, mungkin aku bukan tempat paling nyaman untukmu bertahan. Mungkin aku adalah bagian yang membuatmu lelah, membuat langkahmu ragu, membuat hatimu ingin menyerah. Dan harusnya kau sudah buang aku jauh-jauh sejak awal. Untuk itu aku minta maaf. Bukan untuk mengubah masa lalu, tapi untuk bertanggung jawab atas peranku dalam kisah yang tidak berhasil kita selamatkan. Hari ini aku benar-benar melepaskan. Bukan dengan hati yang utuh, tapi dengan keberanian terakhir yang aku punya. Aku pergi tanpa membencimu, tapi hanya itu yang dapat ku beri demi meringankan bebanmu.














