Awal pertemuanku dengannya memang tidak direncanakan. Boleh jadi memang Tuhan yang telah menyusn pertemuanku ini dengannya. Semua ku lalui dengan biasa aja, tak ada hal yang membuatku spesial dan aneh.
Apa yang aku inginkan perlahan-lahan terwujud berkat campur tangannya dan Sang Kuasa. Terlepas aku harus senang ataukah sedih, yang jelas aku benar-benar bersyukur setiap kenikmatan yang Dia berikan di dalam kehidupan ini.
Dalam hatiku bertanya-tanya mengapa harus ada perasaan yang salah? Itu semua diluar batas kendaliku. Aku yang semula tidak mempunyai rasa atasmu, perlahan-lahan kau yakinkan aku dan seolah aku ikut terhanyut dalam skenariomu itu.
Ku coba menghindar namun langkahmu tetap selalu mengikuti jejakku. Tak ada kata yang bisa ku ucapkan selain “STOP, TO FOLLOW ME!!!” Memang tak seharusnya dan tak sepantasnya kau melakukan hal yang demikian, karena aku bukan orang yang pantas untuk mendapatkan rasa itu.
Ku mencoba mengapus hujan yang terus membasahi pipi, namun tak bisa. Sendu sedan....
Ku hela nafas... mencoba menenangkan diri, namun yang ku rasa hanya stress berkepanjangan. Harus menanggungg semua yang aku rasakan sendirian.
Berkali-kali ku lontarkan kata “aku mau pergi, aku sudah tidak kuat berada disini. Harus ku lalui hidup yang penuh dengan sandiwara. Mengikuti semua skenariomu, aku nggak bisa. Bagimu mungkin itu hal biasa karena kau terlatih dengan kebohongan itu semua. Tapi bagiku, ini adalah hal bodoh yang baru pertama aku lakukan.” Kau selalu menghelaku untuk tidak pergi darimu. Seolah dekapanmu sangat erat dan sulit untuk ku lepaskan.
Entah apa yang membuatmu menaruh rasa kepadaku? Memberikan rasa pada wanita yang benar-benar jauh dari harapan. Menurutku tak ada hal yang spesial dibandingkan semua yang telah kamu miliki. Sekarang...
Yang aku tahu, aku hanya berusaha melakukan pekerjaan yang terbaik dalam setiap bagianku. Yang jelas aku bukan orang yang bekerja hanya mencari muka, melakukan sesuatu yang ingin dipandang orang, bahwa kita terlihat kerja atau rajin. Bagiku bekerja dan melakukan hal yang baik hanya ingin mendapatkan sebuah pengakuan dari orang bahwa kita rajin, “YA, BUAT APA???” Hal itu yang terkadang menghambat kesuksesan kita. Dan, apabila kita sudah terbiasa dengan hal tersebut boleh jadi kita tidak pernah sukses. Aku sama sekali tidak butuh pengakuan tersebut dari orang lain. Bahkan, orang lain mau menilai apapun itu terserah. Bukankah diri kita sendiri yang tahu kapasitas kita ini baik atau buruk??? Dari kecil aku sudah dilatih orang tuaku untuk hal yang semacam itu. Papa terutama, orang yang sangat berperan penting dalam mendidik aku.
Hari-hari ku lewati, bahkan tidak terasa hampir 2 tahun, namun kata-kata dan sikapmu semakin tidak karuan. Saat aku berusa ingin pergi, kamu semakin berani melontarkan kata-kata yang tidak enak untuk didengar.
Bahkan ketakutanmu semakin menjadi-jadi saat aku hendak lulus dari bangku kuliah. Batinku semakin tersiksa, dengan sikap dan kata-katamu itu. Kecewa, marah sudah pasti. Namun, ku coba untuk tidak memendam benci dan berusaha bisa memaafkan semua kata-katamu yang kasar tersebut. Ku mohon kepada-Nya untuk diberikan kekuatan, melewati setiap fase-fase dalam kehidupan ini. Melewati dengan tenang, sabar, dan kuat ketika aku harus bertahan sendiri. Berusaha tersenyum dan seolah tidak ada masalah.
Memang aku harus terlihat sabar dan menampakkan seolah tidak ada masalah bahkan tidak ada hubungan apapun didepan orang lain. Bahkan, didalam rumahmu sendiri. Kau pandai menutupi itu semua.
Dan mulai hari ini, aku sudah memutuskan untuk hidup sendiri, melakukan semuanya sendiri, dan mengurus semuanya sendiri. Untungnya, aku sudah terbiasa melakukan semua hal sendiri.
Dan, akan ku katakan padamu bahwa aku benar-benar ingin sendiri. Karena saat aku berikan kesempatan sekali saja sudah kamu sepelekan, dan kamu memilih aman untuk dirimu sendiri, maka maaf aku sudah tidak memberikan kesempatan untuk yang kedua bahkan ketiga kalinya.
Kini, biarkan aku hidup tenang, biarkan aku hidup damai, biarkan aku sendiri melalui setiap fase di kehidupanku. Karena saat aku sudah tidak ingin mengganggu kehidupanmu, tolong kamu juga pasti ingin hidup tenang, kan dengan pasangan yang telah kamu pilih. Hargai dia dan sayangi dia. Dia telah melakukan banyak hal untukmu, yang telah mampu merubah hidupmu. Bukan aku.. orang hanya baru kenal beberapa tahun.
Semoga semua kebaikan bisa kau curahkan kepadanya dan untuk orang-orang yang kamu sayang. Meskipun bukan aku. Tapi aku selalu berdoa untukmu, dan semoga Tuhan mengijinkanku untuk menolongmu saat kau terjatuh. Aku akan siap ada untukmu...