Kadang kita lupa bersyukur, mengeluh adalah salah satu jalan tercepat untuk membuktikan eksistensi ketidakbersyukuran kita. termasuk saya. Saya juga termasuk hamba yang tidak luput dari namanya kata ‘mengeluh’. Satu tahapan terbesar dalam hidup saya adalah menjadi seorang dewasa. dengan kuliah itu sendiri, saya dipaksa , dituntut, diperas untuk bisa jadi mandiri, dan dewasa. Tahapan persiapan mental itu sangatlah perlu dilakukan, karena kuliah tidak seselow yang digambarkan di film film tv atau di sinetron sinetron tiap siang. Ada beban tanggung jawab, yang secara ga sadar dan ga disengaja kalian bawa kemanapun. Dulu, kalau ada tugas kelompok saya selalu jadi tumbal buat ngerjain semuanya sendiri, stress ditanggung sendiri, semuanya ditanggung sendiri tapi, sekarang akan ada rasa tanggung jawab buat bisa bareng-bareng , buat ngerjain bareng- bareng dan buat mengerti bareng-bareng.Â
Satu hal lain dari bentuk tanggung jawab itu sendiri adalah mengenai manajemen pribadi. kuliah adalah tempat untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya, bukan untuk duduk diam mendengarkan lecture lalu pulang ke kosan untuk tidur. Tuugas dosen bukan untuk memastikan kalian paham atau tidak, akan ada rasa tanggung jawab pribadi untuk dapat memahami, mencari tahu dan mengerti tentang ilmu itu sendiri. karena , implementasinya bukan lagi hanya untuk lulus ujian namun, untuk diri sendiri.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya merasakan bahwa rumah itu memang satu-satunya tempat ternyaman dibandingkan dengan apapun. Bukan karena kasur di rumah lebih besar dan semua fasilitas tersedia di rumah. bukan . Tapi, karena ada aktivitas kedua orang tua dan saya ada diantara mereka. melihat mama masak ataupun papa nonton tv, atau adik yang bersiap untuk ke sekolah membuat saya bahagia. anehnya lagi, selalu ada favorite space untuk belajar di rumah. walaupun, menu masakan mama sebelas duabelas dengan di perantauan tapi saya senang makan nasu dari rice cooker di rumah.Â
Sebulan pertama di tempat perantauan memang sangat berat. walaupun, beberapa kali orang tua datang, tapi saya tetap ingin pulang. karena , sebagus apapun tempat kosan, atmosfer hawa, aroma dan perasaan rumah itu jauh lebih besar dari apapun.Â
Saya beruntung , setidaknya saya dan rumah hanya berjarak 2 jam perjalanan, tidak sampai berbeda provinsi apalagi pulau. Selalu ada rasa untuk melalaikan semua tanggung jawab unutk kembali ke rumah. namun, lagi - lagi selalu ada reminder dan alarm diri mengenai perjuangan papa dan mama agar anaknya bisa sampai disini. Sulit, beradaptasi dengan orang- orang baru yang karakteristiknya sebagian besar sangat berbeda. tidak munafik pula, saya sangat merindukan masa- masa sekolah.
Saya pernah berjanji untuk selalu melihat segala sesuatu dari eagle views. Melihat segala sesuatu dari atas, secara keseluruhan. Bukan hanya dari buruknya saja. Saya berusaha sebisa mungkin merubah pribadi menjadi pribadi yang lebih positif dan take it easy. karena, saya lelah terus berpaku pada kondisi orang lain. Semakin dewasa, perspektif kita terhadap diri sendiri dan orang lain akan terus berubah. entah kenapa, saya selalu menjadikan seseorang sebagai role model yang harus selalu saya tiru. Menjadikan orang lain sebagai pacuan. Hidup saya memang melelahkan, dan saya mencoba untuk lepas dari perspektif seperti itu.
Perbedaan yang terasa adalah mengenai kontrol diri. Kuliah bukan hanya tentang bagaimana mengembangkan diri, membuat resume CV penuh dengan organisasi dan memperbanyak teman. Akan ada banyak sekali masa dimana, kita akan terus merenung dan merefleksikan ‘ apakah aku sudah di jalan yang benar?’ . karena, ga bakala ada yang ngasih rambu-rambu atau abtasan yang jelas bahwa kamu harus menjadi seperti ini. semua terserah. ga ada larangan. Bagi orang yang berjiwa bebas mungkin akan merasa bahagia, namun bagaimana dengan saya yang ceroboh, plin plan dan sangat butuh diatur. Menentukan pilihan saja sangat sulit bagaiman dengan melaksanakan tanggung jawab dan manajemen diri itu sendiri.
sulit membayangkan , ‘ akan jadi seperti apa hari esok’ kemampuan terbaik saya adalah bergerak semaksimal mungkin untuk melewati hari. Bukan karena saya tidak punya teman, tapi lebih ke mengukur sejauh apa aku berkembang hari ini. Mengalahkan rasa tidak puas dan selalu iri dengan orang lain itu sangat berat. intinya adalah KULIAH ITU BERAT