KUE RA
Bu Kinkin sangat yakin jika anak didiknya bisa berpikir lebih kreatif dan punya wawasan yang luas. Sambil melancong ke tengah aktivitas Kelurahan Cibeunying, Bu Kinkin selalu menyempatkan diri untuk mengenalkan semua hal yang dijumpai oleh murid-muridnya.
Anak-anak Raudhatul Athfal Al-Irsyad tampak riang selama mengikuti pengenalan lingkungan. Ekspresi kagum dari wajah-wajah yang masih mungil itu berulang kali menjernihkan hati.
Bu Kinkin mengajak anak didiknya untuk menyapa setiap kali berpapasan dengan warga sekitar. Peserta didik RA Al-Irsyad tiu pasti akan diajaknya untuk mengucapkan salam.
Sesekali Bu Kinkin membimbingnya untuk berinteraksi dengan siapa pun yang mereka jumpa. Mereka kemudian menghampiri pedagang kue basah yang biasa berjualan di waktu pagi.
“Yuk kita ucapkan salam sama ibu nya yaa,” tuntun Bu Kinkin.
“Assalamualaikum!” serentak anak-anak mengucapkan salam.
Ibu pedagang kue itu tersenyum. Karena gemas, ibu ini mencubit satu persatu pipi murid-murid RA Al-Irsyad. Tak lupa ia memberikan kue yang dijualnya setiap selesai mencubit.
Bu Kinkin sempat bingung karena merasa tidak enak dengan kedermawanan ibu pedagang kue. Setelah obrolan singkat keduanya, Bu Kinkin tampak berterima kasih dengan Ibu itu.
Pengenalan lingkungan merupakan salah satu bahan ajar dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pengenalan ini ditujukan agar peserta didik usia dini bisa mengenal dan memahami lingkungan sekitarnya.
Ketika sudah bisa memahami, diharapkan peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan di luar rumah. Sehingga kecerdasan kinestetis, naturalis, spasial dan logis bisa berkembang dalam otak anak.
Murid-murid RA Al-Irsyad kemudian beranjak ke halaman Kantor Kwarda Jabar. Di sana mereka mencari tempat duduk untuk menyantap kue yang tadi dapatkan secara cuma-cuma.
Setelah mendapatkan tempat duduk, semua lahap menyantap masing-masing kue basahnya. Ada kue cucur, dadar gulung, lapis legit, hingga bika ambon yang semuanya nampak nikmat disantap saat pagi.
Hanya ada satu anak yang hanya memandangi kue basahnya. Dadar gulung itu belum sedikit pun dicicipi olehnya.
Bu Kinkin kemudian bertanya selagi menghampiri.
“Makan dong, kok cuma dilatian aja nak?”
“Pengen dimakan pake nasi!” jawab anak itu.
*****
Cibeunying, 23 September 2022 - Bima















