Seperti biasa, malam ini jadwalnya wisata kuliner dengan ibu. Giliran menikmati Nasi Goreng dan Mie Godhog Pak Supri Jalan Banda. Ibu memesan Mie dan aku memilih Nasi Goreng yang sedikit pedas. Aku dan ibu memilih tempat dekat tembok. Tempatnya agak sedikit remang-remang-tapi bukan warung plus plus ya- dan ada dua pintu dengan tempat dudukku menghadap salah satu pintu. Saat dengan khusyu’nya aku makan nasi goreng yang sedikit pedas, tiba-tiba antara sadar dan tidak ada bayangan sesosok makhluk kecil berwarna kuning setinggi meja berdiri di sisi meja dekat pintu depanku. Karena takut aku lirik sambil mengintip dengan kacamataku. Tiba-tiba tenggorokanku tersedak antara takut, kaget, dan kepedasan, dan mata kami bertemu, rasanya seperti menatap dua buah kelereng, dingin, tatapan penuh arti. Di depanku sesosok anak kecil berjilbab kuning menatap tajam kearahku yang sedang makan nasi goreng. Lima detik berlalu anak kecil itu tidak bergerak dan terus menatap, lalu long term memoryku bekerja mengaduk-aduk kenangan saat menonton Chakky, boneka penuh misteri. Aku langsung teringat dengan boneka itu-bedanya sosok itu tidak lebam dan penuh darah-
Pada detik keenam aku tertawa terbahak-bahak sambil tersedak dan meminum es teh. Aku baru sadar bahwa anak kecil itu adalah anak salah satu pembeli nasi goreng. Aku tertawa dan dia kaget lalu menangis. Bagaimana mungkin anak imut berjilbab kuning seperti itu aku sebut chakky. Anak kecil yang melihat dengan mupeng saat aku makan nasi goreng. Lain kali pilih meja yang dekat dengan lampu dan jauh dari pintu, agar tidak dilihatin orang lain saat makan termasuk anak kecil.