Monster Itu
“Ah tidak, apa yang harus aku lakukan?” Kata Na Ina dalam hati
“Pisang atau durian?”
“aduh apa ya?”
Tampak keringat Na Ina mulai menetes di wajahnya yang tersembunyi diantara dua pohon randu. Ia mulai panik saat Monster Naku yang keluar dari sihirnya mulai tidak terkendali. Ia harus memutuskan mengembalikan monster itu menjadi bentuk semula. Akan ada hal yang membuatnya panik dan tak segera memutuskan tindakanya. Ia lupa benda apa yang ia sihir menjadi monster itu apakah pisang atau durian. Jika ia benar maka monster itu bisa kembali ke wujud semula. Tapi kalau dia salah mengambil pilihan bisa jadi monster itu semakin kuat dan bisa-bisa Na Ina kena marah warga sekampung karena menggunakan sihir Ungu.
“Aah tidaaakk, mengapa aku begitu pelupa”
“Oke, aku harus segera mengambil langkah”
“ladambiradumkaaaaa pisssszzzzzzaaa”
Wwuuuuzzzzzzzzz.. Ctarrr.... Krek... Krek...
Secara perlahan monster itu berubah menjadi secuil pizza dalam piring plastik
“yuhuuuu pizzzaaaa “
“hahahaha” Na-Ina ketawa kegirangan sendiri setelah di detik terakhir dia baru ingat bahwa pizza pemberian Mbok Yem dari Itali yang ia ubah menjadi monster.
















