Challenge Week 7 - Kampung Komunitas IP Depok
COTW telah masuk pekan 7, wah ga nyangka sudah 7 pekan berlalu. Sebelumnya Selamat Merayakan Hari Raya Idul Adha untuk Mak-Mak KIP Depok.
Di pekan ke 7, COTW menghadirkan tema From Garden to Table Part 4: Kisah Memasak Bersama Keluarga.
Wah kalau ngomongin Kisah Memasak Bersama Keluarga tentunya seru banget ya mak, Bisa sebagai ajang bounding juga.
Untuk saya sendiri, setelah anak saya memasuki usia 2 tahun, kegiatan masak-memasak jadi kegiatan yang menyenangkan but sometimes cukup menyulut kesabaran juga di awal-awal. Namun karena sekarang sudah terbiasa memasak direcoki anak, jadinya ya seru-seru aja. Awal-awal sih gemesss banget mak, karena kerjaan jadi nambah 2 kali, tambah repot tambah berantakan tambah ini itu. Belum lagi drama rebutan bahan dan alat masak. duh... tapi setelah mulai bisa mensiasati strategi perang jadinya udah ga drama-drama lagi. Untuk dokumentasi memasak bersama anak, sebenernya cukup tricky, karena anak saya kalau lagi serius biasanya suka ngambek kalau di dokumentasikan lewat kamera. Jadi ini beberapa foto yang berhasil saya jepret saat momen memasak dan akan saya ceritakan sedikit kisah mengenainya.
Foto ini adalah dokumentasi ketika saya hendak membuat pisang goreng. Nah biasanya kalau kegiatan masak-memasak yang menggunakan adonan di awal-awal aduuuh berantakan banget. Terigu dimana-mana, wadah banyak yang kotor dan berceceran, bahan makanan terbuang percuma. Stres banget pokoknya. Nah lambat laun, saya mulai mensiasatinya dengan memberikan anak saya adonan terpisah dengan adonan yang akan saya masak. Jadi adonan ga terbuang sia-sia dan kalaupun berceceran, ya biarkeun ajalah mak. Setelah saya selesai masak baru saya rapihkan dan bereskan. Usia dua tahun ini bisa dibilang adalah usia meniru. Jadi anak saya meniru cara saya membuat adonan, dan ia pikir itu adalah mainan. Di awal, saya beri pemahaman bahwa ini adalah adonan punya saya dan itu adalah adonan punya dia (wadah terpisah), nah lambat laun anak saya paham bahwa ini adonan punya dia dan adonan punya saya ya punya saya. Seiring berjalannya waktu dia udah ga merecoki adonan saya lagi serta asyik main sendiri dengan adonannya. Sekarang anak saya sudah memasuki usia 2 tahun 10 bulan, terkadang apa yang ia kerjakan didapur malah membantu pekerjaan saya karena sudah mulai bisa diajak bekerjasama dan mengerti DO dan DON’T ketika memasak bersama saya.
Di foto ini adalah kegiatan memasak saat saya membuat tumis kulit melinjo campur teri. Satu bungkus saya kasih anak saya untuk dimainkan, Karena kalau saya ga kasih satu bungkus kulit melinjo, saya agak repot menjauhkan anak saya dari pisau dapur. Kan ya repot juga mak sambil motong-motong melinjo direcokin anak. Kalau dikasih kulit melinjo kaya gini, anak saya biasanya sibuk memindahkan kulit melinjo dari satu wadah ke wadah lainnya sampai dia capek dan bosen sendiri. Tapi ya namanya anak-anak bosennya itu luamaa ya mak. Dan kalau udah asyik mainan kayak gini sampai saya selesai masak pun dia masih asyik sendiri.
Nah biasanya sisa-sisaan bahan makanan kaya gini akan saya olah lagi dan saya tumis kalau anak saya tidur. Toh ga kotor seperti adonan tepung. HIhihihi...
Dan yang terakhir adalah kisah memasak bersama anak saya, juga ibu saya. Ini didokumentasikan saat kami membuat kue tradisional Uli. Ini adalah saat proses tumbuk uli. Anak saya penasaran banget dan ikut-ikutan pengen numbuk uli juga tapi keberatan. Jadilah dia geli sendiri :D Seru banget sih ini. Ujung-ujungnya anak saya pegang bagian bawah tumbukan dan ibu saya bagian atasnya. Jadi tangannya cuma nempel aja, yang mengangkat alu (tumbukan uli) ya ibu saya :D
Nah itulah tadi sepenggal kisah-kisah memasak saya bersama anak saya yang masih toodler, Nadine sang peniru. Gimana kisah keseruan mak-mak dalam memasak bersama keluarga? Pasti ga kalah seru dengan saya ya tentunya mak, apalagi jika anak mak sudah lumayan besar. Wah pasti seru banget ...











