Saya diberi kesempatan untuk berkenalan dengan adik-adik Circle Of Happiness (COH) pada hari ke-21 di bulan Februari tahun ini. Tempat COH cukup jauh dari rumah saya. Rute angkot menuju ke sana pun saya belum tau. Jadi begini, sebelumnya saya pernah menghubungi Bunda Hastira (founder COH) untuk mengutarakan keinginan saya ikut bermain bersama adik-adik COH. Bunda menyambut dengan sangat baik. Bahkan Bunda menyarankan saya untuk menginap dulu di rumah beliau (as you know, rumah saya jauh), lalu berangkat menuju COH bersama-sama. Untuk menginap sepertinya agak sulit. Saya mencari cara lain agar bisa bertemu adik-adik tanpa menginap dulu. Setelah stalking Instagram COH, saya menemukan pencerahan. Aha! Saya dapat ide. Saya hubungi Kak Acil, salah satu relawan yang sering membantu Bunda dan Kak Gia di COH.
21 Februari 2016. Saya kesiangan (penting banget ya, fit? Iya hahaha). Padahal saya ada janji untuk bertemu dengan Kak Acil pukul 08.30 di Plered yang artinya saya harus berangkat dari rumah saat jarum pendek dan jarum panjang menunjuk angka 7 dan 12. Saya keluar rumah kira-kira pukul 7 lewat 10 menit, berharap saya tak terlambat untuk sampai di tempat janjian. Benar saja, saya terlambat. Untungnya Kak Acil pun terlambat. “Maaf ya Fit, kak Acil telat, tadi ada tamu soalnya” ucapnya. “Iya ga apa-apa kak, Fitri juga tadi telat kok. Hehehe”. Namanya juga nebeng, harus nurut sama yang punya kendaraan.
Saya ceritakan sedikit tentang pertemuan saya dengan Kak Acil ya. Saya menghubungi beliau sehari sebelumnya, iya, hari Sabtu. Kami janjian bertemu di Plered. Saya membujuk (emm sebenarnya lebih tepat dikatakan memaksa sih) Kak Acil untuk mengangkut saya ke tempat COH. Beruntunglah saya karena saat itu Kak Acil sedang free, jadi ia bisa berangkat bersama saya menuju COH. Sepanjang perjalanan kami mengobrol dan ternyata kami berdua seangkatan. “yaudah berarti ga usah panggil pake Kak. Panggil Acil aja ya, Fit!” ucapnya, yang kemudian saya iyakan.
Sesampainya saya di tempat COH, Kak Acil langsung diserbu oleh adik-adik (tetep aja nulisnya pake Kak. Ahaha). Saya hanya mengekor. Mata mereka bertanya-tanya malu. “Kak Acil, ini siapa?”, tanya salah satu adik di sana sambil menatap ke arah saya. “Kak Acil, kok baru dateng?”, pertanyaan lainnya muncul. “Kak Acil, ini pacarnya ya?”, bahkan ada yang bertanya seperti ini. Sepertinya sosok Kak Acil sangat disukai oleh adik-adik di sini. Saya hanya bisa tertawa melihat tingkah laku mereka. Kamu harus ke sini, mereka sangat menggemaskan. Sungguh!
Hari itu adik-adik sedang membuat roti gulung goreng sosis. Dibantu oleh Bunda Yuni dan Kak Mirna, serta tentu saja Bunda Hastira. Kak Acil datang sambil membawa susu yang akan dibagikan kepada adik-adik di akhir kegiatan hari ini.
Setelah selesai membuat roti gulung goreng sosis, adik-adik diajak untuk membuat kerajinan tangan “bunga tulip putik lolipop” yang terbuat dari kertas lipat. Tentunya dengan bimbingan Bunda Hastira. Hehehe. Tak mau ketinggalan, saya juga ingin belajar membuat bunga itu. Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain kertas lipat, tusukan sate, permen lolipop, benang wol/benang kasur, solatip kertas warna hijau, serta gunting. Bunda meminta saya, Kak Acil, serta Kak Mirna membantu membagikan alat dan bahan untuk adik-adik. Setelah itu, dipimpin oleh bunda, kami membuat bunga tulip putik lolipop. Pertama, ikatkan lolipop di ujung tusuk sate menggunakan benang wol/ benang kasur. Setelah ikatan dirasa kencang, barulah kami membuat origami bunga tulip dari kertas lipat. Kemudian, tusukkan tusuk sate ke tengah-tengah bunga tulip. Terakhir, lilitkan solatip kertas warna hijau di sekeliling tusuk sate. Dan tadaaaa~ bunga tulip putik lolipop pun jadi!! Kira-kira beginilah hasilnya.
Dari semua algoritma pembuatan bunga tulip putik lolipop, yang paling sulit adalah bagian membuat origami. Harus teliti, sabar, dan hati-hati. Di sini peran kakak-kakak sangat penting untuk membantu Bunda mengondisikan adik-adik.
Selesai berfoto, adik-adik minum susu bersama. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Bunda Hastira. Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Terima kasih, adik-adik yang pintar dan menggemaskan. Terima kasih, Kak Mirna yang cantik dan penyabar. Terima kasih, Bunda Hastira yang sudah mengizinkan saya ikut bermain bersama adik-adik COH. Terima kasih, Kak Acil yang sudah menjadi mamang ojek dadakan. Semoga saya bisa ke sana lagi. Kalian semua, kangenable!